fbpx
hpht adalah

Sebagai ibu hamil, penting banget untuk tahu cara menghitung usia kehamilan dengan metode HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir). Ini bukan cuma tentang angka, lho! Menghitung usia kehamilan dengan benar bisa membantu Mama menjadwalkan pemeriksaan rutin dan mengetahui perkiraan tanggal lahir (HPL) si buah hati.

Dengan perhitungan yang tepat, Mama bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan lebih baik. Mulai dari pemeriksaan kesehatan yang rutin, persiapan untuk persalinan, hingga memastikan perkembangan janin berjalan dengan baik. Jadi, yuk, kita hitung dengan cermat agar segala sesuatunya berjalan lancar dan Mama bisa lebih tenang menghadapi setiap tahap kehamilan!

HPHT Adalah

HPHT atau Hari Pertama Haid Terakhir adalah cara yang sering digunakan dokter untuk menghitung usia kehamilan Mama. Caranya dengan melihat tanggal menstruasi terakhir sebelum Mama hamil.

Dengan mencatat tanggal HPHT, Mama bisa tahu sudah berapa lama kehamilan berlangsung. Informasi ini membantu dokter dalam merencanakan pemeriksaan rutin dan tindakan medis yang diperlukan selama kehamilan. 

Selain itu, dokter juga dapat memantau perkembangan janin dengan lebih akurat, dan juga menentukan kapan waktu yang tepat untuk tes, seperti USG dan tes darah. Jadi, HPHT bukan hanya tanggal yang dicatat, tapi juga kunci untuk memastikan kesehatan Mama dan bayi.

Perkiraan tanggal lahir yang didasarkan pada HPHT juga memudahkan Mama untuk mempersiapkan kelahiran. Mulai dari memilih rumah sakit sampai menyiapkan perlengkapan bayi, semua jadi lebih terencana. Dengan informasi ini, Mama bisa merasa lebih siap dan tenang menyambut kehadiran si Kecil.

hpht adalah

Bagaimana Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan HPHT?

Mama bisa memakai rumus yang disebut rumus Naegele. Tapi, ada sedikit catatan rumus ini paling cocok digunakan untuk Mama yang memiliki siklus menstruasi teratur, yaitu sekitar 28 hari.

Berikut adalah cara menggunakan rumus Naegele:

  • Tanggal Perkiraan Lahir: Tambahkan 7 hari ke tanggal HPHT
  • Bulan Perkiraan Lahir: Kurangi 3 bulan dari bulan HPHT
  • Tahun Perkiraan Lahir: Tambahkan 1 tahun ke tahun HPHT jika HPHT terjadi antara April dan Desember

Contoh perhitungan: Jika HPHT Anda adalah 15 Oktober 2024, maka:

  • Tanggal Perkiraan Lahir: 15 + 7 = 22
  • Bulan Perkiraan Lahir: 10 – 3 = 7 (Juli)
  • Tahun Perkiraan Lahir: 2024 + 1 = 2025

Jadi, perkiraan tanggal lahir bayi adalah 22 Juli 2025.

Jika pengurangan bulan menghasilkan angka negatif, gunakan metode alternatif:

  • Tanggal Perkiraan Lahir: Tambahkan 7 hari ke HPHT
  • Tambah 9 bulan pada hasilnya

Contoh: Jika HPHT adalah 10 Februari 2024:

  • Tambahkan 7 hari: 10 Februari + 7 hari = 17 Februari
  • Tambahkan 9 bulan: 17 November 2024

Dengan demikian, perkiraan tanggal lahir bayi adalah 17 November 2024.

Baca Juga: Ternyata ada Aplikasi Tes Kehamilan Online. Cek Di sini!

Mengapa Perhitungan HPHT Bisa Tidak Akurat?

Salah satu yang sering menjadi pertanyaan saat hamil, yaitu “kenapa sih perhitungan HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) bisa kadang tidak akurat?” Sebenarnya, ada beberapa hal yang bisa membuat perhitungan ini sedikit meleset. Di antaranya:

  1. Siklus Menstruasi Tidak Teratur

Pertama-tama, jika siklus menstruasi Mama tidak teratur, ini bisa bikin perhitungan HPHT jadi kurang tepat. Metode HPHT biasanya menganggap siklus menstruasi adalah 28 hari dan ovulasi terjadi sekitar dua minggu setelah haid terakhir. Tapi, kalau siklus Mama lebih panjang atau lebih pendek dari itu, atau tidak teratur, ini bisa mengacaukan perkiraan waktu ovulasi dan pembuahan. Akibatnya, usia kehamilan yang dihitung bisa jadi tidak sesuai dengan usia janin yang sebenarnya.

  1. Tanggal HPHT Tidak Tepat

Akurasi perhitungan HPHT juga sangat tergantung pada seberapa tepat tanggal HPHT yang Mama ingat. Jika Mama tidak bisa mengingat tanggal pertama menstruasi terakhir dengan jelas atau bila tanggal yang dicatat tidak akurat, maka perhitungan usia kehamilan pun bisa jadi salah. 

