Pernahkah Mama mendengar tentang forceful let down? Kira-kira apa yang akan terjadi ketika Mama alami forceful let down? SImak informasi selengkapnya di artikel MamaBear kali ini, Yuk!
Apa Itu Forceful Let Down?
Forceful let down adalah kondisi ASI keluar dengan aliran terlalu deras dan cepat dari payudara Mama saat sedang menyusui sehingga membuat ASI terlihat seperti menyembur saat keluar. Forceful let down umumnya dialami oleh Mama pada minggu ke 3-6 pasca persalinan dan biasanya bisa terjadi seiring dengan kelebihan suplai pada produksi ASI Mama.
Dilansir dari Strong life Children’s Healthcare of Atlanta, apabila Mama mengalami kelebihan suplai ASI karena produksi ASI yang terlalu banyak, maka dapat menyebabkan aliran ASI dari payudara Mama ingin keluar dengan cepat dan deras. Forceful let down dapat menyebabkan perut si kecil menjadi kembung dan sering mengalami cegukan. Beberapa tanda lain yang ditunjukkan oleh Si Kecil ketika Mama mengalami forceful let down adalah:
- Sering rewel dan menangis;
- Batuk dan tersedak saat sedang menyusu;
- Cenderung menelan ASI dengan cepat saat menyusu;
- Menarik payudara saat menyusu;
- Menolak untuk menyusu pada Mama, dan lain-lain.
Apakah Forceful Let Down bisa Menjadi Masalah?
Forceful let down bisa jadi bukan merupakan suatu masalah bagi Mama. Namun, forceful let down bisa menyebabkan permasalah pada proses menyusui Si Kecil. Forceful let down akan membuat bayi tidak nyaman dan merasa tertekan saat menyusu kepada Mama. Faktor yang dapat memicu terjadinya forceful let down adalah pelekatan dan posisi menyusui yang kurang tepat sehingga menyebabkan Si Kecil kesulitan dalam mengatur dan mengelola aliran ASI yang cepat.
Hal ini karena ketika menyusu, bayi akan menyeimbangkan pernapasannya dengan mengisap dan menelan dalam urutan waktu yang tepat sehingga ASI bisa tepat masuk ke kerongkongan. Sebaliknya, jika bayi menelan dengan cara yang salah, maka nantinya dapat menyebabkan ASI masuk ke saluran pernapasan, bukan kerongkongan. Bila waktu menelan tidak tepat, cairan bisa masuk ke paru-paru.
Dilansir dari breastfeeding.support, forceful let down dapat mengganggu pernapasan bayi sehingga dapat mengubah pola mengisap bayi menjadi semburan hisapan pendek untuk memberi waktu lebih dalam bernafas. Jika aliran ASI terlalu deras, biasanya beberapa bayi menolak untuk menyusu, atau terkadang akan mengisap dengan sedikit tekanan untuk mengatasinya.
Lantas, bagaimana cara mengatasi forceful let down?
Cara Mengatasi Terjadinya Forceful Let Down
1. Memeriksa Pelekatan dan Posisi Menyusui
Melansir dari La Leche League, salah satu cara untuk mengatasi forceful let down, yaitu memeriksa pelekatan dan posisi menyusui. Pastikan pelekatan dan posisi menyusui sudah tepat, jika dirasa pelekatan dan posisi menyusui belum tepat, Mama bisa memperbaiki pelekatan dan posisi menyusui Mama.
Pelekatan dan posisi menyusui yang tepat dapat membantu bayi dalam mengontrol aliran ASI. Mama bisa menyusui dengan memposisikan kepala bayi lebih tinggi dari payudara Mama agar dapat membantu bayi mengendalikan aliran ASI.
2. Meredakan Aliran ASI
Saat forceful let down, aliran ASI Mama akan mengalir dengan sangat cepat. Maka langkah yang tepat untuk mengatasinya adalah meredakannya terlebih dahulu, dengan cara mencoba untuk melepaskan bayi dari payudara selama beberapa saat sampai aliran ASI sedikit melambat. Dengan begini, Si Kecil akan lebih bisa beradaptasi dan mampu mengatasi aliran ASI dengan baik.
