“Kenapa, ya, ibu hamil sering merasa mual?” Pertanyaan itu mungkin sering muncul, terutama bagi Mama yang baru pertama kali hamil.
Menurut penjelasan dari Dr. Jennifer Niebyl, kepala kebidanan dan ginekologi di Fakultas Kedokteran Universitas Lowa, Amerika Serikat, 90% wanita hamil akan mengalami mual atau muntah selama kehamilan.
Umumnya, gejala tersebut muncul hanya di trimester awal kehamilan, tapi ada juga beberapa ibu hamil yang mengalami gejala ini lebih lama.
Produksi Hormon HCG

Perlu diketahui, saat sel telur yang sudah dibuahi menempel pada dinding rahim, tubuh akan memproduksi hormon Human Chorionic Gonadotropin (HCG) pada tingkat yang lebih tinggi selama trimester pertama dibandingkan pada waktu lain selama kehamilan.
Jadi, kondisi inilah yang menyebabkan rasa mual dan muntah pada ibu hamil di trimester pertama kehamilan.
Peningkatan Kadar Hormon Estrogen

Adanya peningkatan kadar hormon estrogen pada tubuh ibu hamil juga bisa membuat Mama merasa mual.
Akan tetapi, hormon estrogen ini berperan penting pada proses pembentukan pembuluh darah baru untuk menyalurkan nutrisi ke janin
Hormon ini juga mampu meningkatkan aliran darah dalam tubuh dan mendukung persiapan saluran susu di payudara Mama sejak kehamilan memasuki trimester kedua.
Baca juga: Kenalan dengan 2 Hormon Menyusui untuk ASI Melimpah!
Indra Penciuman Lebih Sensitif

Saat hamil ternyata indra penciuman Mama jadi lebih sensitif daripada biasanya. Ini disebabkan adanya kadar hormon HCG yang cukup tinggi dalam tubuh, sehingga mempengaruhi sistem saraf yang bertugas untuk menghantarkan sinyal bau ke otak.
Oleh karenanya, indra penciuman ibu hamil menjadi lebih sensitif terhadap bau tertentu. Bahkan aroma parfum kesukaan atau masakan favorit yang Mama sukai justru tercium lebih menyengat dan menyebabkan mual.
Mama Perlu Waspada Bila…
Ibu hamil sering merasa mual adalah hal yang normal, tapi ada beberapa kondisi mual yang sebaiknya perlu diwaspadai.
Misalnya, ketika Mama mual disertai nyeri pada perut, demam di atas 38 derajat Celcius, serta terjadi penurunan berat badan, maka dianjurkan agar Mama segera berkonsultasi dengan dokter.
Riset dari American Pregnancy Association (APA) mengungkapkan bahwa mual yang parah pada ibu hamil bisa menandai masalah kesehatan yang serius, contohnya hiperemesis gravidarum atau molar pregnancy (hamil anggur).
Hiperemesis gravidarum adalah kondisi medis yang menyebabkan ibu hamil kehilangan nutrisi penting yang dibutuhkan selama kehamilan.
Sementara molar pregnancy terjadi ketika pertumbuhan jaringan yang tidak normal berkembang di dalam rahim.
Tips Mengatasi Mual Saat Hamil
Berikut tips dari MamaBear untuk meringankan mual saat hamil:
- makan dalam porsi kecil tetapi sering,
- batasi jumlah konsumsi makanan yang terlalu pedas ataupun terlalu manis. Hal ini supaya asam lambung tetap berada pada kondisi normal,
- Kalau Mama merasakan mual di pagi hari, dianjurkan untuk bangun dari tempat tidur secara perlahan dan jika memungkinkan segera isi perut agar tidak kosong.
Selamat menikmati masa-masa kehamilan, Mama. Semoga sehat selalu, lancar proses melahirkannya & dimampukan menyusui si kecil hingga 2 tahun nanti.
Selagi menunggu kelahiran si kecil, Mama bisa bergabung di komunitas ibu menyusui Instagram @mamabearid & YouTube channel “MamaBear Pelancar ASI”. Feel free untuk berkonsultASI via kolom komentar ya Mama.
Sources:
Nausea and Vomiting in Pregnancy – Harvard Health
Doing Battle With Morning Sickness
Morning sickness during pregnancy: Symptoms, treatments, & causes | BabyCenter