Apakah Ibu Menyusui Boleh Berpuasa?
Puasa sering kali menjadi momen istimewa bagi Mama yang menjalankannya. Namun, muncul pertanyaan, apakah ibu menyusui boleh berpuasa? Jawabannya, tergantung pada kondisi Mama dan si kecil. Secara agama, Mama yang menyusui memiliki keringanan untuk tidak berpuasa jika merasa hal tersebut dapat memengaruhi kesehatan. Konsultasikan dengan dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa, ya, Ma!
Manfaat Puasa bagi Ibu Menyusui
Jika dilakukan dengan hati-hati, puasa dapat memberikan beberapa manfaat bagi Mama yang menyusui, antara lain:
- Meningkatkan Kedekatan Emosional dengan Bayi
Puasa dapat menjadi waktu untuk mempererat ikatan dengan bayi, terutama jika Mama fokus pada momen menyusui langsung.
- Mendukung Pola Hidup Sehat
Dengan mengatur pola makan saat sahur dan berbuka, Mama bisa lebih selektif memilih makanan bernutrisi tinggi yang baik untuk tubuh dan ASI.
- Memberikan Efek Detoksifikasi
Puasa dapat membantu tubuh mengeluarkan racun, asalkan Mama tetap memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi dengan baik.
Apakah Puasa Mengurangi Nutrisi dan Kuantitas ASI?
Penelitian menunjukkan bahwa puasa dalam jangka pendek umumnya tidak memengaruhi nutrisi ASI. Kandungan nutrisi seperti lemak, protein, dan laktosa dalam ASI tetap terjaga selama kebutuhan Mama terpenuhi. Namun, kuantitas ASI dapat sedikit berkurang jika Mama mengalami dehidrasi atau kurang kalori.
Baca Juga: Manfaat Sayur Daun Kelor Untuk Ibu Menyusui
Apa Risiko Puasa bagi Ibu Menyusui?
Berikut beberapa risiko yang perlu Mama waspadai:
- Dehidrasi
Kurangnya cairan bisa memengaruhi produksi ASI dan membuat Mama merasa lemas. - Penurunan Energi
Asupan kalori yang tidak mencukupi bisa membuat Mama merasa lelah, terutama jika menyusui bayi yang aktif. - Gangguan Kesehatan
Pada beberapa kasus, Mama bisa merasa pusing, mual, atau bahkan mengalami gangguan pencernaan jika kebutuhan nutrisi tidak tercukupi.
Apa Saja yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Puasa?
Sebelum memutuskan untuk berpuasa, Mama sebaiknya mempertimbangkan hal berikut:
- Usia Bayi
Jika bayi masih berusia di bawah enam bulan dan hanya mengonsumsi ASI, sebaiknya Mama lebih berhati-hati.
- Kondisi Kesehatan Mama dan Bayi
Pastikan Mama dan bayi dalam kondisi sehat. Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter.
- Kesiapan Fisik dan Mental
Puasa membutuhkan energi, terutama jika Mama juga mengurus bayi. Dengarkan tubuh Mama, ya!
Tips Aman dan Lancar Puasa bagi Ibu Menyusui
Untuk memastikan puasa berjalan lancar, coba lakukan tips berikut:
- Penuhi Cairan Tubuh
Minum minimal 2 liter air saat sahur dan berbuka untuk mencegah dehidrasi.
- Konsumsi Makanan Bergizi
Utamakan makanan tinggi protein, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks seperti ayam, telur, alpukat, dan gandum.
- Istirahat yang Cukup
Gunakan waktu istirahat bayi untuk beristirahat agar energi Mama tetap terjaga.
- Susui Bayi dengan Intensitas yang Sama
Walau puasa, tetap susui bayi secara langsung setiap kali ia butuh, terutama pada malam hari.
- Perhatikan Sinyal Tubuh
Jika merasa lemah atau tidak mampu melanjutkan, tidak apa-apa untuk berbuka, Ma. Kesehatan Mama dan bayi adalah prioritas.
Baca Juga: Rekomendasi Buah-buahan yang Baik di Konsumsi Ibu Menyusui
Kesimpulan
Mama, puasa selama menyusui bukan hal yang mustahil, tetapi membutuhkan persiapan dan perhatian khusus. Selalu dengarkan tubuh Mama dan konsultasikan dengan dokter atau konselor menyusui jika ragu. Kesehatan Mama dan si kecil adalah yang utama.
Sumber Referensi
- Dewey, K. G. (2001). Maternal and Fetal Nutrition and Health. American Journal of Clinical Nutrition. https://doi.org/10.1093/ajcn/74.6.935
- M’Hamdi, H. I., & Delplanque, B. (2020). The Impact of Fasting on Lactation. Journal of Human Lactation. https://doi.org/10.1177/0890334420941251