fbpx
hiperlaktasi

Setelah melahirkan, pasti ada ketakutan kalau produksi ASI yang dihasilkan terlalu sedikit. Tetapi, ternyata kondisi di mana ASI berlimpah atau hiperlaktasi juga bisa membawa masalah untuk Mama dan bayi.

Dampak ASI yang keluar akan mengalir cukup deras ini bisa menyebabkan bayi tersedak dan kesulitan untuk menyusu. Lalu, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, cari tahu di sini, Ma.

Penyebab Hiperlaktasi

Saat proses menyusui tidak berjalan efektif karena pelekatan yang tidak tepat, maka si Kecil akan menyusu lebih sering dan lebih lama. Sehingga hormon prolaktin akan terus terstimulasi walaupun ASI tidak dapat keluar secara efektif. Lama-lama produksi ASI Mama jadi makin berlimpah.

Dilansir dari jurnal PubMed, selain disebabkan karena terlalu banyak hormon prolaktin (hiperprolaktinemia), hiperlaktasi juga bisa disebabkan karena manajemen menyusui yang kurang baik, efek samping dari konsumsi obat atau adanya kondisi medis tertentu.

Baca juga : Pentingnya Pelekatan Menyusui Untuk Sukses Hingga 2 Tahun

Tanda-Tanda Hiperlaktasi

  1. Puting terasa sakit;
  2. Payudara terasa sangat kencang, keras dan sering bengkak;
  3. Payudara menyemprotkan ASI ke mana-mana saat bayi melepaskan mulutnya dari payudara, terutama pada awal menyusui;
  4. Bayi berusaha untuk mempertahankan posisi menyusu karena sering terlepas dari payudara ibunya;
  5. Bayi terkadang rewel atau menangis saat menyusu;
  6. Si Kecil sering tersedak saat menyusu dan memuntahkan banyak susu.

Dampak Hiperlaktasi pada Mama dan Bayi

hiperlaktasi

Produksi ASI yang berlebihan bisa menimbulkan dampak buruk pada Ibu menyusui dan bayi. Hiperlaktasi dapat membuat payudara Mama cepat penuh dan terasa kencang. Kalau tidak segera dikeluarkan, ASI yang menumpuk bisa menyumbat saluran air susu, payudara bengkak dan sakit, serta mastitis.

Sedangkan pada bayi, hiperlaktasi bisa menyebabkan rasa tidak nyaman ketika menyusu. Hal ini membuat bayi malas untuk menyusu atau bisa juga membuatnya jadi lebih cepat kenyang.

Proses menyusui yang lebih cepat, membuat bayi cenderung lebih banyak mendapatkan foremilk daripada hindmilk yang kaya akan kandungan lemak. Akibatnya, membuat berat badan bayi sulit bertambah.

Selain itu, ketidakseimbangan foremilk dan hindmilk menyebabkan bayi kurang mendapatkan laktosa yang mereka butuhkan. Laktosa ini membantu bakteri baik bertumbuh dalam pencernaan. Sehingga bermanfaat bayi melawan bakteri jahat, virus dan parasit, Ma.

Cara Mengatasi Hiperlaktasi

1. Memperbaiki pelekatan bayi tidak tepat

hiperlaktasi
Source : www,freepik.com

Pelekatan mulut bayi yang tidak tepat menyebabkan lidahnya tidak bisa bergerak memerah ASI dengan efektif, Ma. Mama bisa coba memperbaiki pelekatan bayi dengan prinsip A-MU-BI-DA. Caranya Mama bisa lihat di sini, ya.

2. Memompa ASI sesuai kebutuhan bayi

ASI akan diproduksi sesuai kebutuhan bayi. Jika Mama memompa ASI secara berlebihan bisa berpengaruh terhadap meningkatnya produksi ASI. Oleh karena itu, sebaiknya Mama memompa ASI sesuai kebutuhan si Kecil.

3. Mengubah posisi menyusui

Posisi menyusui sambil berbaring atau bersandar dipercaya dapat mengontrol aliran ASI yang keluar pada Ibu menyusui yang mengalami hiperlaktasi. Dengan posisi menyusui yang baik dan nyaman, si Kecil pun tidak akan mudah tersedak dan batuk ketika menyusu.

Baca juga: 5 Posisi Menyusui yang Benar untuk Mama dan Si Kecil

4. Menyusui bayi sebelum lapar

Mama bisa mencoba menyusui si kecil sebelum merasa sangat lapar. Bayi biasanya akan mengisap lebih lembut sehingga ini akan mengurangi rangsangan berlebih pada payudara yang dapat mempercepat aliran ASI.

5. Memakai breast pads

Hiperlaktasi menyebabkan ASI Mama menetes atau keluar dengan sendirinya. Biasanya akan merembes ke pakaian meski Mama tidak sedang menyusui si Kecil. Bila Mama tidak nyaman dengan kondisi tersebut, gunakan breast pads atau bantalan menyusui untuk membantu menyerap ASI yang menetes.

Itulah beberapa informasi tentang hiperlakatsi. Bila hiperlaktasi yang dialami tidak kunjung mereda, Mama bisa segera konsultasikan dengan dokter atau konselor menyusui ya, Ma.

Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!

Sources:

1. Hiperlaktasi, Ini Penyebab dan Cara Menanganinya. URL: https://www.alodokter.com/hiperlaktasi-ini-penyebab-dan-cara-menanganinya (diakses 23/09/2023)

2. Diagnosis and Management of Breast Milk Oversupply. URL: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26769886/ (diakses 23/09/2023)

3. Oversupply of breastmilk. URL: https://www.pregnancybirthbaby.org.au/oversupply (diakses 23/09/2023)

4. Too Much Breastmilk? What to Know About Overfeeding, Choking, and Coughing While Breastfeeding. URL: https://www.happiestbaby.com/blogs/baby/too-much-breastmilk (diakses 23/09/2023)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *