Mama mungkin pernah mengalami kondisi berhenti menyusui bayi karena adanya suatu alasan tertentu, lalu pada beberapa saat kemudian Mama hendak kembali menyusui bayi. Setelah berhenti menyusui bayi, Mama harus melakukan berbagai cara agar ASI kembali lancar, kondisi ini disebut sebagai relaktasi.
Yuk, cari tahu beberapa penyebab berhenti menyusui dan tips relaktasi berikut ini, Ma!
Penyebab Mama Berhenti Menyusui
Inilah beberapa penyebab Mama berhenti menyusui si Kecil, diantaranya:
1. Menderita Suatu Penyakit Tertentu
Ketika Mama mengalami kondisi penyakit tertentu saat sedang dalam masa menyusui, Mama mungkin diminta untuk berhenti menyusui karena resiko menularkan penyakit pada bayi atau kandungan dalam obat yang tidak baik untuk bayi.
2. Mama Pergi Dinas Kerja ke Luar Kota
Bagi Mama pekerja, dinas kerja ke luar kota merupakan hal yang biasa terjadi. Saat Mama mengalami situasi ini saat sedang dalam masa menyusui, Mama mungkin harus berhenti menyusui selama beberapa hari atau bulan. Lalu ketika Mama pulang, Mama harus melakukan relaktasi agar bayi mau kembali menyusu.
3. Bayi Diberi Minum ASI Melalui Dot
Tahukah Mama, pemakaian dot bisa membuat bayi mengalami bingung puting, lho, Hal ini bisa membuat bayi enggan menyusu pada Mama sehingga bayi bergantung pada pemberian ASI perah lewat dot.
Beberapa penyebab di atas bisa membuat Mama menghentikan masa menyusui. Tapi, Mama tidak perlu cemas, Mama bisa melakukan relaktasi untuk membuat bayi kembali menyusu.
Baca juga: Hindari Dot, Ini Media Pemberian ASI yang Dapat Mama Pilih!
Tips Sukses Relaktasi
Sebelum melakukan relaktasi, Mama harus menyiapkan niat, tekad, dan komitmen yang bulat. Dengan memiliki komitmen untuk melakukan relaktasi, Mama dapat meningkatkan peluang keberhasilan melakukan relaktasi.
Ada dua tips menarik untuk melakukan relaktasi pada bayi, sebagai berikut:
1. Hentikan Penggunaan Dot
Botol dot kadang juga disebut sebagai “selingkuhan” puting Ibu. Jika Mama ingin melakukan relaktasi, hindari penggunaan dot. Sebagai alternatifnya, Mama bisa menggunakan gelas sloki, sendok, dan pipet.
Tipsnya, berikan ASI lewat media-media tersebut saat bayi belum benar-benar lapar. Memberikan ASI perah pada bayi ketika bayi belum merasa lapar, akan membuat Mama merasa lebih rileks saat menyuapi bayi dan bayi pun memiliki lebih banyak waktu untuk menyusu lewat media baru tersebut.
Sebaliknya, jika ASI perah diberikan ketika bayi sedang merasa lapar, maka timbul risiko bayi akan rewel dan sulit minum ASI lewat media tersebut sehingga menimbulkan kepanikan. Akibatnya, upaya relaktasi menjadi gagal.
2. Lakukan Skin to Skin dengan Bayi
Mama bisa melakukan skin to skin pada bayi dengan melakukan telanjang dada, lalu tengkurapkan bayi di dada Mama. Bayi juga harus telanjang dada ya, Ma.
Saat kulit Mama dan bayi saling menempel, ada hormon prolaktin dan oksitosin yang bekerja dengan optimal. Kedua hormon tersebut merupakan hormon yang dapat membuat Mama merasa ngantuk dan merupakan hormon cinta yang bisa mendekatkan hubungan antara Mama dan bayi.
Tengkurapkan bayi pada dada, namun tidak perlu langsung menyodorkan puting pada bayi, ya. Biarkan bayi mengenali payudara Mama terlebih dahulu agar proses relaktasi bisa berjalan dengan lancar.
Jika bayi Mama sudah mengantuk, pelan-pelan Mama bisa mengarahkan bayi pada puting. Skin to skin memiliki banyak manfaat bagi Mama dan bayi, salah satunya bisa membuat bayi merasa tenang dan nyaman.
Baca juga: Skin to Skin dan 7 Manfaat yang Mama Wajib Tahu
Itu dia penyebab dan tips relaktasi yang bisa Mama ikuti ketika hendak kembali menyusui bayi. Simak artikel terbaru dari kami melalui website MamaBear, ya, Ma.
Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!
Source:
Relaktasi, Cara Menyusui Kembali Setelah Sempat Berhenti. URL: https://www.alodokter.com/relaktasi-cara-menyusui-kembali-setelah-sempat-berhenti (diakses 4/11/2023)