Saat menyusui si Kecil, Mama mungkin pernah mengalami demam menggigil secara tiba-tiba. Biasanya karena kelelahan atau adanya infeksi pada payudara Mama. Saat seperti ini yang Mama butuhkan adalah paracetamol. Namun, apakah paracetamol aman untuk Ibu menyusui? Bagaimana dosis dan cara minumnya yang tepat? Yuk, simak ulasan berikut ini, Mam.
Kegunaan Paracetamol untuk Ibu Menyusui
Paracetamol merupakan obat pereda nyeri dan penurun demam yang aman untuk dikonsumsi selama menyusui. Dilansir dari Specialist Pharmacy Service, obat ini masuk ke dalam ASI dalam jumlah yang sangat kecil, sehingga tidak berbahaya bagi bayi yang disusui. Efek samping pada bayi yang disusui pun tampaknya jarang terjadi.
Paracetamol dapat digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi, seperti:
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Nyeri sendi
- Sakit punggung
- Demam
- Sakit gigi
- Sakit tenggorokan
- Nyeri haid
- Migrain
Cara kerja paracetamol adalah dengan menghambat produksi prostaglandin, yaitu zat yang dilepaskan oleh tubuh saat terjadi peradangan atau cedera. Prostaglandin menyebabkan rasa sakit dan demam. Dengan mengurangi prostaglandin, paracetamol dapat meredakan nyeri dan menurunkan suhu tubuh.
Baca juga: Bolehkah Ibu Menyusui Minum Obat Sakit Kepala?
Cara Minum Paracetamol yang Aman untuk Ibu Menyusui
Meskipun terbilang aman, Mama tetap harus berhati-hati dalam minum paracetamol. Melansir laman Honest Docs, ada beberapa hal yang perlu Mama perhatikan, yaitu:
1. Mengecek label kemasan obat
Selalu cek label kemasan obat dan perhatikan apakah obat yang akan Mama beli aman untuk dikonsumsi oleh Ibu menyusui.
Lebih baik, tanyakan pada apoteker atau dokter untuk mengetahui obat paracetamol mana yang aman dikonsumsi selama menyusui. Biasanya, setiap merek obat mungkin memiliki kandungan yang berbeda dan dapat memberi efek yang tidak sama.
2. Menghindari minum paracetamol bersama dengan kodein
Kodein adalah obat penghilang rasa sakit yang termasuk dalam golongan opioid. Obat ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh Ibu menyusui, karena dapat menimbulkan masalah pernapasan, mengantuk, atau enggan makan pada bayi.
Penggunaan kodein hanya boleh dilakukan jika tidak ada alternatif obat lain dan harus melalui persetujuan dokter. Dosisnya pun harus rendah dengan durasi yang singkat.
3. Menghindari minum paracetamol bersama dengan dekongestan
Hindari juga mengonsumsi paracetamol yang dikombinasikan dengan dekongestan. Dekongestan adalah obat yang digunakan untuk meredakan hidung tersumbat.
Obat ini dapat menimbulkan efek samping seperti jantung berdebar, tekanan darah tinggi, atau insomnia. Dekongestan juga dapat mengurangi produksi ASI. Sebagai alternatif, jika Mama mengalami hidung tersumbat, sebaiknya gunakan obat tetes hidung yang mengandung saline atau garam.
4. Mengikuti dosis dan aturan minum
Melansir laman SehatQ, dosis aman minum paracetamol untuk Ibu menyusui adalah satu atau dua tablet ukuran 500 mg setiap empat jam hingga 4 kali minum dalam 24 jam.
Dosis maksimal paracetamol yang boleh dikonsumsi Ibu menyusui adalah 8 tablet dalam 24 jam. Perlu diingat ya, Mam, jangan melebihi dosis yang dianjurkan, karena dapat menyebabkan kerusakan hati yang fatal.
5. Minum paracetamol dengan air putih
Hindari minum paracetamol dengan alkohol, jus jeruk, atau minuman bersoda, karena dapat meningkatkan risiko kerusakan hati.
6. Tidak minum paracetamol dengan obat lain yang mengandung paracetamol
Aturan berikutnya yaitu hindari minum paracetamol bersamaan dengan obat lain yang mengandung paracetamol, seperti obat pilek, flu, atau sakit kepala. Hal ini dapat menyebabkan overdosis paracetamol tanpa disadari. Baca label kemasan obat dengan teliti dan pastikan tidak ada kandungan paracetamol yang sama.
7. Mengecek reaksi alergi
Jika Mama alergi terhadap paracetamol atau memiliki riwayat penyakit hati, ginjal, atau darah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi paracetamol. Dokter mungkin akan menyesuaikan dosis atau memberikan obat alternatif yang lebih aman untuk Mama dan si Kecil.
Baca juga: 5 Penyebab Busui Alami Sembelit dan Cara Mengatasinya
Efek Samping Paracetamol untuk Ibu Menyusui
Paracetamol umumnya ditoleransi dengan baik oleh Ibu menyusui dan bayi yang disusui. Namun, dilansir dari Hello Sehat, obat ini tetap dapat menimbulkan efek samping pada sebagian orang, seperti:
- Mual
- Muntah
- Sakit perut
- Ruam kulit
- Gatal-gatal
- Pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
- Kesulitan bernapas
- Pucat
- Mudah memar atau berdarah
- Nyeri dada
- Kejang
- Koma
Jika Mama mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas setelah mengonsumsi paracetamol, segera hentikan penggunaannya dan cari bantuan medis secepatnya. Mama mungkin mengalami reaksi alergi atau keracunan paracetamol yang dapat membahayakan nyawa.
Itulah penjelasan tentang aturan minum paracetamol untuk Ibu menyusui. Semoga bermanfaat ya, Mam!
Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!
Sources:
1. Passage of paracetamol into breast milk and its subsequent metabolism by the neonate. URL: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1386281/ (diakses 23/12/2023)
2. Using paracetamol during breastfeeding. URL: https://www.sps.nhs.uk/articles/using-paracetamol-during-breastfeeding/ (diakses 23/12/2023)
3. Bu, Pahami Aturan Minum Obat Paracetamol Saat Menyusui. URL: https://hellosehat.com/parenting/bayi/menyusui/paracetamol-untuk-ibu-menyusui/ (diaskes 23/12/2023)
4. Amankah Konsumsi Paracetamol untuk Ibu Menyusui? Cek Faktanya. URL: https://www.halodoc.com/artikel/amankah-konsumsi-paracetamol-untuk-ibu-menyusui-cek-faktanya (diakses 23/12/2023)
5. Aturan Minum Obat Paracetamol untuk Ibu Menyusui dan Efek Sampingnya. URL: https://www.sehatq.com/artikel/paracetamol-untuk-ibu-menyusui (diakses 23/12/2023)
6. Paracetamol: Manfaat, Dosis, & Efek Samping. URL: https://www.honestdocs.id/parasetamol (diakses 23/12/2023)