fbpx

Kolik adalah kondisi yang sering dialami oleh bayi di usia awal kehidupannya. Bagi Mama, menghadapi bayi yang terus menangis tanpa sebab yang jelas tentu bisa menjadi pengalaman yang melelahkan dan mengkhawatirkan. 

Apa Itu Kolik?

Kolik adalah kondisi di mana bayi menangis secara berlebihan dan sulit ditenangkan tanpa penyebab medis yang jelas. Biasanya, kolik terjadi pada bayi sehat yang berusia sekitar 2-3 minggu dan mencapai puncaknya di usia 6 minggu. Kondisi ini umumnya mereda dengan sendirinya saat bayi berusia 3-4 bulan.

Jenis-Jenis Kolik

Kolik dapat dikategorikan berdasarkan penyebab yang diduga menjadi pemicunya:

  1. Kolik Gas: Disebabkan oleh akumulasi gas di dalam perut bayi.
  2. Kolik Digestif: Berkaitan dengan sistem pencernaan bayi yang masih berkembang.
  3. Kolik Emosional: Dipengaruhi oleh overstimulasi atau faktor lingkungan yang membuat bayi stres.

Baca Juga: Apa itu Sleep Regression pada Bayi? Simak Penjelasannya!

Gejala atau Tanda-Tanda Kolik pada Bayi

  • Menangis terus-menerus selama lebih dari tiga jam sehari, tiga kali seminggu atau lebih.
  • Wajah memerah saat menangis.
  • Mengepalkan tangan dan menarik kaki ke arah perut.
  • Perut terasa kembung dan bayi mengeluarkan gas lebih sering.
  • Menangis lebih sering di sore atau malam hari.

Mama perlu mengenali tanda-tanda kolik agar bisa membantu si Kecil lebih cepat:

Penyebab Kolik

Hingga kini, penyebab pasti kolik belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor berikut dapat berkontribusi:

  • Saluran pencernaan bayi yang belum matang.
  • Gas berlebih di dalam perut.
  • Sensitivitas terhadap makanan tertentu dalam ASI atau susu formula.
  • Overstimulasi atau perubahan lingkungan.
  • Refluks asam ringan yang menyebabkan ketidaknyamanan.

Bagaimana Cara Melakukan Pemeriksaan Kolik pada Bayi?

Jika Mama curiga si Kecil mengalami kolik, beberapa langkah berikut bisa dilakukan:

  1. Pantau Pola Menangis: Catat kapan dan berapa lama bayi menangis.
  2. Periksa Pola BAB: Pastikan tidak ada tanda sembelit atau diare.
  3. Konsultasi ke Dokter: Jika tangisan bayi semakin parah atau disertai gejala lain seperti demam dan muntah, segera bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Cara Mengatasi Kolik pada Bayi

Berikut beberapa cara yang bisa Mama coba untuk menenangkan si Kecil:

  • Gendong bayi dalam posisi tegak setelah menyusu untuk membantu gas keluar lebih mudah.
  • Lakukan pijat perut lembut dengan gerakan memutar untuk meredakan gas.
  • Gunakan teknik skin-to-skin untuk memberikan rasa nyaman pada bayi.
  • Susui bayi secara langsung untuk membantu menenangkan bayi
  • Coba metode white noise, seperti suara kipas atau musik lembut.
  • Mandikan bayi dengan air hangat untuk meredakan ketegangan otot.

Baca Juga: Bayi sering Kentut, Tandanya Apa? Ikuti Cara Mengatasinya Disini!

Bagaimana Mencegah Kolik?

Meskipun tidak selalu bisa dicegah, Mama bisa mencoba langkah-langkah berikut:

  • Menyusui bayi dengan posisi yang tepat agar tidak banyak udara tertelan.
  • Menghindari makanan yang bisa memicu gas berlebih pada bayi jika Mama masih menyusui.
  • Memberikan waktu untuk sendawa setelah menyusu.
  • Menghindari stimulasi berlebihan sebelum waktu tidur bayi.

Apa Saja Komplikasi Kolik?

Kolik sendiri tidak menyebabkan komplikasi medis, tetapi jika bayi terus-menerus menangis dan tidak mendapatkan perawatan yang tepat, bisa berpengaruh pada:

  • Kurangnya waktu tidur bagi Mama dan bayi.
  • Stres bagi orang tua yang dapat mempengaruhi interaksi dengan bayi.
  • Risiko cedera akibat frustrasi orang tua, seperti shaken baby syndrome (SBS).

Apakah Kolik Berbahaya?

Kolik tidak berbahaya dan tidak menyebabkan gangguan kesehatan jangka panjang pada bayi. Namun, jika tangisan bayi disertai dengan muntah hebat, demam tinggi, atau tidak mau menyusu, segera periksakan ke dokter.

Apakah Pola Makan Ibu Mempengaruhi Kolik?

Bagi Mama yang menyusui, pola makan bisa berpengaruh terhadap kolik. Beberapa makanan yang sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan gas berlebih pada bayi antara lain:

  • Produk susu sapi
  • Makanan berbumbu tajam
  • Sayuran yang menghasilkan gas seperti kol dan brokoli
  • Makanan berkafein

Jika Mama merasa ada hubungan antara makanan yang dikonsumsi dan kolik pada bayi, coba lakukan eliminasi makanan tertentu selama beberapa hari untuk melihat perbedaannya.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika:

  • Bayi menangis terus-menerus lebih dari 3 jam per hari dan tidak ada tanda-tanda membaik.
  • Bayi mengalami demam tinggi, muntah, atau diare.
  • Berat badan bayi tidak bertambah.
  • Mama merasa kewalahan dan butuh dukungan lebih lanjut.

Mama, menghadapi bayi kolik memang tidak mudah, tetapi ingatlah bahwa ini hanya fase sementara. Tetaplah sabar, berikan banyak pelukan, dan terus susui si Kecil untuk memberikan kenyamanan terbaik. Jika butuh dukungan lebih lanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau konsultan laktasi. 

Gambar Pendukung:

  • Ilustrasi posisi menyusui yang tepat
  • pijat bayi untuk kolik

Referensi: