Memasuki fase MPASI adalah perjalanan yang seru dan penuh tantangan. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, “Bolehkah santan digunakan dalam MPASI?” Nah, kali ini kita akan membahas manfaat santan, cara memilih, mengolah, serta menyimpannya dengan benar agar tetap aman untuk si Kecil.
Apakah Santan Diperbolehkan untuk MPASI?
Santan bisa menjadi tambahan yang baik dalam MPASI jika digunakan dengan bijak. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), makanan berbasis lemak sehat sangat penting untuk perkembangan otak bayi (AAP, 2021). Santan mengandung lemak baik yang dapat membantu memenuhi kebutuhan energi si Kecil.
Namun, karena teksturnya yang kaya dan kadar lemaknya yang cukup tinggi, pemberian santan sebaiknya dimulai secara bertahap setelah bayi berusia 6 bulan dan dalam jumlah kecil.
Kandungan Nutrisi dalam Santan
Santan mengandung berbagai nutrisi penting, di antaranya:
- Lemak sehat: Membantu perkembangan otak dan sistem saraf bayi.
- Protein: Berperan dalam pembentukan jaringan tubuh.
- Vitamin E: Bersifat antioksidan dan baik untuk kesehatan kulit serta sistem imun.
- Zat besi: Berperan dalam pembentukan hemoglobin.
- Kalium dan magnesium: Mendukung fungsi otot dan saraf.
Baca Juga: Bolehkah Minyak Goreng Digunakan untuk MPASI?
Manfaat Santan dalam MPASI
- Sumber energi: Lemak dalam santan membantu memenuhi kebutuhan energi bayi.
- Membantu pencernaan: Kandungan asam laurat dalam santan mirip dengan yang ada dalam ASI, sehingga baik untuk sistem pencernaan bayi (Fernández et al., 2018).
- Menambah rasa dan tekstur: Santan memberikan kelembutan alami pada makanan bayi.
Hal yang Perlu Diperhatikan saat Mengolah Santan
- Gunakan santan dalam jumlah kecil, sekitar 1-2 sdt per porsi MPASI.
- Tambahkan santan setelah makanan matang untuk menghindari kehilangan nutrisinya.
- Hindari memasak santan dengan suhu tinggi karena dapat membuat lemaknya terpisah.
Tips Memilih Santan Segar
- Pilih kelapa yang masih segar dan berat (menandakan kadar airnya tinggi).
- Perhatikan warna dan aroma santan—seharusnya putih bersih dan tidak tengik.
- Jika membeli santan di pasar, pastikan tidak berbau asam atau berubah warna.
Rekomendasi Santan Instan untuk MPASI
Jika Mama ingin kemudahan, santan instan bisa menjadi pilihan, tetapi pastikan memilih yang:
- Tanpa tambahan pengawet atau pewarna.
- Tidak mengandung tambahan gula atau garam.
- Bersertifikat aman untuk bayi.
Tips Membuat Santan Sendiri
Jika ingin lebih alami, Mama bisa membuat santan sendiri:
- Pilih kelapa tua yang dagingnya tebal.
- Parut kelapa, lalu peras dengan sedikit air hangat.
- Saring menggunakan kain bersih untuk mendapatkan santan murni.
Bolehkah MPASI dengan Santan Disimpan di Kulkas?
MPASI berbahan santan bisa disimpan di kulkas selama maksimal 24 jam dalam wadah tertutup. Untuk penyimpanan lebih lama, bisa dibekukan dalam freezer hingga 1 bulan.
Baca Juga: Banyak Manfaat Santan untuk MPASI Bayi. Cek Di sini!
Bolehkah MPASI dengan Santan Dipanaskan Kembali?
Ya, MPASI yang mengandung santan boleh dipanaskan kembali, tetapi lakukan dengan cara yang tepat:
- Gunakan api kecil untuk menghindari pemisahan minyak.
- Jika terlalu kental, tambahkan sedikit air matang.
- Jangan panaskan lebih dari satu kali untuk menjaga kualitas makanan.
Mama, santan bisa menjadi tambahan yang bermanfaat dalam MPASI, asalkan digunakan dengan bijak dan dalam jumlah yang sesuai. Selain memberikan nutrisi tambahan, santan juga dapat memperkaya rasa dan tekstur makanan si Kecil. Namun, ingatlah bahwa ASI tetap menjadi sumber nutrisi utama bagi bayi hingga usia 2 tahun. Semoga informasi ini bermanfaat dan semakin memudahkan Mama dalam memberikan MPASI terbaik untuk buah hati! 💕
Referensi
- American Academy of Pediatrics. (2021). Infant Nutrition Guidelines. Retrieved from https://www.aap.org
- Fernández, A., et al. (2018). The Role of Lauric Acid in Infant Nutrition. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition, 67(4), 453-460. https://doi.org/10.1097/MPG.0000000000002099