Zinc, atau seng, adalah mineral penting yang memainkan peran vital dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk sistem kekebalan tubuh, pertumbuhan dan perkembangan sel, serta penyembuhan luka. Untuk Ibu menyusui, zinc memiliki peran yang lebih spesifik dan signifikan. Apa saja manfaatnya? Cari tahu, Yuk!
Pentingnya Zinc untuk Ibu Menyusui
Zinc adalah mineral esensial yang diperlukan dalam jumlah kecil, tetapi memiliki dampak besar pada kesehatan Ibu menyusui dan bayi. Inilah beberapa alasan mengapa zinc sangat penting untuk Ibu menyusui:
1. Meningkatkan Nutrisi ASI
Zinc untuk Ibu menyusui membantu dalam produksi dan nutrisi ASI. ASI yang kaya zinc akan memberikan nutrisi yang optimal bagi bayi, mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.
2. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh
Zinc berperan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh Ibu menyusui, membantu melawan infeksi dan penyakit. Ini sangat penting bagi ibu menyusui yang membutuhkan kesehatan optimal untuk merawat bayinya.
3. Mempercepat Penyembuhan Luka
Zinc diperlukan untuk penyembuhan luka dan perbaikan jaringan. Setelah melahirkan, terutama jika melalui operasi caesar, zinc membantu mempercepat proses penyembuhan.
4. Mengurangi Risiko Depresi Pasca Melahirkan
Kekurangan zinc telah dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi pasca melahirkan. Dengan memastikan asupan zinc yang cukup, Ibu menyusui dapat mengurangi risiko kondisi ini.
5. Meningkatkan Energi dan Vitalitas
Zinc membantu metabolisme energi, sehingga Ibu menyusui merasa lebih berenergi dan mampu menghadapi tuntutan perawatan bayi yang baru lahir.
Manfaat Zinc untuk Bayi Melalui ASI
ASI adalah sumber utama nutrisi bagi bayi, terutama selama enam bulan pertama kehidupan. Berikut beberapa manfaat zinc bagi bayi yang didapatkan melalui ASI:
1. Mendukung Pertumbuhan dan Perkembangan
Zinc berperan penting dalam pertumbuhan sel dan perkembangan bayi, termasuk perkembangan otak dan sistem saraf.
2. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh
Bayi yang mendapatkan cukup zinc melalui ASI akan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat, membantu melindungi mereka dari infeksi dan penyakit.
3. Mencegah Defisiensi Zinc
Bayi yang kekurangan zinc dapat mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan, serta rentan terhadap infeksi. ASI yang kaya zinc membantu mencegah defisiensi ini.
Baca juga: Seberapa Pentingkah Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Ibu Menyusui?
Sumber Zinc untuk Ibu Menyusui
Untuk memastikan asupan zinc yang cukup, Ibu menyusui perlu mengonsumsi makanan yang kaya zinc. Berikut adalah beberapa sumber makanan yang tinggi zinc:
- Daging dan Produk Hewani: Daging sapi, daging ayam, hati ayam
- Makanan Laut: Kerang-kerangan (tiram, kepiting, dan lobster), ikan
- Produk Susu: Keju, susu, yogurt
- Biji-bijian dan Kacang-kacangan: Biji labu, biji wijen, kacang almond, kacang mete
- Biji-bijian Utuh: Gandum utuh, oat, beras merah
- Sayuran: Bayam, Jamur, Brokoli
Baca juga: Kenali 5 Manfaat Ibu Menyusui Makan Daging Sapi
Tips Memenuhi Kebutuhan Zinc untuk Ibu Menyusui
Berikut beberapa tips untuk membantu Ibu menyusui memastikan mereka mendapatkan asupan zinc yang cukup:
1. Konsumsi Diet Seimbang
Pastikan untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan yang kaya zinc setiap hari. Diet seimbang membantu memastikan kebutuhan zinc dan nutrisi lainnya tercukupi.
2. Pilih Makanan Kaya Zinc
Prioritaskan makanan yang dikenal kaya akan zinc dalam setiap kali makan, seperti daging, makanan laut, dan biji-bijian.
3. Pertimbangkan Suplemen
Jika sulit mendapatkan zinc dari makanan sehari-hari, pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen zinc setelah berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.
4. Hindari Makanan Penghambat Penyerapan Zinc
Beberapa makanan dan minuman, seperti teh dan kopi, dapat menghambat penyerapan zinc. Hindari mengonsumsinya bersamaan dengan makanan kaya zinc.
5. Perhatikan Tanda Kekurangan Zinc
Gejala kekurangan zinc meliputi kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, kelelahan, dan gangguan penyembuhan luka. Jika mengalami gejala ini, segera konsultasikan dengan dokter.
Zinc dalam Suplemen untuk Ibu Menyusui
Jika sulit mendapatkan zinc yang cukup dari diet sehari-hari, suplemen zinc bisa menjadi alternatif. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait suplemen zinc:
- Konsultasikan dengan Dokter. Sebelum memulai suplemen zinc, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan dosis yang tepat.
- Pilih Suplemen Berkualitas. Pilih suplemen zinc dari produsen terpercaya yang sudah teruji kualitasnya.
- Perhatikan Dosis. Jangan melebihi dosis yang direkomendasikan, karena kelebihan zinc dapat menyebabkan efek samping seperti mual, muntah, dan diare.
Menjaga kesehatan Ibu menyusui adalah kunci untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal. Oleh karena itu, pastikan untuk memperhatikan asupan zinc dan nutrisi lainnya agar dapat menjalani masa menyusui dengan sehat dan penuh energi ya, Mam.
Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!
Sources:
1. Calcium, zinc, and vitamin D in breast milk: a systematic review and meta-analysis. URL: https://internationalbreastfeedingjournal.biomedcentral.com/articles/10.1186/s13006-023-00564-2 (diakses 28/6/2024)
2. Zinc supplementation during lactation. URL: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9701169/ (diakses 28/6/2024)
3. Zinc. URL: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK600581/ (diakses 28/6/2024)
4. Can I Take Zinc While Breastfeeding? URL: https://www.verywellfamily.com/can-i-take-zinc-while-breastfeeding (diakses 28/6/2024)