Mama pernah memperhatikan warna pup si Kecil dan merasa khawatir ketika warnanya berubah? Tenang, perubahan warna pup bayi itu bisa jadi hal yang biasa dan sering terjadi.
Warna pup bayi memang bisa berubah-ubah dari waktu ke waktu dan biasanya ini dipengaruhi oleh beberapa hal. Misalnya, jenis makanan yang dikonsumsi, fase pertumbuhan bayi, atau bahkan reaksi terhadap makanan baru yang Mama coba berikan.
Biasanya, perubahan warna pup itu nggak perlu dikhawatirkan. Namun, ada beberapa warna pup yang perlu Mama perhatikan lebih lanjut. Yuk, simak warna-warna pup yang perlu diwaspadai dan apa yang mungkin menjadi penyebabnya!
Kotoran Bayi yang Sehat Berwarna Apa?
Kotoran bayi yang sehat biasanya memiliki warna kuning atau cokelat keemasan. Ini terutama berlaku untuk si Kecil yang menyusu eksklusif ASI. Kotorannya juga sering kali lembut dan sedikit cair, mirip seperti mustard yang kental. Ini adalah tanda bahwa pencernaan bayi berjalan dengan baik.
Kalau Mama memberikan susu formula, kotoran si Kecil bisa berbeda sedikit. Biasanya, warnanya akan lebih gelap dan kotorannya bisa lebih padat. Hal ini tergantung pada jenis susu formula yang diberikan dan juga makanan lain yang mungkin sudah mulai dikenalkan pada bayi.
Warna Pup Bayi Sufor yang Normal
Untuk bayi yang mengonsumsi susu formula, warna pup mereka umumnya berkisar dari kuning kekuningan hingga coklat muda. Ini tergantung pada jenis susu formula yang dipilih dan pola makan bayi. Kotoran bayi sufor cenderung lebih gelap dan lebih padat dibandingkan dengan kotoran bayi yang hanya mendapatkan ASI.
Nah, Mama tidak perlu khawatir jika warna pup bayi sedikit bervariasi, asalkan bayi tidak mengalami gejala seperti diare, sembelit, atau nyeri. Namun, jika Mama melihat perubahan warna yang signifikan atau gejala lain yang membuat khawatir, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter ya.
Baca Juga: Yuk, Sigap Tangani Diare pada Bayi dengan Cara Berikut!

Arti Warna Pup Bayi
Ada banyak hal yang bisa dilihat dari warna pup si Kecil dan setiap warnanya bisa menandakan kondisi kesehatan mereka. lho Ma.
1. Kuning
Kalau pup si Kecil berwarna kuning, terutama hanya mengonsumsi ASI, ini hal yang normal ya Ma. Warna kuning ini berasal dari pigmen bilirubin, hasil sampingan dari pemecahan sel darah merah, serta biliverdin yang berubah warna jadi kuning.
Biasanya, pup kuning ini juga lembut dan agak berair yang menandakan si Kecil mendapatkan nutrisi yang baik dari ASI. Selama si Kecil tampak sehat, nyaman, dan tidak menunjukkan gejala lain seperti diare atau sembelit, Mama tidak perlu khawatir.
2. Hijau
Nah, kalau pup si Kecil berwarna hijau, ini bisa disebabkan oleh beberapa hal. Bisa jadi karena mengonsumsi makanan atau minuman dengan pewarna hijau. Untuk si Kecil yang menyusui, pup hijau bisa terjadi jika mengonsumsi lebih banyak foremilk (susu awal yang lebih cair) dibandingkan hindmilk (susu akhir yang lebih kaya lemak).
Warna hijau juga bisa disebabkan oleh penyerapan zat besi dari susu formula atau pencernaan makanan yang belum sepenuhnya matang. Umumnya, pup hijau tidak menandakan masalah serius, tapi tetap baik untuk memantau apakah si Kecil mengalami gejala lain, seperti perut kembung atau diare.
3. Merah
Mama yang pernah melihat warna pup si Kecil merah atau adanya darah dalam tinja pasti khawatir. Darah merah segar bisa jadi hasil dari fisura anal (retakan kecil di area dubur) atau iritasi dari makanan. Namun, warna pup ini bisa juga menunjukkan alergi makanan atau infeksi saluran pencernaan.
Jika Mama melihat darah dalam jumlah banyak atau bercampur dengan tinja, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Pemeriksaan medis penting untuk mengetahui penyebab pastinya dan mendapatkan penanganan yang tepat.
4. Oranye
Warna oranye pada pup bayi dapat menunjukkan berbagai hal tergantung pada apa yang dikonsumsi bayi maupun ibu menyusui. Biasanya, perubahan warna ini disebabkan oleh konsumsi makanan yang mengandung pigmen alami atau buatan, seperti wortel, labu, atau makanan dengan pewarna makanan. Jika bayi Anda telah memulai MPASI dan mengonsumsi makanan dengan warna oranye, ini dapat memengaruhi warna pup mereka.
Selain itu, pup oranye bisa juga terjadi karena percampuran komponen makanan dalam sistem pencernaan bayi yang menghasilkan warna ini. Meskipun biasanya tidak berbahaya, penting untuk memperhatikan apakah ada gejala lain seperti diare, kesulitan makan, atau ketidaknyamanan pada bayi.
