fbpx

Induksi laktasi adalah proses di mana seorang perempuan yang tidak hamil dan melahirkan dirangsang untuk dapat memproduksi ASI sehingga mampu menyusui bayi. Metode induksi laktasi banyak dijadikan alternatif bagi ibu yang mengasuh bayi adopsi. Menurut WHO, ASI eksklusif disarankan diberikan pada bayi sampai usia 6-24 bulan. Oleh sebab itu, Mama yang ingin mencukupi nutrisi Si Kecil dengan ASI eksklusif dapat menjadikan induksi laktasi sebagai alternatif menyusui.

ASI hanya dapat diproduksi ketika Mama dalam kondisi hamil, di saat itulah hormon estrogen, progesteron, dan human placental lactogen (HPL) memicu produksi ASI. Lalu, setelah melahirkan kadar estrogen dan progesteron menurun dan hormon prolaktin meningkat untuk memproduksi ASI. Nah, pada metode induksi laktasi ini terdapat tahapan yang akan meniru efek kehamilan.

Bagaimana Tahapan dalam Induksi Laktasi?

Mengutip dari La Leche League Internasional, metode induksi laktasi memiliki 3 tahap, yaitu menyiapkan payudara untuk menyusui, memproduksi ASI sebelum bayi lahir, serta menyusui bayi secara langsung dan meningkatkan produksi ASI. Berikut adalah penjelasannya:

1.   Menyiapkan Payudara untuk Menyusui

Produksi ASI berkaitan dengan faktor hormonal. Mama yang tidak hamil sebelumnya, akan diberikan terapi hormon tambahan estrogen dan progesteron sehingga membuat perubahan hormon pada tubuh seperti saat hamil. Terapi hormon ini dilakukan untuk menumbuhkan jaringan kelenjar payudara selama beberapa bulan dan akan berhenti dua bulan sebelum Mama menyusui.

2.   Memproduksi ASI sebelum Bayi Lahir

Produksi ASI lebih lambat pada Mama yang hamil dan melahirkan dibandingkan dengan yang tidak. Pada induksi laktasi, produksi ASI akan meningkat 3-5 hari setelah bayi dilahirkan. Beberapa minggu sebelum Si Kecil lahir, Mama dapat meningkatkan produksi ASI dengan sering memompa payudara meski terasa sedikit menyakitkan. Apabila saat memompa, ASI keluar, Mama dapat menyimpannya untuk diberikan ketika Si Kecil telah lahir.

3.       Menyusui Bayi secara Langsung dan Meningkatkan Produksi ASI

Pada tahapan terakhir induksi laktasi, setelah Mama bersama Si Kecil, Mama dapat menyusuinya secara langsung dan dapat meningkatkan produksi ASI dengan rutin menyusui, memerah dan didukung juga dengan pemenuhan nutrisi.

ASI akan keluar dalam waktu 6-8 minggu sejak Mama memulai proses tahapan induksi laktasi. Jadi, memang Mama yang berencana mengadopsi bayi dan menyusuinya lebih baik mempersiapkan payudara beberapa minggu sebelumnya berkumpul dengan bayi.

Itulah tahapan dalam proses induksi laktasi yang akan membantu Mama memiliki ikatan kuat dengan Si Kecil yang tidak lahir dari rahim Mama karena memberikan ASI eksklusif selain mencukupi nutrisi Si Kecil, namun juga mampu menciptakan kedekatan emosional dengannya.

Semangat para Mama pejuang ASI! Adakah Mama yang punya pengalaman induksi laktasi?

Penulis: Rosyidatul Hakika

Editor: Mega Pratidina

Source:

https://www.llli.org/breastfeeding-without-giving-birth-2/

https://www.alodokter.com/induksi-laktasi-sebagai-alternatif-dalam-menyusui#:~:text=Induksi%20laktasi%20adalah%20metode%20untuk,kesempatan%20untuk%20menyusui%20buah%20hatinya.

https://hellosehat.com/parenting/bayi/menyusui/induksi-laktasi/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *