
Cuti sudah hampir habis, Mama akan mulai bekerja kembali dan terpisah dari si kecil beberapa waktu saat bekerja nanti. Segala kekhawatiran mulai muncul, mulai dari bisa tidaknya tetap mengASIhi meski berjauhan, atau cukup tidaknya stok ASI si kecil saat ditinggal bekerja. Worry no more, Ma. Asal mengetahui manajemen ASI working Mama ini, Mama bisa sukses mengASIhi sampai 2 tahun.
Lantas, bagaimana cara manajemen ASI working Mama yang baik?
Terdapat beberapa manajemen ASI working Mama yang bisa dilakukan baik di rumah maupun di tempat kerja. Simak penjelasannya ya, Mam!
Manajemen ASI Working Mama
- Membangun Suplai ASI yang Baik
Sebenarnya, manajemen ASI working Mama sudah bisa mulai dipersiapkan setelah melahirkan.
Setelah melahirkan Si Kecil, Mama dianjurkan untuk menyusuinya sesegera mungkin. Hal ini akan membantu untuk membangun suplai ASI yang baik sejak dini. Menyusui Si Kecil secara eksklusif selama empat minggu pertama akan membantu meningkatkan produksi ASI Mama. Hal ini karena di awal kelahiran si kecil, PD Mama msih menyesuaikan diri untuk memproduksi ASI sesuai permintaan. Bila momen ini dimanfaatkan untuk membuat permintaan sebanyak mungkin, maka suplai ASI pun bisa meningkat. Tak hanya itu saja loh, Mam, momen ini juga sangat baik untuk Mama belajar cara menyusui dan membangun kedekatan dengan Si Kecil. Pastikan Mama betul-betul menguasai posisi pelekatan menyusui yang tepat agar mahir dalam menyusui dan utamakan menyusui setiap saat bersama si kecil
“Trus, kalo nyusuin terus, pumpingnya kapan dong?”
Pumping dapat dimulai pada 2 minggu sebelum masa cuti habis. Pumping di satu PD ketika si kecil menyusu pada PD lainnya, saat si kecil tidur, setelah menyusui si kecil, serta tambahkan 1 kali sesi power pumping di malam hari. Hasil pumping inilah yang bisa diberikan pada saat Mama mulai bekerja.
- Memenuhi Asupan Nutrisi Ibu Menyusui
Mam, nggak hanya kebutuhan nutrisi Si Kecil saja, ya, yang harus dipenuhi. Kebutuhan nutrisi Mama pun juga harus dipenuhi. Mama bisa mengonsumsi makanan yang bergizi lengkap bagi tubuh Mama dan Si Kecil. Mengonsumsi multivitamin dan susu khusus ibu menyusui juga dapat membantu agar asupan nutrisi Mama terpenuhi. Nutrisi yang lengkap akan membantu mendukung produksi ASI berjalan lancar dan memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil serta menjaga kesehatan Mama. Agar lebih praktis, Mama bisa memilih produk-produk MamaBear yang lengkap kandungan nutrisi makro dan mikronya untuk menunjang kebutuhan nutrisi harian Ibu menyusui.
- Menyiapkan Alat Perah dan Mempelajari Cara Memerah ASI
Hal ini penting dilakukan, ya, Mam agar Mama tidak mengalami kesulitan saat sudah dekat waktu kembali bekerja dan menjadi lebih terbiasa. Adapun alat-alat memerah ASI yang bisa Mama persiapkan yaitu pompa ASI, wadah atau botol tempat ASIP, sterilizer, dan lainnya. Panduan memerah ASI bisa Mama pelajari di rumah dengan cermat, ini akan membantu Mama agar dapat memerah ASI dengan baik dan benar.
- Menyiapkan Persediaan ASI di Rumah
Manajemen ASI working Mama selanjutnya adalah dengan menyiapkan persediaan ASI di rumah. Sebaiknya, 1 bulan hingga 2 minggu sebelum Mama mulai kembali bekerja, Mama sudah menyiapkan persediaan ASI dengan rutin memerah ASI minimal 3x sehari. Dengan begitu, Mama tetap bisa memberikan ASI kepada Si Kecil.
Jumlah ASIP yang harus dipersiapkan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi Mama, ya, karena setiap bayi tentu memiliki kebutuhan ASI yang berbeda. Kebutuhan ASI tentu akan meningkat sesuai dengan bertambahnya usia dan berat badan bayi. Kemudian berangsur menurun setelah mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI) saat memasuki usia 6 bulan ke atas.
- Mempelajari Cara Menyimpan ASIP
Dilansir dari Alodokter.com, botol kaca atau plastik tempat ASIP harus bebas dari Bisphenol-A (BPA) dan telah disterilkan untuk menjaga kesehatan Si Kecil. Setelah itu, Mama bisa memberi label berupa keterangan jam dan tanggal ASI diperah. Jika ASIP ditempatkan bersamaan dengan botol ASIP anak lain di kantor, maka Mama bisa menambahkan keterangan nama Mama dan Si Kecil di labelnya.
Saat membawa ASIP pulang sebaiknya Mama menggunakan cooler bag agar kualitas ASIP tetap terjaga. Mama juga bisa menempatkan ASIP di freezer ketika di rumah. Bila akan memberikan ASIP pada Si Kecil, Mama bisa memilih metode pemberian ASIP FIFO atau LIFE sesuai dengan pertimbangan masing-masing Mama.
- Mempelajari Cara Menghangatkan ASIP
Untuk menghangatkan ASIP, botol ASIP yang sebelumnya disimpan di freezer bisa Mama turunkanke chiller pada malam sebelumnya. Selanjutnya rendam dalam air suhu ruang atau air hangat untuk menghangatkan ASI perah tersebut. Kemudian Mama bisa memberikannya kepada Si Kecil dengan menggunakan sendok atau pipet. Sebaiknya, Mama menghindari untuk menghangatkan ASIP menggunakan microwave atau merebus ASIP karena akan terlalu panas untuk mulut Si Kecil dan bisa merusak kandungan gizi di dalam ASIP.
- Berkomunikasi dengan Atasan
Saat mulai bekerja, Mama bisa mencoba untuk berbicara kepada atasan mengenai kebutuhan Mama dalam memerah ASI. Hal ini akan membantu perusahaan memberikan fasilitas yang memadai bagi ibu menyusui untuk mendukung manajemen ASI working Mama seperti ruangan memompa ASI yang bersih, serta tempat penyimpanan pompa ASI dan ASIP di kantor.
- Utamakan Menyusui Langsung saat Bersama Si Kecil
Mama tetap dapat menyusui Si Kecil secara langsung pada pagi hari sebelum berangkat bekerja dan malam hari sepulang dari bekerja.
Hal ini sangat bermanfaat untuk menjaga bonding Mama dan Si Kecil. Selain itu, menyusui Si Kecil juga dapat memperlancar produksi ASI Mama, karena hisapan si kecil adalah hisapan terbaik. Saat akhir pekan tetap usahakan untuk menyusui Si Kecil secara langsung, ya, Mam.
- Membuat Jadwal Memerah ASI
Jadwal memerah ASI dibuat agar Mama menjadi lebih teratur dalam memompa ASI karena hal ini merupakan salah satu cara dalam manajemen ASI working Mama. Selain itu, Mama juga bisa memasang alarm sebagai pengingat waktu untuk memerah ASI agar tidak lupa.
Dilansir dari Feature Article Clinical, salah satu hal yang mendukung dalam keberhasilan menyusui saat bekerja adalah memerah ASI. Semakin sering Mama memerah ASI, maka akan semakin banyak pula ASI yang akan Mama hasilkan. Idealnya, Mama bisa memerah ASI setiap 2,5-3 jam atau 3-4x dalam 8 jam kerja.
- Dukungan dari Papa dan Keluarga
Komitmen untuk tetap memberikan ASI saat sudah kembali bekerja bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Untuk itu, dukungan dari Papa dan keluarga pasti akan sangat berarti bagi Mama.
Dukungan positif dari Papa dan keluarga tentunya akan memberikan dorongan psikologis yang positif pula pada Mama sehingga membuat pikiran Mama menjadi lebih tenang karena menerima support dari orang-orang terdekatnya. Bentuk dukungan positif yang bisa Papa dan keluarga berikan pada Mama seperti mempelajari manajemen ASI working Mama untuk mendukung Mama dalam menyusui, dan ikut membantu dalam menjaga Si Kecil saat Mama bekerja.
Mam, itulah beberapa cara manajemen ASI working Mama yang bisa dilakukan. Berdasarkan penjelasan di atas, diharapkan Mama bisa lebih mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan manajemen ASI working Mama dengan sebaik-baiknya. Manajemen ASI working Mama berguna untuk mendukung kesuksesan Mama dalam memenuhi nutrisi ASI Si Kecil saat Mama telah kembali bekerja. Bagaimana manajemen ASI Mama setelah mulai bekerja kembali? SHARE yuk cerita Mama.
Writer: Fernika Windi
Editor: Mega Pratidina
Source:
Challenges of The Working Breastfeeding Mother (journals.sagepub.com)
Manajemen ASI Perah untuk Ibu Pekerja (alodokter.com)
7 breastfeeding tips for working mothers (indianexpress.com)
10 Tips Manajemen ASI yang Baik Bagi Ibu Bekerja (kalcare.com)
Working Mom Juga Bisa ASI Eksklusif! Ini 7 Rahasianya (cekaja.com)
Breastfeeding as a Working Mother (healthhub.sg)