Berbagai persiapan perlu dilakukan saat menjalani kehamilan, salah satunya pemeriksaan fundus uteri. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesehatan Ibu hamil dan perkembangan janin dalam kondisi yang optimal. Yuk, simak berbagai manfaat mengetahui tinggi fundus uteri dan cara mengukurnya secara tepat!
Apa itu Tinggi Fundus Uteri?
Tinggi Fundus Uteri adalah jarak antara tulang kemaluan (symphysis pubis) dan bagian atas rahim. Pengukuran fundus uteri dilakukan untuk melihat kesesuaian pertumbuhan janin dengan usia kehamilan dan mendeteksi adanya komplikasi kehamilan.
Pengukuran ini dimulai sekitar usia kehamilan 20 minggu (4 bulan) dan dilakukan pada setiap pemeriksaan kehamilan.
Tujuan pengukuran ini adalah untuk melihat usia kehamilan, mendeteksi komplikasi kehamilan, dan memahami posisi janin di dalam rahim.
Ukuran Fundus Uteri Berdasarkan Usia Kehamilan:
- 20 minggu: Fundus uteri sekitar 20 cm atau 2–3 jari di bawah pusar.
- 22–27 minggu: Tinggi fundus uteri antara 22–27 cm (sesuai usia kehamilan) atau setinggi pusar.
- 28 minggu: Tinggi fundus uteri sekitar 28 cm atau antara pusar dan prosesus xifoid (ujung tulang dada).
- 29–35 minggu: Tinggi fundus uteri antara 29–35 cm (sesuai usia kehamilan) atau 3 jari di bawah prosesus xifoid.
- 36–40 minggu: Tinggi fundus uteri sekitar 36 cm atau tepat di prosesus xifoid serta bisa juga pertengahan pusar dan prosesus xifoid.
- Fundus uteri umumnya mencapai titik tertinggi pada usia 36 minggu dan akan menurun setelahnya karena kepala janin sudah bergerak menuju panggul ibu sebagai persiapan untuk persalinan.
Baca juga: Kenali Makrosomia pada Ibu Hamil. Ini Penjelasannya!
Cara Mengukur Tinggi Fundus Uteri
Pengukuran fundus uteri dapat dilakukan oleh dokter atau bidan di rumah sakit maupun secara mandiri di rumah. Alat yang digunakan untuk mengukur fundus uteri adalah pita ukur atau meteran gulung.
- Kosongkan kandung kemih sebelum mengukur fundus uteri.
- Berbaring telentang dan ukur jarak dari simfisis pubis (tulang kemaluan) hingga bagian atas perut (fundus).
Faktor yang Mempengaruhi Ukuran Fundus Uteri
Jangan langsung khawatir jika Mama memiliki fundus uteri yang tidak sesuai dengan usia kehamilan. Pasalnya, ada beberapa hal yang perlu Mama ketahui saat fundus uteri terlalu kecil atau besar, seperti berikut:
- Tubuh Ibu hamil yang kecil, otot perut yang kencang, atau menderita oligohidramnios dapat memengaruhi hasil pengukuran.
- Gangguan pertumbuhan janin (FGR) juga dapat menyebabkan ketidaksesuaian ukuran fundus uteri.
- Fundus uteri yang lebih besar dari usia kehamilan dapat terjadi pada Ibu hamil yang mengalami obesitas, hamil anak kembar, posisi bayi sungsang, atau memiliki fibroid rahim.
Baca juga: 5 Cara Mengurangi Risiko Obesitas pada Ibu Hamil
Semoga informasi ini membantu Mama memahami cara menghitung fundus uteri selama masa kehamilan. Jika Mama memiliki pertanyaan lebih lanjut, Mama bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan ya, Mam.
Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!
Sources:
1. Fundal height: An accurate sign of fetal growth? URL: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/fundal-height/ (diakses pada 29/5/2024)
2. Fundal Height: What It Is, Why It Matters, and How to Measure It. URL: https://www.webmd.com/baby/what-to-know-about-measuring-fundal-height (diakses pada 29/5/2024)
3. Fundal Height: Measurement, What It Means & Accuracy. URL: https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/22294-fundal-height (diakses pada 29/5/2024)