Tidur merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang bayi. Kualitas tidur yang baik tidak hanya penting bagi bayi, tetapi juga bagi orang tua. Untuk itu, ada sebuah metode yang dikenal dengan sleep training. Apakah itu sleep training pada bayi? Simak penjelasannya berikut ini, Mam!
Apa itu Sleep Training?
Sleep training adalah metode yang dirancang untuk membantu bayi belajar tidur sendiri dengan nyaman dan lama pada malam hari. Ini bertujuan untuk melatih bayi agar dapat merasa tenang dan tidur kembali dengan sendirinya tanpa bantuan dari orang lain.
Manfaat Sleep Training
Sebuah penelitian menyebutkan masalah tidur bayi berhubungan dengan depresi orang tua, tekanan psikologis, dan kesehatan yang buruk.
Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan sekitar 1 dari 4 hingga 1 dari 10 mendapat manfaat dibandingkan dengan orang tua yang tidak melakukan sleep training. Skala suasana hati Ibu juga meningkat secara statistik secara signifikan.
Berikut ini manfaat lain menerapkan sleep training pada bayi:
- Kualitas tidur yang lebih baik. Bayi yang telah menjalani sleep training biasanya dapat tidur lebih nyenyak selama 9—12 jam pada malam hari.
- Bayi tenang di siang hari. Dengan tidur yang lebih baik di malam hari, bayi akan merasa lebih tenang pada siang hari dan tidak mudah rewel.
- Ikatan batin yang lebih kuat. Sleep training juga dapat mengeratkan ikatan batin antara bayi dengan orang tua atau pengasuh.
Baca juga: Serba-Serbi White Noise, Pengantar Tidur Si Kecil
Kapan Waktu yang Tepat Melakukan Sleep Training?
Dilansir dari Cleveland Clinic, Menurut Dr. Noah Schwartz, MD, sleep training sebaiknya dimulai saat bayi berusia 4 bulan, ketika mereka sudah mulai memahami bahwa mereka bisa menenangkan diri sendiri dan ritme sirkadian mereka sudah terbentuk.
Ritme sirkadian atau jam biologis tubuh adalah mekanisme pengaturan waktu dalam tubuh yang bekerja secara otomatis. Ritme sirkadian memiliki peran penting dalam menentukan siklus tidur, Mam.
Persiapan sebelum Memulai Sleep Training
Sebelum memulai sleep training pada bayi, ada beberapa persiapan yang perlu Mama lakukan agar prosesnya lebih efektif dan nyaman. Inilah beberapa tips untuk mempermudah sleep training:
- Waktu Konsisten. Tidurkan bayi pada waktu yang konsisten setiap malam. Menjaga rutinitas tidur yang sama membantu bayi memahami kapan waktunya tidur dan merasa lebih tenang.
- Pastikan Kondisi Bayi. Sebelum tidur, pastikan bayi sudah kenyang, popoknya bersih, dan dalam keadaan siap untuk tidur. Kondisi fisik yang nyaman akan membantu bayi lebih mudah tidur sendiri.
- Night Routine. Mama bisa menciptakan rutinitas malam sebelum tidur untuk membuat tubuh bayi lebih rileks. Misalnya, mandikan bayi dan berikan pijatan-pijatan lembut sebelum tidur.
- Kesabaran: Sleep training bukan proses yang instant, menerapkan metode ini membutuhkan waktu dan kesabaran dari orang tua.
Baca juga: 7 Tips Ampuh Agar Bayi Tidur Nyenyak yang Perlu Mama Coba
Metode Sleep Training
Melansir dari Web Md, ada berbagai metode sleep training yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan Mama dan si Kecil, seperti:
1. Cry-It-Out Method
Membiarkan bayi menangis sendiri saat terbangun di malam hari tanpa intervensi langsung dari orang tua. Kunci untuk metode adalah tidak masuk untuk menghibur bayi saat menangis, selama Mama sudah memastikan bayi dalam kondisi yang baik, seperti kenyang, popok kering, dan tidak sakit atau terluka.
Metode ini bisa sulit bagi orang tua, karena tidak tega saat mendengar si Kecil menangis. Tetapi beberapa sumber menyebutkan metode ini terbukti bekerja paling cepat dalam beberapa malam.
2. Ferber Method
Metode ini mirip dengan cry-it-out tetapi lebih bertahap. Untuk beberapa malam pertama, Mama akan segera kembali untuk menenangkan bayi saat menangis. Ketika bayi tenang, Mama akan meninggalkan ruangan lagi, secara bertahap meningkatkan waktu respons Mama sampai bayi dapat menenangkan diri.
3. No-Tears Method
Pendekatan yang lebih lembut dan meminimalkan tangisan bayi dengan memberikan kenyamanan secara bertahap. Mama bisa memasuki ruangan dan menghibur si Kecil kapan saja ia menangis.
Kunci keberhasilan dari metode ini adalah Mama harus menaruh si Kecil kembali di tempat tidur saat ia masih terjaga. Ini memastikan bahwa bayi merasa percaya diri tertidur sendiri dan tidak bergantung pada orang tua.
4. The Chair Method
Metode ini dimulai dengan menjalani rutinitas malam hari dan menempatkan bayi di tempat tidurnya. Lalu, Mama akan duduk di kursi di sebelah tempat tidur bayi. Jika bayi menangis, Mama akan memberi tepukan di punggung dan mengucapkan beberapa kata yang meyakinkan tanpa mengangkatnya.
Selanjutnya, Mama secara bertahap akan memindahkan kursi lebih jauh tempat tidur bayi setiap malam, sampai bayi dapat tertidur tanpa Mama di kamar.
Ingatlah bahwa setiap bayi unik, dan metode sleep training yang cocok bisa berbeda-beda. Jika ragu, selalu konsultasikan dengan dokter spesialis anak sebelum memulai sleep training. Semoga proses sleep training berjalan lancar dan membantu bayi tidur lebih nyenyak ya, Mam!
Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!
Sources:
1. How to Train Your Baby to Sleep. URL: https://www.webmd.com/baby/how-to-train-your-baby-to-sleep (diakses 10/4/2024)
2. When and How To Sleep Train Your Baby. URL: https://health.clevelandclinic.org/when-and-how-to-sleep-train-your-baby (diakses 10/4/2024)
3. Baby sleep training: When and how to start. URL: https://www.babycenter.com/baby/sleep/baby-sleep-training-the-basics_1505715 (diakses 10/4/2024)
4. The 5 Best Sleep Training Methods. URL: https://www.parents.com/baby/sleep/basics/sleep-training-methods/ (diakses 10/4/2024)
5. Infant sleep training: rest easy? URL: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5962992/
6. Sleep Routines in Children. URL: https://jcsm.aasm.org/doi/epdf/10.5664/jcsm.7826 (diakses 10/4/2024)