fbpx

Busui yang merasakan ASI sering merembes keluar dan payudara terasa cepat penuh setelah menyusui, merupakan salah satu tanda busui alami hiperlaktasi. Hiperlaktasi merupakan keadaan ketika payudara memproduksi lebih banyak ASI daripada yang dibutuhkan oleh si kecil. Hiperlaktasi membuat ASI cepat sekali keluar sampai terkadang si kecil tersedak karenanya. Nah, untuk mengetahui penyebab, gejala, dan tips mengatasinya, Mama dapat menyimak penjelasan berikut.

Penyebab Hiperlaktasi

Biasanya, hiperlaktasi dialami oleh busui di awal fase menyusui yang membuat payudara terasa penuh dan terus merembes karena tubuh belum tahu berapa banyak ASI yang dibutuhkan oleh si kecil. Overstimulasi juga bisa menjadi penyebabnya. Akan tetapi, hiperlaktasi dapat juga disebabkan karena hal-hal berikut ini:

  1.  Terlalu Banyak Hormon Prolaktin dalam Darah

Endocrine Web

Prolaktin adalah hormon yang berperan merangsang kelenjar susu untuk memproduksi ASI. Hormon prolaktin memang akan meningkat selama masa kehamilan dan menyusui. Akan tetapi, jika tubuh kelebihan hormon prolaktin tanpa adanya stimulasi, akan menyebabkan produksi ASI berlebih, bahkan pada wanita yang tidak menyusui, ASI bisa saja tiba-tiba keluar. Dengan begitu, busui yang kelebihan prolaktin pun dapat mengalami hiperlaktasi.

  1. Kelebihan Jumlah Kelenjar Alveoli

Healthy Women

Kelenjar alveoli adalah kelenjar pada payudara untuk memproduksi ASI dan menyimpannya sebelum diteruskan ke puting. Busui yang mengalami hiperlaktasi, biasanya memiliki jumlah kelenjar alveoli yang meningkat tiga kali lipat dan menyebabkan ASI diproduksi lebih banyak dari yang dibutuhkan.

  1. Permintaan ASI yang Berlebih

Womens Health

Produksi ASI yang berlebihan juga dapat terjadi karena permintaan ASI yang berlebih. Misalnya, ketika busui sering memerah ASI sesaat setelah menyusui. Hal itu membuat tubuh mereaksi dengan terus memproduksi ASI. Jika produksi ini melebihi kebutuhan bayi, maka kondisi ini dikategorikan sebagai hiperlaktasi.

  1. Sering Berpindah Payudara saat Menyusui

Sering berpindah-pindah saat menyusui Si Kecil dalam satu waktu, ternyata dapat meningkatkan suplai ASI. Dengan mengosongkan payudara sampai payudara benar-benar lembek, bisa mengurangi produksi ASI. Menyusui dengan sering berpindah-pindah payudara juga membuat bayi mendapatkan foremilk lebih banyak daripada hindmilk. Akibatnya, berat badan bayi sulit bertambah.

Gejala Hiperlaktasi pada Busui

Thomson Medical

Untuk memastikan busui mengalami hiperlaktasi atau tidak, busui dapat mengenali gejala-gejala berikut:

·         Payudara terasa penuh dan berat;

·         Payudara membesar dan terasa sakit selama beberapa saat;

·         Bra sering basah karena ASI bocor atau merembes keluar;

·         Saat menyusui, ASI keluar dari payudara lainnya;

.       Payudara cepat penuh setelah dikosongi.

Gejala Hiperlaktasi pada Si Kecil

·         Saat menyusu, si kecil sering menarik diri dari puting karena ASI menyembur keluar dengan deras;

·         Si kecil sering tersedak saat menyusu;

·         Si kecil sering memuntahkan ASI karena keluar dengan cepat;

.       Si kecil rewel dan menangis;

.     Berat badan si kecil seret.

Bila busui mengalami hiperlaktasi, si kecil akan menelan banyak ASI dengan cepat dan otomatis menelan udara lebih banyak, sehingga menyebabkan perut kembung.

Tips Mengatasi Hiperlaktasi

Untuk mengatasi hiperlaktasi, busui dapat melakukan beberapa tips berikut:

·         Lakukan tes hormon prolaktin dalam darah agar tahu kadar prolaktin normal atau berlebih;

.    Mengompres payudara dengan kol/kubis yang diletakkan di kulkas sebelumnya agar produksi ASI menurun selama kurang lebih 10 menit;

·         Mengompres payudara dengan air dingin atau es batu untuk mengurangi pembengkakan;

·         Memakai bantalan payudara agar ASI yang merembes tidak membasahi bra dan baju;

·         Menyusui sebelum si kecil sangat lapar agar hisapannya pelan dan bisa meminimalisir aliran ASI yang banyak;

·         Melepaskan mulut si kecil dari puting saat terlihat meneguk ASI terlalu cepat agar tidak tersedak;

·         Menghindari memompa ASI sesaat setelah menyusui karena akan meningkatkan produksi ASI berlebih;

·     Menyusui di satu sisi payudara sampai benar-benar kosong atau selama 20 menit sebelum berpindah ke sisi payudara lainnya.

Nah, itu dia penyebab, gejala, dan tips mengatasi hiperlaktasi. Bila busui mengalami beberapa gejala di atas, cobalah untuk mengatasinya dengan tips yang sudah disebutkan. Jika hiperlaktasi masih dialami selama beberapa minggu bahkan lebih, busui dapat konsultasikan dengan dokter untuk mendapat solusi yang tepat.

Penulis: Rosyidatul Hakika

Editor: Mega Pratidina

Source:

Infant and toddler health (mayoclinic.org)

Making Too Much Breastmilk (Hyperlactation) (ukhealthcare.uky.edu)

Hyperlactation (overabundant milk supply) (babycenter.com)

Hyperlactation – Causes, Signs, and Remedies (parenting.firstcry.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *