Puting nyeri sudah menjadi kendala yang sangat umum terjadi pada Mama yang sedang menyusui. Penyebabnya bisa jadi karena posisi menyusui yang kurang tepat, Si Kecil yang menggigit puting Mama, atau bahkan vasospasme. Nah, istilah yang terakhir ini mungkin baru pertama kali Mama dengar ya? Yuk, lanjutkan membaca artikel MamaBear ini untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai vasospasme!
Apa Itu Vasospasme?
Vasospasme adalah kontraksi yang terjadi secara tiba-tiba pada dinding otot arteri sehingga menyebabkan saluran arteri menyempit dan menghambat aliran darah. Vasospasme sendiri dapat terjadi pada berbagai organ tubuh, salah satunya adalah puting payudara.
Vasospasme pada puting terjadi jika terjadi tekanan pada pembuluh darah yang bertugas menyuplai darah pada puting sehingga mengurangi aliran darah menuju puting, Hal tersebut kemudian menghambat aliran ASI yang diproduksi Mama. Biasanya, akan disertai rasa nyeri yang intens pada puting payudara dan dapat berlangsung selama beberapa detik, menit, atau bahkan dalam waktu yang cukup lama hingga mengganggu kenyamanan Mama.
Mengapa Vasospasme Dapat Terjadi pada Puting?
Vasospasme pada puting umumnya terjadi pertama kali ketika Mama berada di masa kehamilan. Vasospasme dapat terjadi karena beberapa faktor, yaitu:
- Pernah mengalami trauma pada puting di masa lalu karena bayi tidak melakukan pelekatan menyusui dengan tepat;
- Mengalami fenomena Raynaud’s.
Gejala Vasospasme
Vasospasme puting sendiri dapat terjadi ketika Mama menyusui bayi dengan posisi yang kurang tepat sehingga pelekatan menyusui tidak sempurna dan mulut bayi memberikan tekanan yang terlalu besar terhadap puting payudara Mama.
Dalam kondisi lain, vasospasme juga dapat terjadi secara acak (tidak teratur) tanpa ada kaitannya dengan aktivitas menyusui. Hal ini dikenal sebagai fenomena Raynaud’s. Risiko vasospasme umumnya lebih tinggi ketika Mama memiliki kondisi-kondisi seperti berikut ini:
- Memiliki jari-jari dan kaki yang sering terasa dingin;
- Memiliki sirkulasi darah yang buruk;
- Memiliki berat badan di bawah rata-rata jika ditinjau menurut tinggi badan Mama;
- Merokok, karena nikotin dapat menyempitkan pembuluh darah.
Perlu diketahui, tidak semua kasus nyeri puting disebabkan oleh vasospasme. Jadi, bagaimana sih, ciri-cirinya jika puting Mama mengalami vasospasme?
- Rasa nyeri seperti terbakar yang hebat pada puting, disertai denyutan;
- Warna puting memucat;
- Puting berubah warna menjadi biru atau ungu sebelum kembali ke warna aslinya.
Fenomena Raynaud’s
Fenomena ini secara umum dikenal dengan Raynaud’s dan berlangsung saat vasospasme terjadi secara tidak teratur tanpa memiliki kaitan dengan proses menyusui. Vasospasme Raynaud’s disebabkan oleh gangguan sementara pada aliran darah normal dalam pembuluh darah kecil di area kaki dan tangan. Itulah sebabnya tangan, jempol, hidung, mulut, dan telinga merupakan bagian tubuh yang paling rentan terkena vasospasme Raynaud’s. Jika Mama pernah mengalami kondisi vasospasme Raynaud’s saat hamil, maka Mama berpotensi lebih tinggi untuk mengalami vasospasme puting saat menyusui.
Cara Mengatasi Vasospasme
Mama dapat merasakan rasa sakit akibat vasospasme sebelum, saat, serta setelah menyusui, atau bahkan ketika sedang tidak menyusui sekalipun. Mama dapat mengatasi vasospasme dengan menghindari faktor-faktor pemicunya dan melancarkan aliran darah pada puting payudara. Berikut adalah hal-hal yang sebaiknya Mama lakukan:
1. Kompres hangat
Cara pertama yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi vasospasme adalah mengompres payudara dengan air hangat. Kompres hangat pada payudara Mama bertujuan untuk mengurangi ketegangan pembuluh darah yang sedang mengalami kontraksi. Dengan demikian, Mama dapat mengurangi rasa nyeri secara langsung. Lakukan hal ini dengan durasi yang Mama inginkan hingga Mama kembali merasa nyaman.
2. Menemukan posisi menyusui yang nyaman
Posisi menyusui yang tepat dan nyaman juga dapat mengatasi kondisi vasospasme pada Mama. Posisi menyusui yang salah akan menyebabkan bayi menghisap puting payudara Mama dengan tidak nyaman. Dampaknya, bayi akan kesulitan mendapatkan ASI sehingga penyerapan ASI-nya tidak optimal. Selain itu, bayi juga dapat memberikan tekanan dan isapan yang berlebihan pada puting payudara Mama sehingga berpotensi menimbulkan rasa nyeri pada puting. Hal inilah yang kemudian dapat memicu vasospasme.
3. Mengenakan pakaian yang hangat
Cara mengatasi vasospasme selanjutnya adalah dengan cara mengenakan pakaian tebal dan hangat. Hal ini bertujuan untuk menghindari puting Mama terpapar udara dingin secara langsung. Rasa kedinginan dapat memicu kontraksi pada dinding otot arteri sehingga menghambat aliran darah dan memicu vasospasme.
4. Mengobati infeksi dan pecah-pecah pada puting payudara
Infeksi dan kondisi puting pecah-pecah juga menjadi faktor pemicu vasospasme. Jika menghadapi kedua gejala ini, sebaiknya Mama segera mengobatinya dengan cara:
- Pijat payudara untuk melancarkan saluran ASI;
- Konsumsi obat pereda nyeri sesuai pengawasan dokter;
- Perbanyak istirahat;
- Menggunakan bra yang tidak terlalu ketat;
- Konsumsi makanan sehat dan perbanyak minum air mineral;
- Mengoleskan ASI atau minyak zaitun pada bagian puting yang lecet.
5. Menghangatkan suhu ruangan
Selanjutnya, Mama juga dapat menghangatkan suhu ruangan untuk mengurangi risiko terjadinya kontraksi. Hal ini dilakukan agar suhu ruangan tidak terlalu dingin yang berpotensi akan mempersempit pembuluh darah Mama. Termasuk pada saat mau mandi, Mama dapat menghangatkan suhu kamar mandi dengan menyalakan air hangat terlebih dahulu.
6. Konsumsi suplemen dan obat-obatan
Mama diperbolehkan untuk mengonsumsi suplemen dan obat-obatan apabila rasa nyeri berlangsung terus menerus dan sering terjadi. Namun, sebaiknya konsumsinya tetap berada dalam pengawasan dokter dan sesuai dosis yang dianjurkan, ya. Mama dapat mengonsumsi suplemen yang berfungsi untuk melancarkan aliran darah, seperti fish oil dan tablet magnesium.
Nah, sekarang Mama sudah mengenali apa itu vasospasme, gejala, dan cara mengatasinya. Tenang saja, ya, semoga Mama cepat sehat dan dapat menyusui dengan normal kembali. Untuk Mama yang sedang berjuang menyusui, semangat, ya, Mam!
Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!
Penulis: Alvin Wardiman
Editor: Khoirunnisa Purwamita
Sources:
Vasospasm and Breastfeeding (pregnancybirthbaby.org)
Nipple Vasospasm (thewomens.org.au)
Vasospasme, Penyebab Puting Sakit Saat Menyusui (klikdokter.com)