Penting bagi Mama memahami beberapa kondisi yang mungkin dialami saat hamil, seperti blighted ovum atau kehamilan kosong. Seperti apa penjelasan lengkapnya? Yuk, baca artikel MamaBear berikut ini!
Apa itu Blighted Ovum?
Kehamilan kosong adalah satu kondisi di mana rahim Ibu hamil ternyata kosong. Artinya, tidak ada janin atau calon bayi yang ada di dalam kandungan, seperti kehamilan normal pada umumnya.
Kondisi ini bisa terjadi karena ada masalah pada proses menuju kehamilan. Sel telur yang telah dibuahi oleh sperma tidak dapat berkembang, sehingga janin pun tidak bertumbuh, bahkan sama sekali tidak ada. Hal inilah yang kemudian menyebabkan kondisi tersebut dinamai sebagai kehamilan kosong atau disebut juga blighted ovum.
Sebenarnya proses yang terjadi pada kehamilan kosong hampir tak ada bedanya dengan kehamilan biasa. Namun pada perjalanannya, plasenta yang terus terbentuk dan tumbuh tidak dibarengi dengan berkembangnya embrio atau calon janin.
Baca juga: Penting, Pantau Detak Jantung Janin Normal Selama Hamil!
Penyebab Blighted Ovum
Penyebab kehamilan kosong belum sepenuhnya dipahami, tetapi faktor genetik dan masalah kromosom seringkali berperan. Mungkin dari sperma atau sel telur berkualitas rendah. Atau, mungkin terjadi karena pembelahan sel abnormal. Terlepas dari itu, tubuh Mama menghentikan kehamilan karena mengenali kelainan ini.
Tanda-Tanda Kehamilan Kosong
Wanita yang hamil kosong mungkin masih mengalami tanda-tanda kehamilan, seperti terlambat datang bulan, tes urine positif, hingga morning sickness. Ini karena proses yang terjadi pada kehamilan kosong adalah sama dengan proses awal kehamilan normal.
Meski begitu, ada beberapa tanda dan gejala kehamilan kosong yang mungkin dialami, seperti:
- Perdarahan ringan dari vagina.
- Kram perut.
- Tidak adanya detak jantung janin pada pemeriksaan ultrasonografi.
Baca juga: Timbul Flek Coklat saat Hamil, Tanda Bahayakah?
Apa yang Perlu Dilakukan Jika Mengalami Kehamilan Kosong?
Jika Mama ternyata dinyatakan mengalami kehamilan kosong, pastikan untuk melakukan diskusi dengan dokter kandungan terkait hal-hal selanjutnya yang harus dilakukan.
Ada beberapa kasus yang mengharuskan Mama yang menjalani proses pembersihan dari dalam rahim. Ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu dengan tindakan medis dengan kuretase dan mengonsumsi obat.
Setelah mengalami semua hal tersebut, biasanya dokter akan meminta Mama untuk menunda kehamilan selanjutnya sampai 3 bulan. Hal ini dilakukan untuk memastikan tubuh siap.
Ingatlah selalu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Mama mengalami gejala atau memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai kondisi ini. Semoga informasi ini membantu, ya!
Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!
Sources:
1. Prevalence of blighted ovum in first trimester of pregnancy: a hospital based study. URL: https://www.researchgate.net/publication/329929927_Prevalence_of_blighted_ovum_in_first_trimester_of_pregnancy_a_hospital_based_study (diakses pada 31/5/2024)
2. Blighted ovum and tubal pregnancy: a rare form of heterotopic pregnancy: case report. URL: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5898053/ (diakses pada 31/5/2024)
3. Blighted Ovum. URL: https://www.webmd.com/baby/blighted-ovum (diakses pada 31/5/2024)