Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah kondisi yang umum terjadi pada wanita, termasuk Ibu hamil. Sebuah studi menyebutkan ISK pada Ibu hamil berisiko pada usia kehamilan antara 9 hingga 17 minggu. Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebab, gejala, serta cara mencegah dan mengobati ISK dengan baik selama kehamilan untuk melindungi kesehatan Mama dan janin. Yuk, simak penjelasannya, Mam!
Apa Itu Infeksi Saluran Kemih?
ISK terjadi ketika bakteri atau mikroorganisme lainnya memasuki saluran kemih dan menyebabkan infeksi. Saluran kemih terdiri dari uretra, kandung kemih, ureter, dan ginjal. ISK dapat terjadi pada bagian mana pun dari saluran ini, namun, paling sering terjadi di kandung kemih.
Baca juga: Tanda Kehamilan Bisa Dilihat dari Raut Wajah? Ini Faktanya!
Penyebab ISK pada Ibu Hamil
Inilah lima faktor yang bisa meningkatkan risiko ISK pada Ibu hamil:
1. Rahim yang membesar
Rahim yang membesar karena pertumbuhan janin bisa menekan saluran kencing dan menghambat aliran urine dari kandung kemih. Hal ini bisa membuat urine tertahan di dalam kandung kemih dan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.
2. Hormon progesteron
Progesteron yang meningkat selama kehamilan bisa membuat otot-otot saluran kencing menjadi lebih rileks dan mengurangi kemampuan untuk mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Hormon ini juga bisa membuat urine menjadi lebih terkonsentrasi dan mengandung lebih banyak gula, yang bisa memicu pertumbuhan bakteri.
3. Hubungan seksual
Hubungan seksual selama kehamilan bisa menyebabkan bakteri di sekitar organ intim wanita, terutama bakteri E. coli yang berasal dari usus, masuk ke dalam uretra (lubang kencing) dan menginfeksi saluran kencing. Risiko ini bisa meningkat jika wanita tidak buang air kecil segera setelah berhubungan seksual atau membersihkan daerah kelamin dari belakang ke depan.
4. Riwayat ISK sebelumnya
Wanita yang pernah mengalami ISK sebelum hamil atau pada kehamilan sebelumnya lebih berisiko mengalami ISK berulang selama kehamilan. Hal ini bisa disebabkan oleh adanya bakteri yang masih tersisa di saluran kencing atau karena adanya faktor lain yang membuat wanita lebih rentan terhadap ISK, seperti diabetes, anemia, atau kerusakan saraf.
5. Kurang minum air putih
Minum air putih yang cukup bisa membantu membersihkan saluran kencing dan mengeluarkan bakteri yang mungkin ada di dalamnya. Jika Ibu hamil kurang minum air putih, urine bisa menjadi lebih pekat dan asam, yang bisa merusak lapisan saluran kencing dan memudahkan bakteri untuk menempel dan berkembang biak.
Baca juga: Bikin Was-Was! Ini 9 Penyebab IUFD, Kematian Janin dalam Kandungan
Gejala ISK pada Ibu Hamil
Ada beberapa gejala ISK yang paling umum terjadi selama kehamilan, diantaranya:
- Rasa nyeri saat buang air kecil.
- Sensasi terbakar saat buang air kecil.
- Meningkatnya frekuensi buang air kecil.
- Adanya darah pada urine.
- Kram perut bagian bawah.
- Rasa sakit saat berhubungan intim.
- Demam dan menggigil.
- Keringat dingin.
- Urine beraroma menyengat.
Cara Mencegah ISK pada Ibu Hamil
Mengutip dari American Pregnancy Association, untuk mencegah ISK saat hamil, ada beberapa hal yang bisa Mama lakukan, antara lain:
- Minum air putih yang cukup, setidaknya 8 gelas sehari. Air putih bisa membantu membersihkan saluran kemih dan mengeluarkan bakteri yang mungkin ada di dalamnya.
- Membersihkan alat kelamin dan anus dengan hati-hati. Mama bisa menggunakan sabun yang lembut dan bersihkan dari depan ke belakang untuk menghindari bakteri dari anus masuk ke uretra.
- Buang air kecil secara teratur, kapan pun Mama merasa ingin buang air kecil, dan setidaknya setiap 2 hingga 3 jam. Jangan menahan kencing, karena bisa membuat bakteri berkembang biak di kandung kemih.
- Buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan intim. Ini bisa membantu mengeluarkan bakteri yang mungkin masuk ke uretra saat berhubungan intim.
- Konsumsi makanan yang mengandung probiotik, vitamin C, dan zinc. Probiotik bisa membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran kemih. Vitamin C dan zinc bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan infeksi.
Cara Mengobati ISK pada Ibu Hamil
Jika Mama mengalami gejala ISK seperti di atas, segera berkonsultasi dengan dokter ya, Mam. Dilansir dari American Family Physician, cara mengobati ISK pada Ibu hamil adalah dengan mengonsumsi antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Antibiotik bisa membunuh bakteri penyebab ISK dan mengurangi gejala.
Dokter biasanya akan memberikan resep antibiotik selama 3-7 hari yang aman untuk Mama dan si Kecil. Mama harus minum antibiotik sesuai jadwal dan jangan menghentikannya tanpa persetujuan dokter, karena bisa menyebabkan ISK kambuh atau resisten.
Itulah beberapa informasi mengenai ISK pada Ibu hamil yang perlu Mama ketahui. Jangan lupa untuk selalu jaga asupan nutrisi agar tetap fit selama kehamilan ya, Mam. Tantangan apalagi yang pernah Mama alami saat masa kehamilan? Share di kolom komentar, yuk!
Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!
Sources:
1. Perlu Waspada, Inilah Gejala ISK pada Ibu Hamil. URL: https://www.halodoc.com/artikel/perlu-waspada-inilah-gejala-isk-pada-ibu-hamil (diakses 4/1/2024)
2. Infeksi Saluran Kemih pada Kehamilan: Prevalensi dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya. URL: https://www.researchgate.net/publication/323790009_Infeksi_Saluran_Kemih_pada_Kehamilan_Prevalensi_dan_Faktor-Faktor_yang_Memengaruhinya (diakses 4/1/2024)
3. Urinary Tract Infection – UTI During Pregnancy. URL: https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-complications/urinary-tract-infections-during-pregnancy/ (diakses 4/1/2024)
4. Urinary tract infections during pregnancy – an updated overview. URL: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28216479/ (diakses 4/1/2024)
5. Urinary Tract Infections During Pregnancy. URL: https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2000/0201/p713.html (diakses 4/1/2024)