3. Memerah Sedikit ASI Sebelum Menyusui
Memerah payudara sebelum mulai sesi menyusui bertujuan untuk dapat meredakan forceful let down dan membuat aliran ASI menjadi sedikit lambat. Namun, perlu diingat apabila forceful let down yang Mama alami berkaitan dengan oversupply, maka lebih baik untuk tidak terlalu sering memerah ASI karena justru bisa memberikan sinyal pada tubuh untuk meningkatkan junlah produksi ASI Mama menjadi lebih banyak.
4. Menyusui Sesuai Permintaan Bayi
Menyusui bayi sesering mungkin sesuai dengan permintaan juga dapat membantu mengurangi forceful let down. Saat menyusui, tekanan ASI di dalam payudara akan meningkat sehingga dapat pula mencegah terjadinya pembengkakan dan aliran ASI yang lebih cepat. Dengan begitu, maka kecil kemungkinan terjadinya forceful let down akan semakin kecil.
5. Menyusui dalam Keadaan Rileks
Cobalah menyusui sebelum Si Kecil sangat lapar atau ketika mereka sedikit mengantuk. Pada momen tersebut, Si Kecil umumnya merasa rileks sehingga akan menyusu lebih nyaman, teratur, dan dapat menerima ASI dengan aliran yang lebih lambat.
6. Menyesuaikan Jumlah Persediaan ASI
Langkah lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi forceful let down adalah dengan menyesuaikan suplai ASI agar tidak terjadi oversupply. Oleh karena itu, Mama bisa mengurangi suplai ASI dengan cara mengurangi frekuensi dalam memompa ASI sedikit demi sedikit. Hal ini akan membantu memperlambat aliran ASI Mama.
Namun, di sisi lain, Mama tetap harus mempertimbangkan kebutuhan Si Kecil, yaa… Apabila berat badan Si Kecil tidak mengalami peningkatan sesuai KMS,, maka mengurangi suplai ASI merupakan langkah yang kurang tepat. Oleh karena itu, sebaiknya Mama berkonsultasi terlebih dahulu dengan konselor menyusui untuk menentukan cara penanganan yang paling tepat.
7. Hindari Memegang Bagian Belakang Leher Bayi
Sebaiknya, hindari memegang bagian belakang leher bayi untuk memaksanya menyusu pada Mama, ya. Karena saat terjadi forceful let down, Si Kecil mungkin perlu melepaskan payudara sesekali dan berhenti menyusu sejenak untuk bernafas.
8. Menyendawakan Bayi
Usahakan agar Mama menyendawakan bayi secara teratur setelah menyusui. Saat Si Kecil menelan ASI dengan cepat, artinya Ia juga perlu untuk sering bersendawa.
9. Konsultasi dengan Dokter
Apabila permasalahan terkait forceful let down masih terjadi, mungkin Mama perlu mempertimbangkan untuk meminta bantuan dokter atau konselor menyusui untuk menangani forceful let down yang Mama alami agar mendapat penanganan yang tepat.
Nah, itu dia Mam penjelasan tentang forceful let down yang mungkin Mama alami. Forceful let down termasuk dalam masalah umum terkait menyusui yang masih dapat diatasi. Jadi, Mama juga bisa mencoba beberapa langkah di atas untuk menangani terjadinya forceful let down. Mama di sini ada yang pernah punya pengalaman saat alami forceful let down? Yuk, share juga pengalaman Mama dalam mengatasi forceful let down!
Penulis: Fernika Windi Ristantika
Editor: Khoirunnisa Purwamita B.
Sources:
Forceful Let-down (Milk Ejection Reflex) & Oversupply (kellymom.com)
Forceful or Overactive Letdown (strong4life.com)
What is a Fast Let-Down? (breastfeeding.support)
Too Much Milk and Oversupply (laleche.org.uk)