fbpx

Puasa intermitten adalah metode diet yang melibatkan siklus antara periode makan dan periode puasa. Metode ini telah menjadi populer sebagai cara untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan.

Beberapa Ibu menyusui mungkin tertarik melakukan puasa intermitten sebagai salah satu cara diet setelah melahirkan. Tapi, amankah puasa intermitten saat menyusui?

Amankah Puasa Intermitten Saat Menyusui?

Menyusui adalah periode penting di mana asupan nutrisi Mama secara langsung mempengaruhi kesehatan dan pertumbuhan bayi. Oleh karena itu, puasa intermitten saat menyusui perlu Mama pertimbangkan dengan hati-hati.

Puasa intermitten saat menyusui memiliki manfaat seperti, membantu mengatur berat badan dan meningkatkan sensitivitas insulin. Ini juga dapat memberikan waktu bagi tubuh untuk memperbaiki sel dan memulihkan fungsi organ.

Tetapi, para ahli gizi dan tenaga kesehatan sering kali tidak menyarankan puasa intermitten saat menyusui, terutama jika masih dalam ASI eksklusif. Hal ini dikhawatirkan bisa mempengaruhi produksi dan nutrisi ASI Mama.

Menurut Academy of Nutrition and Dietetics, Ibu menyusui membutuhkan tambahan 330 hingga 600 kalori per hari untuk mendukung produksi ASI yang optimal.

Jadi, jika ingin melakukan puasa intermitten, Mama harus memastikan bahwa asupan kalori, nutrisi, dan cairan cukup selama periode makan. Ini penting untuk mendukung produksi ASI yang optimal dan memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.

Baca juga: 6 Tips Ibu Menyusui Mengatasi Dehidrasi Saat Puasa

Apakah Risiko Intermitten Fasting saat Menyusui?

Puasa intermitten dapat membatasi asupan kalori dan nutrisi yang diperlukan, yang berpotensi mengurangi kandungn nutrisi dalam ASI, khususnya zat besi, yodium, dan vitamin B-12. Ini dapat menyebabkan bayi tidak mendapatkan nutrisi yang cukup.

Selain itu, puasa intermitten saat menyusui bisa menyebabkan dehidrasi, yang juga dapat mempengaruhi penurunan produksi ASI.

Baca juga: Busui, Ini 5 Cara Meningkatkan Produksi ASI saat Puasa!

Alternatif untuk Puasa Intermitten Saat Menyusui

Bagi Ibu menyusui yang ingin mengatur berat badan atau meningkatkan kesehatan, ada beberapa alternatif yang lebih aman daripada puasa intermitten, seperti:

  • Diet Seimbang: Mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi, termasuk protein, zat besi, dan kalsium.
  • Hidrasi yang Cukup: Memastikan asupan cairan yang memadai untuk mendukung produksi ASI.
  • Olahraga Teratur: Melakukan aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi setelah melahirkan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Puasa Intermitten

Ada beberapa hal yang perlu Mama perhatikan saat memutuskan melakukan puasa intermitten:

  • Kebutuhan kalori: Ibu menyusui membutuhkan tambahan 450 hingga 500 kilokalori per hari. Penting untuk mengonsumsi sekitar 2.300 hingga 2.500 kalori setiap hari untuk mendukung pembentukan ASI dan memberikan energi saat menyusui.
  • Nutrisi yang cukup: Pastikan untuk mendapatkan nutrisi yang cukup, terutama protein, karbohidrat, dan lemak, yang esensial untuk kesehatan Mama dan bayi.
  • Hidrasi yang cukup: Minum sekitar 16 gelas air setiap hari atau dua kali lipat dari yang dibutuhkan jika tidak menyusui, untuk mencegah dehidrasi yang dapat mempengaruhi produksi ASI.
  • Pantau berat badan bayi: Pastikan berat badan bayi tetap bertambah dan tidak ada efek samping bagi Mama seperti pusing, mual dan pingsan.
  • Berkonsultasi dengan dokter: Penting bagi Mama untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai. Mereka dapat memberikan saran yang sesuai dengan kebutuhan Mama dan memastikan bahwa kebutuhan nutrisi Mama dan bayi terpenuhi dengan baik.

Jika Mama merasa tidak mendapatkan cukup kalori, nutrisi, atau cairan saat melakukan puasa intermittent, disarankan untuk menunda metode ini sampai lebih aman dilakukan atau setelah masa menyusui berakhir ya, Mama. Semoga artikel ini bermanfaat!

Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!

Sources:

1. Efektif Turunkan Berat Badan, Apakah Ibu Menyusui Boleh Puasa Intermitten? URL: https://www.gooddoctor.co.id/parenting/efektif-turunkan-berat-badan-apakah-ibu-menyusui-boleh-puasa-intermitten/ (diakses 4/3/2024)

2. Can I Use Intermittent Fasting While Breastfeeding? URL: https://www.verywellfamily.com/can-i-use-intermittent-fasting-while-breastfeeding (diakses 4/3/2024)

3. What You Need to Know About Intermittent Fasting While Breastfeeding. URL: https://www.healthline.com/health/breastfeeding/intermittent-fasting-breastfeeding (diakses 4/3/2024)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *