Menyusui adalah perjalanan yang penuh tantangan, dan salah satu kekhawatiran terbesar bagi Mama adalah ketika ASI tiba-tiba berkurang. Jangan khawatir, Mama tidak sendiri! Banyak ibu mengalami hal yang sama, dan ada banyak cara untuk mengatasi masalah ini. Yuk, kita bahas penyebab ASI berkurang, tanda-tandanya, serta bagaimana cara mengembalikannya agar bayi tetap mendapatkan asupan terbaik.
Kenapa ASI Tiba-tiba Berkurang?
Beberapa faktor bisa menyebabkan produksi ASI menurun, antara lain:
- Frekuensi Menyusui yang Berkurang – Produksi ASI bekerja berdasarkan prinsip supply and demand. Jika bayi menyusu lebih jarang, tubuh Mama akan mengurangi produksi ASI.
- Pelekatan yang Kurang Optimal – Jika bayi tidak melekat dengan baik, ASI tidak dikeluarkan dengan efisien sehingga produksi bisa menurun.
- Stres dan Kelelahan – Hormon stres, seperti kortisol, bisa menghambat produksi oksitosin yang penting dalam refleks let-down.
- Asupan Cairan dan Nutrisi yang Tidak Cukup – Mama perlu cukup makan dan minum agar tubuh tetap bisa memproduksi ASI dengan baik.
- Hamil Lagi – Perubahan hormon selama kehamilan bisa membuat produksi ASI menurun.
- Efek dari Kontrasepsi Hormonal – Beberapa jenis kontrasepsi dapat mempengaruhi produksi ASI.
- Penggunaan Dot atau Empeng – Bisa menyebabkan bayi bingung puting dan kurang efektif menyusu langsung.
Tanda-Tanda Kecukupan ASI
Untuk menilai banyak sedikitnya ASI ditentukan dari kebutuhan masing-masing bayi. Tanda kecukupan ASI bisa dilihat dari :
- Bayi BAK minimal 6x sehari
- Berat badan bayi sesuai dengan grafik KMS
Baca Juga: Konselor Laktasi: Apa Itu dan Kenapa Penting untuk Diketahui Ibu Menyusui
Apa yang Harus Dilakukan Ketika ASI Berkurang?
Jangan panik, Mama! Ada banyak cara untuk meningkatkan produksi ASI kembali:
- Sering Menyusui – Susui bayi sesuai permintaan (on demand), minimal setiap 2-3 jam.
- Pastikan Pelekatan yang Baik – Jika ragu, konsultasikan dengan konselor laktasi.
- Hindari Dot dan Empeng – Lebih baik menyusui langsung atau menggunakan sendok/ cup feeder jika perlu.
- Makan Makanan Bergizi dan Minum Cukup Air – Konsumsi makanan kaya protein, lemak sehat, dan ASI booster alami seperti daun katuk dan fenugreek.
- Ciptakan Suasana Tenang dan Nyaman – Relaksasi, pijat oksitosin, dan mengurangi stres bisa membantu refleks let-down.
- Lakukan Power Pumping – Teknik ini bisa membantu merangsang produksi ASI lebih banyak.
Kapan Harus ke Dokter atau Konselor Laktasi?
Jika setelah mencoba berbagai cara produksi ASI tetap berkurang atau bayi tidak bertambah berat badannya, sebaiknya Mama segera berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi MamaBear. Mereka bisa membantu mengevaluasi penyebabnya dan memberikan solusi terbaik untuk perjalanan menyusui Mama dan si kecil.
Baca Juga: Tanda Bayi Cukup ASI: Kenali Kebutuhan si Kecil
Menyusui adalah proses alami yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Setiap Mama punya perjalanan yang unik, dan tidak perlu merasa gagal jika menghadapi tantangan. Percayalah bahwa tubuh Mama diciptakan untuk menyusui, dan dengan dukungan yang tepat, ASI bisa kembali lancar. Jangan ragu untuk mencari bantuan jika diperlukan, karena Mama tidak sendiri! Semangat terus dalam memberikan yang terbaik untuk si kecil. ❤️
Referensi:
- Kent, J. C., & Prime, D. K. (2016). “Breastfeeding: Overview and Challenges.” International Breastfeeding Journal, 11(1), 1-10. https://doi.org/10.1186/s13006-016-0077-2
- Neville, M. C., Morton, J., & Umemura, S. (2018). “Lactation and Milk Production.” Physiological Reviews, 98(2), 639-681. https://doi.org/10.1152/physrev.00015.2017
- Geddes, D. T., & Sakalidis, V. S. (2016). “Breastfeeding: Physiological, Biochemical, and Nutritional Aspects.” Advances in Experimental Medicine and Biology, 919, 33-47. https://doi.org/10.1007/978-3-319-41740-6_3
- Ballard, O., & Morrow, A. L. (2013). “Human Milk Composition: Nutrients and Bioactive Factors.” Pediatric Clinics of North America, 60(1), 49-74. https://doi.org/10.1016/j.pcl.2012.10.002