fbpx
Cara Memanaskan ASI dari Kulkas Image MamaBear

Apakah Mama suka menyimpan ASI hasil pumping di dalam kulkas? ASI yang telah disimpan dalam kulkas perlu dipanaskan terlebih dahulu sebelum diberikan pada Si Kecil? Namun,  apakah cara memanaskan ASI yang biasa Mama lakukan sudah tepat dan aman? Berapa lama ASI yang telah dipanaskan dari kulkas dapat bertahan? Yuk, simak fakta cara memanaskan ASI dari kulkas pada artikel ini!

Cara Memanaskan ASI dari Kulkas

Berikut ini adalah cara memanaskan ASI dari kulkas ala MamaBear:

1. Dialiri dengan air keran 

Cara Memanaskan ASI dari Kulkas Image MamaBear

Cara memanaskan ASI dari kulkas yang pertama adalah dengan mengalirkan air keran pada wadah penyimpanan ASI, seperti botol ASI atau kantong ASI. Pastikan bahwa air keran yang Mama gunakan bertemperatur hangat. Cara memanaskan ASI dari kulkas yang satu ini memang sangat sederhana dan dan tidak membutuhkan alat penunjang lainnya. Ada tapi-nya nihh, Mam… Mama harus memegang wadah penyimpanan ASI-nya secara terus menerus sampai ASI di dalamnya berubah suhu menjadi hangat. Tentu itu bukan waktu yang sebentar, jadi bisa saja Mama merasa bosan dan lelah menunggu. Sebenarnya, cara ini juga boros air, karena membutuhkan air dalam jumlah banyak karena air keran akan menyala terus sampai Mama selesai memanaskan ASI hingga suhu yang diinginkan. 

2. Direndam air hangat

Cara Memanaskan ASI dari Kulkas Image MamaBear

Cara memanaskan ASI selanjutnya adalah dengan merendam wadah penyimpanan ASI di dalam mangkuk berisi air hangat. Pertama-tama, Mama perlu menyiapkan air hangat, Mama bisa memanaskan air terlebih dahulu atau langsung menggunakan air keran. Kemudian, tuangkan air ke dalam mangkuk atau baskom, sesuaikan dengan ukuran wadah penyimpanan ASI yang ingin Mama hangatkan, Selanjutnya, masukkan wadah penyimpanan ASI, dapat berupa kantong ASI atau botol ASI, ke dalam mangkuk berisi air hangat yang telah disiapkan sebelumnya. Diamkan hingga ASI mencapai suhu hangat yang diinginkan. 

Beberapa Mama lebih memilih metode ini karena membutuhkan lebih sedikit air. Selain itu, Mama hanya perlu menaruh wadah penyimpanan ASI dan menunggunya sambil mengerjakan aktivitas lainnya sehingga lebih hemat waktu dan tenaga.

3. Menggunakan bottle warmer 

Cara Memanaskan ASI dari Kulkas Image MamaBear

Rekomendasi cara memanaskan ASI dari kulkas yang terakhir adalah dengan menggunakan bottle warmer. Mama dapat memasukkan botol penyimpanan ASI ke dalam alat ini untuk memanaskan ASI yang tersimpan di dalamnya. Ikuti petunjuk penggunaan alatnya dengan tepat untuk mendapatkan hasil pemanasan ASI yang optimal yaa, Mama… 

ASI yang disimpan dalam kulkas akan menyebabkan komponen lemak pada ASI-nya terpisah. Jadi, selalu ingat untuk mengocok ringan ASI yang telah dipanaskan agar komponen ASI tercampur kembali secara merata ya, Mam! Pastikan juga suhu ASI yang telah dipanaskan sudah aman untuk diberikan kepada Si Kecil, yaitu sekitar 40°C. Mama dapat cek suhunya dengan cara menuangkan beberapa tetes ASI ke tangan, apabila sudah terasa hangat maka bisa diberikan kepada Si Kecil. Ingat bahwa harus terasa hangat, bukan panas yaa, Mama…

Berapa Lama ASI yang Telah Dipanaskan Bertahan?

