Peran suami saat istri melahirkan merupakan salah satu hal paling krusial dalam persiapan kelahiran si Kecil. Papa sudah seharusnya menjadi support system utama bagi Mama dalam menjalani seluruh proses perkembangan si Kecil.
Peran Papa tentu tidak hanya dibutuhkan saat masa melahirkan saja, tetapi mulai masa kehamilan hingga menyusui. Ketika tidak mendapatkan dukungan penuh selama proses melahirkan, maka bisa saja menyebabkan Mama merasa kesepian, atau bahkan trauma. Lalu, apa saja peran suami saat istri melahirkan? Lanjutkan membaca yuk, Mama…
Bentuk Dukungan Suami saat Istri Melahirkan
Dukungan suami saat istri melahirkan dapat dilakukan dalam beberapa bentuk, antara lain:
1. Dukungan Fisik (Physical Support)
Dukungan secara fisik dapat dilakukan oleh Papa dengan cara mencari informasi selengkapnya mengenai proses kelahiran, hal-hal yang perlu diketahui selama melahirkan, serta kebutuhan persalinan Mama sehingga Papa dapat memberikan dukungan dalam bentuk terbaik.
Beberapa hal dapat Papa latih di rumah sehingga tidak merasa kesulitan untuk mempraktekkannya pada hari persalinan, misalnya cara memindahkan posisi, cara meredakan sakit, dan lain-lain.
Mengingatkan Mama untuk selalu menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan dan minuman bernutrisi, serta beristirahat dengan cukup juga merupakan bentuk dukungan secara fisik.
2. Dukungan Emosional (Emotional Support)
Selain dukungan secara fisik, tentu Mama juga membutuhkan dukungan emosional untuk melewati semua prosesnya. Menjadi seorang support system yang baik merupakan salah satu peran suami saat istri melahirkan.
Seorang support system perlu bersikap fleksibel dan tenang, serta berusaha memaklumi sikap Mama. Keperluan persalinan sangat beragam, Papa harus menyiapkan diri untuk mengerjakan beberapa tugas dan menawarkan berbagai bentuk bantuan.
Baca juga: Ayah Support System Ibu Menyusui, Intip Caranya Yuk!
9 Peran Suami saat Istri Melahirkan
Berikut ini adalah 9 peran suami saat istri melahirkan, yaitu:
1. Mencari Informasi tentang Kelahiran
Tidak hanya Mama, Papa juga bisa ikut serta dalam kelas persiapan kelahiran, lhooo… Kelas ini akan sangat berguna dalam mempersiapkan hal-hal yang mungkin akan terjadi selama persiapan persalinan. Penting bagi Papa untuk ikut mencari informasi tentang fase kelahiran, perubahan yang terjadi pada tubuh, metode-metode persalinan, peran suami saat istri melahirkan, dan sebagainya.
Selain melalui kelas persiapan kelahiran, Papa juga bisa mendapatkan informasi melalui sesi konsultasi dan pemeriksaan kehamilan yang dilakukan Mama secara rutin. Temani Mama selama pemeriksaan dan tanyakan tentang segala hal yang ingin Papa ketahui terkait kehamilan dan kelahiran pada dokter yang menangani.
2. Membantu Melewati Kontraksi
Menjelang proses kelahiran, kontraksi akan berulang kali terjadi. Apabila Mama tersambung pada alat monitor kontraksi, Papa dapat membantu memantau aktivitas kontraksinya melalui monitor. Bantu Mama merasa rileks dengan terus mengajak mengobrol dan mendeskripsikan kondisi Mama saat itu.
Mama juga dapat mengarahkan Mama untuk melatih pernafasan. Bernafas dengan baik akan membantu Mama untuk fokus melewati kontraksi dan memastikan Mama dan bayi mendapatkan pasokan oksigen selama kontraksi berlangsung.
3. Menunjukkan Dukungan
Kepanikan sering kali dirasakan oleh Mama yang sedang menjalani proses persalinan sehingga peran suami saat istri melahirkan sangat dibutuhkan. Ketika kontraksi yang dialami semakin intens, Mama dapat memberikan dukungan untuk membesarkan hati dan memberikan semangat pada Mama.
Sampaikan kalimat-kalimat afirmasi, seperti “Kerja bagus”, “Mama hebat”, “Papa sayang Mama”, atau kalimat lain yang menunjukkan apresiasi Papa kepada kerja keras Mama.
Selain itu, Papa juga bisa melakukan hal-hal penuh kasih sederhana lainnya, antara lain menyuapi makanan, mengelap keringat, mengusap punggung, menggenggam tangan, dan sebagainya. Papa bisa juga menanyakan apa yang Mama butuhkan agar merasa lebih baik.