Jadi, penting untuk mencatat tanggal dengan hati-hati agar estimasi usia kehamilan dan tanggal perkiraan lahir lebih mendekati kenyataan.

  1. Variasi dalam Waktu Ovulasi dan Pembuahan

Walaupun HPHT menganggap ovulasi terjadi 2 minggu setelah haid terakhir, waktu ovulasi dan pembuahan bisa berbeda-beda. Faktor seperti stres, penyakit, atau perubahan berat badan bisa mempengaruhi waktu ovulasi. 

Jadi, meskipun HPHT memberikan perkiraan yang baik, ada kemungkinan pembuahan terjadi lebih awal atau lebih lambat dari perkiraan. Ini tentu mempengaruhi perhitungan usia kehamilan Mama.

  1. Fertilitas dan Kondisi Kesehatan

Kondisi kesehatan tertentu, seperti gangguan hormonal juga bisa memengaruhi ketepatan perhitungan HPHT. Kondisi-kondisi ini bisa menyebabkan variasi dalam siklus menstruasi dan waktu ovulasi sehingga memengaruhi perhitungan usia kehamilan.

  1. Penggunaan Metode Tambahan untuk Konfirmasi

Karena perhitungan HPHT punya keterbatasan, dokter sering menggunakan metode tambahan seperti USG untuk memastikan usia kehamilan. USG bisa memberikan gambaran langsung tentang ukuran dan perkembangan janin, sehingga memberikan informasi yang lebih akurat jika perhitungan HPHT dirasa kurang tepat.

Cara Memastikan Perhitungan yang Akurat

Mari kita bahas cara memastikan perhitungan usia kehamilan yang akurat dengan santai dan mudah dimengerti.

1. Konsultasi dengan Dokter

Kalau Mama merasa bingung atau tidak yakin dengan perhitungan usia kehamilan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa melakukan pemeriksaan tambahan seperti USG untuk memberikan informasi yang lebih akurat mengenai usia kehamilan Mama.

2. Catat Siklus Menstruasi

Jangan lupa untuk selalu mencatat siklus menstruasi Mama dan tanggal Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) dengan teliti. Ini penting karena catatan yang baik akan membantu dokter dalam melakukan perhitungan dan memberikan perkiraan usia kehamilan yang lebih tepat.

3. Gunakan Metode Kombinasi

Jika siklus menstruasi Mama tidak teratur atau ada keraguan mengenai perhitungan usia kehamilan, dokter mungkin akan menggunakan metode kombinasi. Misalnya, dokter bisa memadukan HPHT dengan USG untuk mendapatkan estimasi yang lebih akurat.

Mengapa Usia Kehamilan Dihitung dari Hari Pertama Haid Terakhir?

Sebenarnya, menghitung usia kehamilan dari HPHT lebih mudah dan lebih praktis. Banyak wanita yang lebih gampang ingat kapan terakhir kali mereka menstruasi dibandingkan mengingat kapan tepatnya mereka berovulasi dan terjadinya pembuahan. Itu karena ovulasi dan pembuahan biasanya terjadi sekitar 2 minggu setelah HPHT dan untuk mengetahui waktu pastinya, kita butuh pemeriksaan yang lebih khusus dan mungkin juga bisa jadi merepotkan.

Nah, dengan menggunakan HPHT, dokter jadi bisa memberikan perkiraan usia kehamilan yang lebih akurat dan juga perkiraan tanggal kelahiran. Metode ini sudah sangat umum digunakan dan diakui oleh banyak organisasi kesehatan di seluruh dunia karena kemudahannya dan keakuratannya yang umumnya baik.

Baca Juga: 10 Mitos Kehamilan yang Belum Tentu Benar

Kenapa Mengetahui HPHT Penting?

Mengetahui Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) penting bagi wanita karena informasi ini membantu Mama menghitung usia kehamilan dan memperkirakan kapan si Kecil akan lahir. Ini juga membantu Mama memantau perkembangan janin dan memastikan kesehatan Mama dan bayi tetap terjaga.

Selain itu, HPHT juga berguna untuk menentukan masa subur. Masa subur adalah periode sekitar 12-16 hari sebelum haid berikutnya, di mana peluang untuk hamil paling tinggi. 

Dengan mengetahui HPHT, Mama bisa merencanakan kehamilan dengan lebih baik, atau jika Mama belum siap untuk hamil, bisa menghindarinya dengan lebih mudah.

Itu dia Mama penjelasan lengkap mengenai HPHT. Jika Mama mengalami kesulitan dalam perhitungan atau memiliki kekhawatiran tentang perkembangan kehamilan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter ya.

Source: 

https://www.healthline.com/health/pregnancy/your-due-date

https://www.whattoexpect.com/due-date-calculator/