Setelah mitos kehamilan & mitos melahirkan, masih ada juga mitos menyusui yang perlu dihadapi, nih Ma. Nah, berikut ini adalah mitos-mitos menyusui dan kebenarannya yang perlu Mama ketahui, ya.
Aneka Ragam Mitos Menyusui
1. Puting Lecet adalah Hal Biasa
Banyak orang berkata bahwa puting lecet adalah hal yang lumrah dan pasti terjadi. Namun, hal tersebut merupakan mitos menyusui.
Puting lecet bisa jadi merupakan tanda bahwa pelekatan menyusui kurang tepat, dan perlu segera ditangani.
Hal ini dapat dihindari dengan menemukan posisi menyusui yang tepat untuk Mama dan juga si kecil.
Selain mengurangi risiko puting lecet, posisi menyusui yang tepat juga memaksimalkan bayi mendapatkan ASI, mengurangi pegal dan juga nyeri punggung, loh!
Jadi, pastikan Mama mencoba berbagai posisi menyusui yang nyaman dan pastikan juga pelekatan bayi sudah tepat.
Baca juga: Ketahui 5 Penyebab Nyeri Puting Payudara pada Ibu Menyusui
2. PD kecil = ASI sedikit
Hayo, siapa nih yang sering dapet nyinyiran PD kecil nggak ada ASI-nya? Hal ini merupakan mitos aja ya, Mam, karena produksi ASI sama sekali tidak dipengaruhi oleh ukuran PD.
Banyak atau tidaknya ASI dipengaruhi oleh alat produksinya, yaitu kelenjar susu, sedangkan ukuran PD besar ataupun kecil dipengaruhi genetik, berat badan, dan jumlah jaringan lemak.
Tenang saja, Ma, ketika Mama diberi karunia untuk memiliki seorang anak, Tuhan juga memberikan kapasitas produksi ASI yang cukup untuk bayi Mama.
Selama Mama memahami dan menerapkan prinsip produksi ASI dan menyusui, maka ASI Mama sudah pasti cukup.
Lalu bagaimana jika Mama ingin meningkatkan jumlah produksi ASI? Nah, Berikut adalah beberapa cara yang dapat Mama lakukan:
- Menyusui bayi sesuai permintaan
Mama dapat menyusui bayi setiap kali mereka meminta tanpa membatasi, karena hal ini akan membantu mengosongkan payudara Mama, sehingga tubuh memproduksi lebih banyak ASI.
- Rutin memompa payudara setiap 2 jam sekali, dengan durasi 20 menit per payudara
Mama dapat memompa payudara sebelum menyusui, setelah menyusui, ataupun ketika sedang menyusui.
- Mencukupi jumlah nutrisi dan air mineral harian
Untuk memproduksi ASI, Mama membutuhkan tambahan sebanyak 300 hingga 500 kalori per hari daripada ketika tidak menyusui. Lalu, Mama juga perlu mengonsumsi 3.5L cairan/hari.
- Istirahat yang cukup dan menghindari stress
Ketika tubuh Mama rileks, hormon oksitosin yang bertugas membantu mengeluarkan ASI dari payudara dapat bekerja dengan lebih efektif, sehingga proses menyusui semakin lancar.
3. Membersihkan Puting Sebelum Menyusui
Pada puting payudara terdapat kelenjar montgomery yang dapat memproduksi minyak beraroma seperti ketuban, sehingga bayi semakin nyaman ketika menyusu.
Minyak tersebut juga mengandung zink yang berfungsi sebagai pencahar alami, sehingga melancarkan pencernaan bayi.
Selain itu, puting juga dapat menghasilkan zat yang mengandung bakteri baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi.
Jadi, membersihkan puting payudara sebelum menyusui merupakan mitos menyusui yang tidak perlu Mama ikuti.
4. Mama Dilarang Minum Es Ketika Menyusui
Menyusui tentunya menguras banyak tenaga, sehingga wajar saja jika Mama ingin minum yang segar-segar.
Namun, ada pendapat bahwa minum es dapat meningkatkan risiko terkena flu. Nah, hal ini hanyalah mitos menyusui saja, ya.
Faktanya, minum es tidak akan mempengaruhi suhu dan komposisi ASI Mama, sehingga tidak mungkin bayi Mama terkena flu hanya karena minum es.
5. Tidak Boleh Menyusui Ketika Sedang Sakit
ASI merupakan sumber makanan yang mengandung antibodi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi, dan dapat memproduksi antibodi khusus untuk melawan penyakit yang sedang bayi atau Mama alami.
Bahkan, 20 menit setelah Mama terpapar penyakit, tubuh Mama akan langsung mulai memproduksi antibodi yang disalurkan melalui ASI untuk melindungi si kecil. Jadi, Mama tetap boleh menyusui walaupun sedang sakit kok.
Bagaimana pun juga terdapat beberapa penyakit menular yang menyebabkan Mama dianjurkan untuk tidak menyusui secara langsung, misalnya tuberkulosis (TBC) dan cacar air.
Pada kasus seperti ini Mama tetap dapat memberikan ASI perah untuk bayi. Untuk penyakit seperti hepatitis yang media penularannya melalui darah, Mama tetap dapat menyusui selama ASI tidak bercampur dengan darah yang disebabkan oleh puting lecet.
Selanjutnya, Mama tidak diperbolehkan menyusui sama sekali jika terkena penyakit herpes simplex dengan ruam di payudara, dan penyakit infeksi menular seksual seperti HIV. Yang jelas, tidak semua penyakit menular dan menyebabkan Mama harus berhenti menyusui.
6. Jika Bayi Sakit, Mama yang Minum Obat Agar Tersalurkan Lewat ASI
Hal ini juga merupakan mitos menyusui. Pertama, tidak semua obat-obatan yang Mama konsumsi akan ikut terkandung di dalam ASI.
Lalu, jika obat yang Mama konsumsi ikut terkandung dalam ASI, maka sebagian besar efek obat tersebut akan dicerna oleh tubuh Mama, dan hanya sedikit yang diterima bayi melalui ASI.
Selain itu, dosis obat yang benar-benar dikonsumsi bayi menjadi tidak dapat diukur. Jadi, bisa dipastikan bahwa hal ini merupakan mitos menyusui saja.
Jika bayi Mama sakit dan memerlukan obat, maka sebaiknya Mama berkonsultasi dengan dokter untuk memberikan obat secara langsung kepada bayi.
7. Bayi Baru Lahir Menangis Terus Karena ASI Sedikit
Mitos menyusui yang satu ini seringkali Mama khawatirkan ketika memiliki bayi yang baru lahir. Pertama-tama Mama perlu mengetahui bahwa ukuran lambung bayi memang sangat kecil, dan ASI merupakan makanan yang sangat mudah dicerna.
Sehingga wajar bila lambung bayi cepat kosong, dan mereka cepat lapar. Selain itu, media komunikasi utama bayi yang baru lahir adalah menangis. Jadi tenang saja, ya, Ma, karena ASI Mama pasti cukup.
Lalu bagaimana jika ada yang menyarankan untuk memberi susu formula agar bayi berhenti menangis? Bayi yang berhenti menangis karena susu formula merupakan tanda kenyang palsu, karena molekul susu formula lebih susah dicerna, sehingga bayi akan terlihat kenyang, namun sebenarnya lambungnya sedang bekerja keras untuk mencerna susu formula.
ASI Mama saja pasti sudah dapat mencukupi kebutuhan bayi hingga berusia 6 bulan tanpa tambahan susu formula. Berikut adalah tanda-tanda jika bayi Mama telah menerima cukup ASI:
- Mengeluarkan urin yang jernih kekuningan.
- Buang air kecil sebanyak 6 hingga 8 kali per hari.
- Buang air besar setiap hari, dengan konsistensi yang encer, asam dan bergas
8. Menunggu PD penuh supaya ASI lebih banyak
Hal ini merupakan mitos menyusui yang sangat berlawanan dengan fakta sebenarnya, loh. Mama sebaiknya mengosongkan payudara sesering mungkin, karena pada dasarnya, payudara akan menghasilkan ASI setiap kali dikosongkan.
Dilansir dari Kellymom, Ketika payudara diistirahatkan dan semakin penuh, maka ASI Mama akan mengandung semakin banyak protein feedback inhibitor of lactation (FIL) yang memperlambat produksi ASI. Jadi, mengistirahatkan payudara justru akan mengurangi jumlah produksi ASI Mama.
Nah, jadi itulah, Ma. Mitos-mitos menyusui yang perlu Mama ketahui. Semoga proses menyusui Mama selalu lancar dan si kecil dapat tumbuh dengan sehat, ya, Ma!
Writer: Alvin Wardiman
Editor: Mega Pratidina, M. Najib Wafirur Rizqi
Sources:
Busted: 14 myths about breastfeeding | UNICEF Parenting
How does milk production work? : KellyMom.com
10 Mitos Ibu Menyusui: Mana yang Benar dan Mana yang Sekadar Hoax?