Lebih baik lagi jika Papa telah menyiapkan daftar keinginan (birth plan) Mama sebelum proses persalinan. Setelah melahirkan, Mama umumnya merasa sangat lelah dan bahkan belum sanggup untuk berkomunikasi.
Oleh karena itu, salah satu peran suami saat istri melahirkan adalah menjadi penghubung interaksi antara Mama dengan tenaga medis yang bertugas karena Papa adalah orang terdekat yang mengenal Mama lebih dari siapapun.
Baca juga: Kamus Dukungan Ayah ASI Berdasarkan Love Language Busui
4. Menemani di Ruang Bersalin
Peran suami saat istri melahirkan selanjutnya adalah menemani dan mengalihkan pikiran buruk dari benak Mama selama menanti persalinan. Papa bisa membawakan benda-benda favorit Mama, seperti buku, musik, permainan kartu, dan lain-lain.
Saat melahirkan, Mama akan membutuhkan banyak tenaga untuk mendorong bayinya keluar. Papa dapat tetap mengajak Mama mengobrol sepanjang proses melahirkan. Meskipun mungkin kalimat Papa tidak terdengar dengan baik, suara familiar Papa akan menenangkan dan memberikan dukungan bagi Mama.
5. Membantu Istri Fokus dan Rileks
Papa mungkin merasa kebingungan memikirkan cara dan kalimat yang tepat untuk ditujukan kepada Mama yang sedang melahirkan agar merasa lebih fokus dan rileks.
Papa bisa membantu Mama melakukan latihan pernafasan, berjalan santai di sepanjang koridor, dan pijat relaksasi. Hal-hal tersebut diharapkan dapat membuat Mama tidak lagi terlalu khawatir dan siap menghadapi persalinan.
6. Membantu Berpindah Posisi
Berpindah posisi baru setiap 30 menit hingga satu jam selama persalinan dapat membantu mengubah bentuk panggul Mama sehingga memungkinkan bayi untuk melewati jalan lahir.
Hal ini juga dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pasca persalinan. Papa dapat membantu Mama melakukan perpindahan posisi, seperti berlutut, squat, berbaring miring, dan lain-lain.
7. Memberikan Pujian
Dilansir dari Verywell Family, dukungan secara verbal dan emosional akan meningkatkan kepuasan kelahiran dan proses persalinan.
Sebuah penelitian tahun 2015, membahas sebuah teori “The gate control theory of pain” yang menyatakan bahwa ketika kita memberikan hal-hal lain kepada otak untuk dipikirkan, baik berupa sentuhan, suata, rasa, dan sebagainya, sinyal tersebut akan lebih cepat sampai ke otak daripada rasa sakit.
Hal ini menyebabkan sinyal rasa sakit tidak terkirim ke otak hingga kemudian akan terlupakan. Oleh sebab itu, peran suami saat istri melahirkan dapat dilakukan dengan memberi apresiasi dan pujian kepada Mama atas kerja kerasnya selama persalinan.
8. Menenangkan Istri
Banyak hal akan terjadi di dalam ruangan persalinan sehingga Papa perlu menanyakan kepada dokter atau perawat yang menangani terkait beberapa tindakan yang tidak Papa ketahui.
Jawaban yang diberikan akan menambah informasi bagi Papa dan Mama sehingga dapat menjadi lebih tenang. Usahakan untuk tidak mengeluh dan bersikap antusias terhadap proses persalinan Mama.
9. Mengabadikan momen
Papa dapat mengabadikan momen kelahiran Si Kecil atas persetujuan Mama. Momen kelahiran ini dapat diabadikan dalam bentuk foto Mama, foto bayi, foto persiapan kelahiran, atau bahkan video proses kelahiran yang diambil dari sudut samping Mama.
Pastikan bahwa sebelum mengabadikan momen, Papa sudah mendapatkan izin dari rumah sakit dan tenaga medis yang bertugas menangani Mama.
Itulah 9 rekomendasi peran suami saat istri melahirkan yang dapat Papa ikuti. Semangat mendukung persalinan Mama yaa, Pa! Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!
Sources:
1. How to Support Your Partner During Labor- Verywell Family. URL: https://www.verywellfamily.com/ways-to-comfort-a-woman-giving-birth-2753063 (diakses 26/11/2023)
2. The Gate Theory of Pain Revisited: Modeling Different Pain Conditions with a Parsimonious Neurocomputational Model- Hindawi Journal. URL: https://www.hindawi.com/journals/np/2016/4131395/ (diakses 26/11/2023)