5. Keabu-abuan
Pup bayi yang berwarna keabu-abuan bisa menjadi tanda adanya masalah serius, terutama terkait dengan fungsi hati atau saluran empedu. Warna keabu-abuan menunjukkan bahwa tinja bayi kurang mengandung bilirubin, pigmen yang memberikan warna pada tinja dan biasanya berasal dari pemecahan sel darah merah. Ketika produksi bilirubin rendah atau proses pengeluarannya terganggu, tinja bisa berubah menjadi warna keabu-abuan.
Kondisi ini sering kali dikaitkan dengan masalah seperti kolestasis, di mana aliran empedu dari hati terhambat atau gangguan fungsi hati lainnya. Bayi dengan pup keabu-abuan mungkin juga menunjukkan gejala lain seperti kulit atau mata yang menguning (ikterus). Jika Anda melihat warna ini pada pup bayi, segera hubungi dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca Juga: Hal yang Wajib Mama Ketahui Tentang Bayi Baru Lahir
6. Hitam
Pup hitam pada bayi baru lahir umumnya adalah meconium, yaitu tinja pertama yang dihasilkan setelah lahir. Meconium adalah campuran dari cairan ketuban, sel-sel kulit mati, dan zat lain yang dikonsumsi bayi di dalam rahim. Warna hitam dan konsistensinya yang lengket adalah hal yang normal untuk meconium.
Biasanya, meconium dikeluarkan dalam beberapa hari pertama setelah kelahiran, dan warna ini akan bertransisi ke warna lain seiring dengan proses pencernaan normal bayi.
Namun, jika bayi lebih tua masih memiliki pup hitam, ini bisa menandakan adanya pendarahan dalam saluran pencernaan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai masalah, termasuk ulkus atau infeksi.
7. Kuning Cair Seperti Air
Pup si Kecil berwarna kuning cair seperti air adalah hal yang normal, terutama untuk bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Warna kuning dan tekstur cair ini disebabkan oleh kadar bilirubin dalam ASI yang memang agak tinggi, serta proses pencernaan bayi yang sedang beradaptasi.
Tinta kuning yang cair ini juga menunjukkan bahwa sistem pencernaan mereka berfungsi dengan baik karena si Kecil bisa menyerap nutrisi dari ASI dengan efisien.
Namun, Mama perlu memperhatikan jika pup kuning cair ini disertai dengan frekuensi yang sangat tinggi atau tanda-tanda dehidrasi, seperti mulut kering, kurangnya urin, atau penurunan berat badan. Kalau ada gejala seperti ini, Mama harus segera konsultasikan ke dokter ya.
8. Pup Putih
Warna putih pada pup menunjukkan bahwa tinja si Kecil kekurangan bilirubin yang bisa berarti ada masalah dengan fungsi hati atau saluran empedu. Bilirubin adalah pigmen yang biasanya memberi warna pada tinja, jadi kalau tidak ada, bisa jadi ada gangguan pada produksi atau aliran empedu.
Pup putih memerlukan perhatian medis segera karena ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius, seperti gangguan hati, infeksi, atau masalah dengan saluran empedu.
9. Pup Kuning Kecokelatan
Pup kuning kecokelatan biasanya muncul setelah beberapa hari bayi lahir dan merupakan tanda bahwa sistem pencernaan bayi sudah mulai stabil. Warna ini menunjukkan transisi dari meconium (tinja pertama bayi) ke warna pup yang lebih normal. Jadi, jika Mama melihat warna ini, itu adalah indikasi baik bahwa si Kecil sudah mulai memproses makanan dan nutrisi dengan lebih baik.
Ini adalah tanda bahwa pencernaan si Kecil mulai berfungsi dengan baik, terutama kalau mereka mulai mengonsumsi makanan padat atau campuran ASI dan formula. Konsistensi pup kuning kecokelatan ini adalah hal yang wajar dan normal.
10. Kuning Mustard
Warna kuning mustard ini menunjukkan bahwa si Kecil mendapatkan ASI yang cukup dan pencernaannya berjalan dengan baik.
Jadi, kenapa bisa berwarna kuning mustard? Itu semua karena bilirubin yang terurai dalam tinja. Tekstur pup kuning mustard biasanya lembut dan sedikit berair. Ini sebenarnya adalah tanda bahwa proses pencernaan si Kecil berlangsung dengan normal dan penyerapan nutrisinya baik.
Selama si Kecil tampak nyaman, tidak muntah, dan tidak menunjukkan masalah lain, pup berwarna kuning mustard adalah indikator bahwa ia sehat dan mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan.
Sebagai orang tua, penting untuk tetap memperhatikan dan mencari saran medis jika Mama khawatir tentang kondisi warna pup bayi. Semoga penjelasan ini bermanfaat ya Ma.
Source:
https://www.healthline.com/health/parenting/baby-poop-color
https://www.hopkinsmedicine.org/johns-hopkins-childrens-center/what-we-treat/specialties/gastroenterology-hepatology-nutrition/stool-color-overview