DIlansir dari Centers for Disease and Prevention, ASI yang telah dibiarkan pada suhu ruang atau dipanaskan, dapat bertahan dan digunakan dalam jangka waktu 2 jam. Penelitian lain Pardou et al., (1994) menyatakan bahwa bakteri mengalami pertumbuhan yang lambat di kulkas. Jadi, apabila ASI masih tetap dingin setelah dibiarkan pada suhu ruang, maka Mama bisa memasukkannya kembali ke dalam kulkas untuk memperpanjang daya tahannya. 

Bolehkah Sisa ASI Diberikan Kembali pada Si Kecil?

Saat Mama memberikan ASI yang telah dipanaskan kepada Si Kecil, pasti pernah ada masanya Ia tidak mau menghabiskannya kan, Mam? Hal ini bikin Mama jadi risau dan khawatir, boleh ngga ya sisa ASI ini diberikan lagi kepada Si Kecil untuk sesi menyusui berikutnya? Ataukah seharusnya langsung dibuang? 

Dilansir dari Kelly Mom, memberikan ASI yang tidak habis diminum oleh Si Kecil untuk sesi menyusu selanjutnya adalah hal yang bisa jadi aman dilakukan. Tapi, belum ada penelitian pasti yang membahas mengenai hal ini. Oleh karena itu, Mama dianjurkan untuk segera membuang sisa ASI setelah sesi menyusui telah selesai. 

Cara Meminimalkan Jumlah ASI yang Terbuang

Pusing mikirin bagaimana cara dapat jumlah ASI yang pas, tanpa ada sisa ASI yang tidak terminum oleh Si Kecil? Jika Mama merasakan hal yang sama, coba simak tipsnya berikut ini!. Jika Anda mendapati diri Anda membuang banyak ASI, berikut beberapa tipsnya:

1. Memanaskan ASI saat dibutuhkan

Cara Memanaskan ASI dari Kulkas Image MamaBear

Hal utama yang seharusnya Mama lakukan adalah memanaskan ASI hanya saat benar-benar dibutuhkan. Usahakan untuk selalu menyimpan ASI dalam wadah penyimpanan yang tersegel dengan rapat, seperti botol ASI atau kantong ASI. Masukkan wadah penyimpanan ASI ini ke dalam kulkas dengan suhu dingin yang konstan dan teratur sehingga dapat terjaga dengan aman hingga waktunya digunakan nanti. 

2. Menyimpan ASI dalam porsi kecil

Cara Memanaskan ASI dari Kulkas Image MamaBear

Cara paling ampuh untuk meminimalkan jumlah ASI yang terbuang adalah melakukan penyimpanan dalam porsi kecil. Mama dapat membagi ASI hasil perah Mama ke dalam kantong-kantong ASI berkapasitas kecil, kemudian hanya panaskan ASI sesuai jumlah yang dibutuhkan Si Kecil. 

Itulah beberapa rekomendasi cara memanaskan ASI dari kulkas yang dapat Mama coba di rumah. Apakah Mama juga punya cara memanaskan ASI dari kulkas andalan lainnya? Yuk, baca juga artikel Bagaimana Cara Memanaskan ASI yang Tepat untuk Si Kecil? untuk informasi lengkap seputar cara memanaskan ASI yang perlu Mama ketahui!

Dapatkan juga Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!Bagaimana Cara Memanaskan ASI yang Tepat untuk Si Kecil?

Sources:

Pardou A, Serruys E, Mascart-Lemone F, Dramaix M, Vis HL. 1994. Human milk banking: influence of storage processes and of bacterial contamination on some milk constituents. Biol Neonate. 65(5):302-9. doi: 10.1159/000244076. PMID: 8054398.

Reusing expressed breastmilk • KellyMom.com