Kalsium merupakan mineral vital yang memainkan peran kunci dalam pembentukan tulang dan gigi, serta mendukung fungsi sistem saraf, otot, dan peredaran darah. Bagi ibu menyusui, kebutuhan akan kalsium meningkat karena harus berbagi nutrisi dengan bayinya. Lalu, perlukah tambahan obat kalsium untuk memenuhi asupan kalsium Ibu menyusui? Ini penjelasannya, Mam!
Berapa Kebutuhan Kalsium Ibu Menyusui?
Ibu menyusui disarankan untuk mengonsumsi 1.000-1.400 miligram kalsium setiap hari. Ini setara dengan empat porsi produk susu atau kombinasi dengan sumber kalsium lain seperti ikan teri, kale, brokoli, dan bayam.
Manfaat Kalsium untuk Ibu Menyusui
Kalsium memiliki peran penting dalam kesehatan Ibu menyusui. Inilah beberapa manfaat kalsium yang perlu Mama ketahui:
1. Mendukung Kekuatan Tulang dan Gigi
Kalsium berperan dalam menjaga kepadatan tulang sehingga tidak mudah rapuh. Ini membantu mencegah kondisi seperti osteopenia, yang merupakan pengeroposan tulang sebelum masuk fase osteoporosis.
2. Menjaga Kesehatan Mulut
Gigi membutuhkan banyak kalsium agar lebih kuat dan tidak rapuh. Kekurangan kalsium dapat merusak gusi, menyebabkan gigi keropos, berlubang, dan merusak lapisan luar akar gigi.
3. Menjaga Kesehatan Jantung
Kalsium berperan dalam proses pembekuan darah, menjaga detak jantung teratur, mengendalikan kontraksi otot saat jantung memompa darah, dan mengurangi tekanan darah tinggi.
Makanan Sumber Kalsium untuk Ibu Menyusui
Berikut adalah beberapa sumber makanan yang kaya kalsium dan dapat membantu memenuhi kebutuhan Ibu menyusui:
- Produk susu rendah lemak seperti susu, yoghurt, dan keju mengandung kalsium dengan rasio yang baik untuk penyerapan tubuh. Satu cangkir susu mengandung sekitar 300 mg kalsium.
- Sayuran hijau seperti brokoli, bayam, lobak, dan bok choy juga kaya akan kalsium. Selain itu, sayuran hijau menyediakan nutrisi lain seperti zat besi dan serat.
- Beberapa jenis makanan laut seperti ikan sarden dan salmon mengandung kalsium. Konsumsi makanan laut yang rendah merkuri untuk mendapatkan manfaat kalsium tanpa risiko tinggi merkuri.
- Kacang-kacangan seperti kacang almond, kacang merah, dan biji-bijian seperti biji chia mengandung kalsium. Biji-bijian juga merupakan sumber serat yang baik.
- Susu kedelai, tahu, dan produk kedelai lainnya mengandung kalsium. Produk kedelai juga cocok untuk ibu yang alergi terhadap produk susu sapi.
Baca juga: Kebaikan Fortifikasi Kalsium dalam ALMON MIX MamaBear
Kapan Perlu Menambah Asupan Obat Kalsium untuk Ibu Menyusui?
Kebutuhan tambahan obat kalsium untuk menyusui menjadi penting dalam beberapa kondisi tertentu. Inilah beberapa kondisi yang memerlukan tambahan obat kalsium untuk Ibu menyusui:
1. Kekurangan Asupan Kalsium
Jika Ibu menyusui kesulitan memenuhi kebutuhan kalsium melalui makanan sehari-hari, obat kalsium bisa membantu. Terutama jika asupan kalsium dari makanan tidak mencukupi, obat kalsium dapat menjadi tambahan yang berguna untuk Ibu menyusui.
2. Kondisi Kesehatan
Beberapa kondisi kesehatan, seperti intoleransi laktosa atau alergi terhadap produk susu sapi, dapat menghambat asupan kalsium dari makanan. Dalam situasi ini, tambahan obat kalsium dapat membantu memenuhi kebutuhan harian Ibu menyusui.
3. Konsultasi dengan Dokter
Penting berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat kalsium untuk Ibu menyusui. Dokter akan menilai kebutuhan individu dan memberikan rekomendasi yang sesuai. Obat kalsium untuk Ibu menyusui harus digunakan dengan bijaksana dan hanya setelah mendapatkan persetujuan dari tenaga medis.
Rekomendasi Suplemen Kalsium
Dilansir dari beberapa sumber, inilah beberapa obat kalsium yang direkomendasikan untuk Ibu menyusui:
- Blackmores Calcimag Multi: Mengandung kalsium, magnesium, dan vitamin D3 untuk menjaga kesehatan tulang dan mendukung fungsi otot dan saraf.
- CDR: Berperan dalam pembentukan tulang yang kuat dan sehat dengan rasa jeruk yang segar.
- Kalzana D: Setiap tablet kunyah mengandung kalsium dan vitamin D3 untuk memenuhi kebutuhan harian.
- Wellness Calcium Citrate: Menguatkan tulang dan gigi, serta mencegah keropos tulang.
- Nature’s Health Nano Calcium 60 mg: Diformulasikan dengan teknologi nano untuk penyerapan kalsium yang maksimal.
Baca juga: Penuhi Kalsium untuk Ibu Menyusui dengan Susu Pelancar ASI
Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengonsumsi Obat Kalsium?
Kalsium dapat dikonsumsi kapan saja, namun sebaiknya tidak berdekatan dengan waktu minum kopi atau teh karena dapat menghambat penyerapan kalsium. Idealnya, kalsium dikonsumsi bersamaan dengan waktu makan atau setelah makan.
Apakah ada Risiko Mengonsumsi Obat Kalsium untuk Ibu Menyusui?
Mengonsumsi suplemen kalsium saat menyusui dapat memiliki manfaat, tetapi juga perlu memperhatikan beberapa risiko. Obat kalsium dapat menyebabkan efek samping seperti kembung, sembelit, dan gangguan pada jantung.
Selain itu, mengonsumsi terlalu banyak obat kalsium dapat mengganggu penyerapan mineral lain yang dibutuhkan oleh tubuh. Oleh karena itu, sebelum mengonsumsi obat kalsium untuk Ibu menyusui, selalu berkonsultasi dengan dokter ya, Mam. Pastikan juga dosis suplemen sesuai dengan anjuran dokter.
Ingatlah bahwa obat kalsium harus digunakan dengan bijaksana dan hanya setelah mendapatkan persetujuan dari tenaga medis. Pastikan juga untuk memenuhi kebutuhan kalsium melalui makanan seimbang dan bergizi.
Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!
Sources:
1. Kalsium untuk ibu menyusui. URL: https://www.alodokter.com/komunitas/topic/kalsium-untuk-ibu-menyusui (diakses pada 26/4/2024)
2. Kalsium untuk Ibu Menyusui, Ini Manfaat dan Kebutuhannya. URL: https://hellosehat.com/parenting/bayi/menyusui/kalsium-untuk-ibu-menyusui/ (diakses pada 26/4/2024)
3. Kenali Berbagai Manfaat Kalsium untuk Ibu Menyusui. URL: https://www.halodoc.com/artikel/kenali-berbagai-manfaat-kalsium-untuk-ibu-menyusui (diakses pada 26/4/2024)
4. Suplemen kalsium untuk ibu menyusui. URL: https://www.alodokter.com/komunitas/topic/apakah-usana-kalsium-aman-untuk-ibu-menyusui (diakses pada 26/4/2024)