Mama penggemar kacang almond? Tapi.. pernah Mama memikirkan, jika kacang almond yang dikonsumsi terus menerus akan menimbulkan efek samping yang tidak baik untuk tubuh. Nah loh, padahal kan almond baik untuk produksi ASI, masa nggak dibolehin. Simak dulu artikel ini ya, Mam!
Kacang Almond untuk ASI
Kacang almond adalah salah satu jenis nuts yang kaya akan nutrisi, rendah karbohidrat, kaya lemak sehat, dan sebagai antioksidan.
Rasanya yang enak dan gurih, membuat para Mama mungkin ketagihan untuk terus ngemil kacang almond ini. Apalagi sekarang sudah banyak ditemukan olahan dari kacang almond yaitu susu almond.
Dengan segudang manfaat yang dimiliki oleh kacang almond, Mama sampai harus menyetok banyak kacang almond di rumah. Karena manfaat yang diberikan oleh kacang almond dapat memperlancar ASI.
Mengutip dari Sanford Health, almond termasuk ke dalam makanan laktogenik yang dapat merangsang dan meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui.
Apalagi almond yang diolah menjadi susu almond, ternyata dapat menambah rasa pada ASI. Susu ini juga dapat menambah kekentalan serta cita rasa manis dan krim pada ASI untuk Si Kecil.
Baca juga: Manfaat Konsumsi Susu Almond bagi ASI
Kandungan Nutrisi pada Kacang Almond
Berikut adalah kandungan nutrisi dalam seporsi (sekitar 28 gram) kacang almond.
- 164 kalori
- 6,1 gram (g) karbohidrat
- 14,2 g lemak
- 3,5 g serat
- 6 g protein
- 76,3 miligram (mg) kalsium
- 76,5 mg magnesium
- 136 mg fosfor
- 208 mg kalium.
Dilansir dari SehatQ, jenis kacang almond juga mengandung zat besi, zinc, tembaga, mangan, selenium, folat, dan vitamin E.
Jumlah kalori kacang almond tergolong tinggi sehingga tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Namun, kacang ini termasuk jenis kacang-kacangan yang memiliki kandungan indeks glikemik rendah.
Baca juga: Kebaikan Fortifikasi Kalsium dalam ALMON MIX MamaBear
8 Efek Samping Konsumsi Kacang Almond
Menurut Stylecraze yang menjelaskan berdasarkan penelitian yang menemukan bahwa konsumsi almond berlebihan dapat menyebabkan efek buruk, diantaranya:
1. Menyebabkan sembelit
Kacang almond kaya akan serat loh, Ma. Satu ons almond (sekitar 23 biji) mengandung 3,5 gram serat. Meskipun ini bagus, asupan serat yang berlebihan dapat menyebabkan sembelit dan sejumlah masalah pencernaan lainnya jika tidak dikombinasikan dengan asupan air yang cukup.
2. Mengurangi penyerapan gizi
Kelebihan serat yang diakibatkan dari sering makan kacang almond, dapat mengikat dengan mineral lain (seperti kalsium, magnesium, seng, dan besi) dan mengganggu penyerapannya dalam aliran darah sehingga menyebabkan kekurangan nutrisi.
Untuk mendapatkan manfaat penuh dari kacang, Mama bisa hanya konsumsi almond sebagai cemilan tunggal atau di antara waktu makan. Asupan serat harian yang direkomendasikan adalah sekitar 30 gram.
3. Menaikkan berat badan
Satu ons almond (23 biji) mengandung sekitar 164 kalori. Jadi.. Meskipun almond ini bukan menjadi masalah utama Mama, tapi jika mengonsumsi almond secara berlebihan (lebih dari 20) akan mengakibatkan berat badan Mama bisa bertambah.
Pasti nggak mau dong Ma.. apalagi karena efek setelah melahirkan, berat badan sudah bertambah, ditambah konsumsi makanan dengan lemak tinggi. Tubuh mama jadi nggak ideal, hilang deh harapan Mama pingin diet setelah melahirkan hehe..
4. Menimbulkan Alergi
Inilah sifat buruk yang ditimbulkan dari konsumsi kacang. Alergi menjadi akibat no.1 kebanyakan orang. Dilansir dari Nutrient, almond menyebabkan alergi kacang pohon paling banyak di AS, setelah kacang kenari dan mete.
Meskipun almond baik untuk masalah gigi tapi konsumsi berlebihan dapat menyebabkan sindrom alergi oral pada individu tertentu. Gejalanya meliputi mulut gatal, tenggorokan gatal, dan pembengkakan pada lidah, mulut, dan bibir
5. Overdosis vitamin E
Kacang almond kaya akan vitamin E. Tapi jika Mama mengonsumsinya secara berlebihan, dapat menyebabkan overdosis vitamin E.
Meskipun overdosis vitamin E hanya dengan makan almond sangat tidak mungkin, tapi Mama harus sadar bahwa kesehatan itu no.1. Penting bagi kita untuk menyadari akibatnya.
Jika Mama sudah mengonsumsi makanan lain yang kaya vitamin E (seperti sereal yang diperkaya dan biji-bijian), kelebihan almond bisa menimbulkan masalah.
Asupan vitamin E yang berlebihan dapat mengganggu pembekuan darah dan menyebabkan pendarahan. Namun, efek ini lebih menonjol pada individu yang mengonsumsi suplemen vitamin E secara berlebihan.
6. Menyebabkan batu ginjal
Almond kaya akan oksalat yang larut dalam usus, dimana mengandung senyawa yang dapat menyebabkan gagal ginjal dan batu ginjal.
Berdasarkan American Jurnal, Laporan menunjukkan bahwa oksalat dari almond memiliki bioavailabilitas yang tinggi. Seratus gram almond panggang mengandung 469 miligram oksalat
7. Meningkatkan racun dalam tubuh
Kali ini hati-hati deh, Mam. Ternyata almond, terutama versi pahit, dapat menyebabkan keracunan sianida. Dilansir dari Jurnal NLM, tingkat HCN 40 kali lebih tinggi pada almond pahit dibandingkan dengan almond manis
Setelah hidrolisis enzimatik, asam hidrosianat (HCN) dapat menyebabkan masalah pernapasan, gangguan saraf, tersedak, dan bahkan kematian. Oleh karena itu, hati-hati ya, Mam.
8. Masalah pencernaan
Kebanyakan orang yang mengonsumsi almond selalu mengalami efek samping di pencernaan, seperti sakit perut dan diare. Gejala ini dapat terjadi segera setelah konsumsi atau beberapa jam kemudian.
Jika Mama mengalami gejala ini, cobalah mengonsumsi probiotik atau minum banyak air. Mama mungkin juga bisa siasati dengan menghindari makan kacang selama beberapa hari sebelum mencoba lagi.
9. Mulas
Mulas terjadi ketika asam refluks kembali ke kerongkongan. Orang yang mengalami mulas sering merasakan sensasi terbakar di dadanya.
Untuk mencegah mulas, Mama bisa makan dalam porsi kecil sekaligus dan kunyah perlahan. Hindari makanan yang menyebabkan gangguan pencernaan, seperti makanan pedas, alkohol, kafein, dan makanan berlemak.
10. Kembung
Kembung disebabkan oleh penumpukan gas di usus. Gas tersebut menumpuk di dalam tubuh karena pencernaan yang buruk. Dengan konsumsi makanan kecil sepanjang hari, dapat membantu mengendalikan kembung.
Cobalah menghindari makanan yang menyebabkan gas, seperti kacang-kacangan, brokoli, kembang kol, kol, kubis Brussel, bawang merah, bawang putih, dan produk susu.
11. Mual
Mual adalah perasaan sakit atau tidak nyaman di perut. Ini bisa dipicu oleh makanan yang sering Mama konsumsi, seperti obat-obatan, atau perubahan cuaca. Makanan yang memicu mual antara lain buah jeruk, tomat, mentimun, paprika, cokelat, dan kopi.
Obat-obatan yang dapat menyebabkan mual antara lain obat kemoterapi dan pil KB. Perubahan cuaca juga bisa membuat seseorang merasa mual (seperti bepergian di musim panas dengan mobil atau pesawat).
Lalu berapa banyak Almond yang ideal untuk dikonsumsi sehari?
Jesse Feder, Ahli Diet Klinis di Rumah Sakit Regional Memorial, mengatakan, dalam konsumsi kacang almond direkomendasikan untuk mengonsumsi sekitar 20-23 almond sehari untuk rata-rata orang dewasa.
Lebih dari jumlah tersebut, dianggap terlalu banyak karena almond mengandung kalori dan lemak yang tinggi.
Mulai sekarang hindari sesuatu yang berlebihan ya, Mam. Memang sesuatu yang baik itu perlu ditingkatkan, tapi jika kelewat batas juga akan menimbulkan masalah.
Mama boleh saja, kok, konsumsi kacang almond ataupun olahannya seperti susu almond. Tapii.. tetap harus diperhatikan takaran per harinya. Sehat selalu ya, Mama.
Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!
Sources:
Top 10 superfoods for breastfeeding moms | Sanford Health News
11 Manfaat Kacang Almond untuk Kesehatan dan Efek Sampingnya
7 Side Effects of Eating Too Many Almonds
Almond Allergy: An Overview on Prevalence, Thresholds, Regulations and Allergen Detection – PMC
Renal Failure due to Excessive Intake of Almonds in the Absence of Oxalobacter formigenes
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3793392/pdf/ISRN.TOXICOLOGY2013-610648.pdf