fbpx

Puasa merupakan salah satu kegiatan yang paling dinantikan sepanjang tahun. Bagaimana jadinya kalau Mama ingin ikut berpuasa, tapi masih ada Si Kecil yang memerlukan ASI? Bisa ngga ya Mama tetap menyusui selama berpuasa? Sebenarnya, bagaimana hukum puasa bagi Ibu menyusui? Yuk, simak informasi lengkap seputar hukum puasa bagi Ibu menyusui pada artikel MamaBear kali ini! 

Hukum Puasa bagi Ibu Menyusui

Hukum Puasa bagi Ibu Menyusui Image MamaBear

Hukum puasa bagi Ibu menyusui tergantung pada kondisi kesehatannya. Mama yang sedang menyusui diperbolehkan untuk tidak berpuasa jika membahayakan kesehatan diri atau bayinya. Dilansir dari Kementerian Agama Palangkaraya, berdasarkan Mazhab Syafi’i. Seorang Mama yang menjalani puasa, tetapi berisiko memberikan dampak negatif pada diri dan bayinya, maka Ia wajib untuk membatalkan puasanya. Jika melewatkan puasa, Mama tetap wajib menggantinya dengan berpuasa di  lain waktu atau dengan membayar fidyah. 

Pengaruh Puasa terhadap Kandungan ASI

Hukum Puasa bagi Ibu Menyusui Image MamaBear

Penelitian menunjukkan bahwa menyusui selama puasa dapat mempengaruhi kadar kandungan mikro nutrisi dalam ASI, seperti vitamin dan mineral, tanpa mempengaruhi kandungan makro nutrisinya.  Meskipun perubahan ini bukanlah termasuk hal baik, tapi tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangannya Si Kecil. Hal ini disebabkan karena bayi sudah terbiasa dengan ASI yang berubah-ubah setiap saat, bergantung pada jenis dan banyaknya makanan yang Mama konsumsi. Bayi tetap akan tumbuh secara optimal selama Mama selalu memberikan ASI sesuai keinginan bayi.  

Berpuasa selama masa menyusui tidak membahayakan dan berpengaruh besar bagi tumbuh kembang Si Kecil. Tubuh Mama tetap akan memproduksi jumlah ASI seperti biasanya, bahkan ketika sedang berpuasa. Jika energi yang ada dalam tubuh Mama habis, maka tubuh akan mengubah cadangan lemak menjadi gula darah. Kemudian, hasil pembakaran kalori dari gula darah yang terbentuk sebelumnya akan,berubah menjadi energi untuk mendukung Mama bertahan hingga jadwal makan selanjutnya. 

Walaupun puasa sambil menyusui tidak memberikan dampak signifikan bagi jumlah dan nutrisi ASI yang diproduksi, tapi perlu diingat bahwa kondisi setiap Mama dan bayi berbeda-beda, Ya… Mama lah yang paling mengenali kondisi tubuh sendiri sehingga harus tetap memperhatikan kesehatan Mama dan bayi sebelum akhirnya memutuskan untuk berpuasa. 

Faktor Penentu Hukum Puasa bagi Ibu Menyusui

1. Usia bayi

Hukum Puasa bagi Ibu Menyusui Image MamaBear

Penentuan hukum puasa bagi Ibu menyusui bisa dipengaruhi oleh usia bayi. Bayi memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda sesuai usia dan tahap tumbuh kembangnya. Seorang bayi yang berusia di bawah 6 bulan dan masih mendapatkan ASI eksklusif sebagai sumber nutrisi utama dan satu-satunya tentu memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda daripada bayi berusia 1 tahun yang telah mengonsumsi MPASI dan hanya menyusu pada malam hari. 

Perbedaan kebutuhan nutrisi pada setiap jenjang usia Si Kecil dapat membantu Mama untuk menentukan hukum puasa bagi Ibu menyusui. Para ahli lebih menganjurkan Ibu menyusui untuk mulai puasa ketika bayinya telah berusia 6 bulan ke atas karena tidak hanya mengandalkan ASI dan telah mendapatkan asupan gizi dari makanan lain sebagai sumber nutrisinya. Namun bagaimanapun juga, sebelum memutuskan untuk berpuasa, Mama tetap harus memastikan bahwa suplai ASI yang diproduksi dapat mencukupi kebutuhan nutrisi Si Kecil agar tidak mengalami dehidrasi.

Saat mengalami dehidrasi, jumlah suplai ASI yang diproduksi umumnya akan menurun. Jika Mama mengalami kondisi mata kring, mulut dan bibir kering, kelelahan, sakit kepala, serta urin berwarna pekat dan berbau menyengat, maka segera batalkan puasa untuk mengembalikan kondisi kesehatan Mama. 

2. Kondisi kesehatan bayi

Hukum Puasa bagi Ibu Menyusui Image MamaBear

Menentukan hukum puasa bagi Ibu menyusui memang agak tricky, Mama bisa berpuasa selama tidak akan membahayakan kondisi kesehatan bayi dan Mama. Sebelum memutuskan untuk berpuasa, Mama harus memastikan apakah ASI yang Mama produksi nantinya sudah mencukupi kebutuhan nutrisi Si Kecil. Bagaimana cara untuk mengetahui apakah kebutuhan nutrisi bayi telah terpenuhi? Dilansir dari La Leche League, berikut ini adalah tanda-tanda nutrisi yang didapat oleh bayi belum terpenuhi secara optimal, antara lain:

  • Sering merasa lemas dan mengantuk;
  • Durasi menyusu pada satu sisi payudara tidak ideal (terlalu cepat atau terlalu lama);
  • Buang air besar dalam jumlah sedikit dan jarang;
  • Mengalami dehidrasi;
  • Tidak sering buang air kecil dengan urin yang berwarna kuning gelap dan pekat;
  • Berat badan bayi tidak naik secara ideal sesuai KMS.

3. Kondisi kesehatan Mama

Pada umumnya, mekanisme tubuh Mama mampu untuk beradaptasi dan bertahan saat berpuasa, bahkan sambil menyusui Si Kecil. Tapi, Mama yang menjalani puasa dalam jangka waktu yang lama, maka tetap dapat berisiko memiliki kadar gula darah rendah. Jika hal ini terjadi, sebaiknya Mama segera membatalkan puasa dan menunggu kondisi kesehatan kembali pulih terlebih dulu. 

Selain itu, dalam menentukan hukum puasa bagi Ibu menyusui, terdapat beberapa kondisi yang membuat Mama berisiko tinggi mengalami dehidrasi sehingga tidak disarankan untuk menyusui selama puasa, antara lain:

  • Berat badan bayi di bawah angka ideal;
  • Tinggal di iklim yang terlampau panas;
  • Melakukan tandem nursing (menyusui lebih dari satu anak dengan usia yang berbeda pada waktu bersamaan);
  • Berusia lebih dari 35 tahun;
  • Memiliki suplai ASI sedikit;
  • Memiliki penyakit bawaan;
  • Mengalami gangguan metabolisme gula, seperti diabetes dan hipoglikemia;
  • Mengonsumsi obat-obatan.

Jika Mama mengalami satu atau lebih dari kondisi tersebut, tapi masih sangat ingin berpuasa, Mama dapat berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter untuk memastikan keamanannya. Selain itu, Mama juga dapat melakukan puasa parsial dengan cara mengurangi intensitas puasanya, misalnya berpuasa sebanyak 2-3 kali dalam satu minggu. 

Itulah beberapa informasi yang perlu Mama ketahui mengenai hukum puasa bagi Ibu menyusui. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membantu mengatasi kegundahan Mama, Yaa… Jadi, gimana nihh? Siudah siap menjalani puasa tahun ini?

Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!

Sources: 

Tanya Jawab: Ibu menyusui tidak kuat puasa – Kankemenag Kota Palangkaraya

Check out 5 Fasting Tips for Breastfeeding Mothers! – EMC Healthcare – SAME.

Breastfeeding during Ramadan | The Daily Star

Breastfeeding Mothers! – EMC Healthcare – SAME.