Pada masa growth spurts, kebutuhan ASI si Kecil akan meningkat dan lebih sering menyusu pada Mama. Dengan begitu, pasokan ASI Mama juga akan ikut meningkat untuk memenuhi kebutuhan si Kecil. Tapi, ada kondisi tertentu dimana Mama tidak mampu untuk memenuhi tingginya permintaan ASI. Cluster pumping bisa jadi solusinya!
Persiapan Cluster Pumping
Cluster pumping adalah salah satu teknik untuk meningkatkan volume ASI perah. Teknik ini dianalogikan ketika bayi sedang mengalami cluster feeding karena percepatan pertumbuhan, sehingga kebutuhan bayi akan ASI menjadi semakin tinggi dan bayi akan lebih sering menyusu pada Mama.
Saat akan memulai memerah ASI dengan teknik ini, hal utama yang perlu Mama siapkan adalah peralatan pompa ASI. Pompa ASI yang direkomendasikan adalah double electric pump berstandar rumah sakit karena memiliki daya hisap besar dan kualitasnya terjamin.
Dilansir dari A Heavenly Home, Barang-barang lain yang perlu dipersiapkan, antara lain:
- Wadah botol penampung ASI yang dapat tersambung pada alat pompa ASI;
- Kantong ASI untuk membekukan ASI;
- Sabun untuk membersihkan residu ASI pada alat pompa atau wadah botol;
- Hands free pumping bra untuk membantu Mama memompa ASI secara lebih efisien.
Bagaimana Cluster Pumping Meningkatkan Produksi ASI?
Dilansir dari Genuine Lactation, ketika melakukan cluster pumping, payudara akan mulai terstimulasi sehingga akan menyebabkan peningkatan hormon prolaktin pada beberapa menit awal stimulasi sebelum akhirnya menurun kembali.
Hormon prolaktin akan meningkatkan hasil produksi ASI seiring berjalannya waktu. Meskipun hasilnya tidak dapat langsung terlihat, umumnya Mama dapat merasakan peningkatan produksi ASI setelah beberapa hari menerapkan teknik tersebut.
Apa yang Harus Dilakukan saat Cluster Pumping?

Teknik cluster pumping memang sedikit lebih rumit untuk dilakukan karena Mama perlu memompa ASI berulang kali dalam kurun waktu beberapa jam. Sebaiknya lakukan sesi pertama dan terakhir pumping sesuai waktu yang telah dijadwalkan seperti pada regular pumping.
Mama dapat menyiapkan perlengkapan pompa ASI terlebih dahulu agar sesi pumping menjadi lebih efektif. Pasangkan wadah botol pada alat pompa ASI dan masukkan dalam hands free pumping bra, kemudian nyalakan alat pompa selama beberapa menit untuk membiasakan ASI terpompa dengan sendirinya.
Dilansir dari Genuine Lactation, teknik cluster pumping lebih efektif meningkatkan produksi ASI daripada teknik pumping lainnya setelah dilakukan secara rutin selama beberapa hari. Hal ini terjadi karena teknik memerah ASI ini membuat payudara Mama kosong lebih lama sehingga memberikan sinyal pada tubuh untuk memproduksi ASI lebih banyak.
Bagaimana Cluster Pumping Bekerja?
Cara kerja cluster pumping sebenarnya merupakan upgraded version dari power pumping. Bayi sering menyusu dalam jumlah banyak selama beberapa jam, terlebih lagi ketika malam hari.
Pada cluster feeding, tidak ada pola dan jadwal yang pasti untuk pemberian ASI bagi si Kecil karena Mama hanya perlu menyusui dengan frekuensi sebanyak mungkin sesuai keinginan bayi. Bahkan, sesi menyusui pada teknik ini membutuhkan durasi waktu yang relatif lebih singkat dari teknik lainnya.
Mama juga dapat menggabungkan teknik ini dengan teknik menyusui lainnya. Tambah frekuensi pumping dengan durasi singkat di sela-sela jadwal regular pumping Mama. Hal ini dilakukan untuk menjaga payudara Mama tetap kosong dan meningkatkan hormon prolaktin.
Mama dapat mengikuti contoh pembagian waktu di bawah ini untuk menggabungkan teknik ini dengan regular pumping. Jika jadwal tiga sesi regular pumping pada pukul 18:00, 20:00, dan 22:00, Mama bisa melakukan teknik memerah ini secara acak di antara sesi-sesi tersebut dengan durasi yang singkat, misalnya:
- 18:00 selama 15 menit;
- 18:35 selama 6 menit;
- 7:15 selama 5 menit;
- 7:30 selama 7 menit;
- 20:00 selama 15 menit;
- 20:55 selama 6 menit;
- 21:22 selama 5 menit;
- 21:44 selama 3 menit;
- 22:00 selama 15 menit.
Jika Mama menerapkan jadwal pumping seperti di atas, tiga sesi regular pumping berubah menjadi 9 kali sehingga payudara kosong lebih lama dan hormon prolaktin akan meningkat.
Meskipun lebih efektif dan terlihat hasilnya, jadwal pumping yang sangat intens membuat teknik pumping ini jarang dipilih oleh kebanyakan Mama.
Rekomendasi Jadwal Cluster Pumping
Sebelum memilih untuk melakukan teknik memerah ASI ini, perlu diingat bahwa kesehatan Mama adalah hal yang terpenting, baik dari segi nutrisi maupun istirahat. Pastikan Mama meluangkan waktu untuk mengonsumsi makanan bernutrisi dan istirahat secara rutin.
Mama dapat membuat jadwal pumping yang sesuai dengan kondisi dan kesibukan Mama. Bagaimana jika masih bingung dengan pembagian waktunya? Tenanggg, MamaBear punya rekomendasi jadwal pumping yang dapat Mama ikuti sesuai pada gambar di bawah ini!
“Kalau kerja, masih bisa cluster pumping ngga yaaa?” Bisa kok, Ma… Mama bisa melakukannya sepulang kerja sesampainya Mama di rumah. Selama jam kerja, Mama dapat melakukan regular pumping, kemudian dilanjutkan dengan cluster pumping ketika sudah berada di rumah.
Semoga teknik dan tips seputar cluster pumping dapat bermanfaat dan membantu Mama memenuhi kebutuhan ASI si Kecil yaa! Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!
Sources:
1. How to cluster pump with an example schedule | A Heavenly Home. URL: https://blog.jacquelynvansant.com/how-to-cluster-pump-with-an-example-schedule/ (diakses 26/11/2023)
2. Power Pumping and Cluster Pumping — Genuine Lactation URL: https://www.genuinelactation.com/blog-for-breastfeeding-families/power-pumping-and-cluster-pumping (diakses 16/11/2023)