Bertengkar dengan pasangan itu biasa terjadi dalam sebuah rumah tangga. Apabila alasan terjadinya pertengkaran adalah karena ingin mengkomunikasikan pikiran masing-masing daripada memendamnya sendiri, maka itu masih bisa dikatakan dalam tahap wajar. Tapi, jika pasangan mulai bertengkar sambil berteriak dan berdebat sepanjang waktu tanpa adanya kesepakatan sederhana dan berakhir dengan saling bermusuhan, maka pertengkaran itu sudah tidak wajar.
Bertengkar dengan pasangan bisa membuat situasi menjadi tidak nyaman satu sama lain. Maka tidak jarang, pasangan yang sudah menikah lebih memilih untuk menghindari perdebatan argumen demi menjaga keharmonisan hubungan mereka. Tapi sayangnya, ini hanya akan memperparah keadaan.
Lalu, hal apa yang perlu dihindari dan tindakan yang sebaiknya dilakukan saat bertengkar dengan pasangan?
Hal yang Perlu Dihindari saat Bertengkar dengan Pasangan
- Mengucapkan Kata Kasar
Saat bertengkar dengan pasangan, kedua belah pihak bisa saja lepas kontrol dan mengucapkan kata-kata kasar. Sebaiknya, hindari melakukan hal ini dan berbicaralah dengan hati-hati saat berargumen dengan pasangan. Ini akan membuat penyampaian pesan menjadi lebih jelas. Menghindari penggunaan kata-kata kasar juga baik dalam menentukan solusi. Kata-kata kasar hanya akan memperburuk keadaan.
- Saling Menyalahkan
Hal ini sangat perlu untuk dihindari saat bertengkar dengan pasangan karena tidak akan menyelesaikan masalah sama sekali. Daripada saling menuduh dan menyalahkan pasangan, akan lebih baik untuk kedua pasangan jika mencari tahu apa yang menjadi permasalahan sebenarnya dan bagaimana cara mengatasinya sekarang agar tidak terjadi kembali di masa depan.
- Menyela Pembicaraan
Hal ini tentu akan membuat pasangan menjadi semakin jengkel dan membuatnya tidak bisa menyampaikan keinginannya secara penuh. Menyela pembicaraan saat pasangan tengah berbicara akan memberikan kesan bahwa apa yang ingin disampaikan adalah sesuatu yang tidak cukup penting. Maka, lebih baik dengarkan terlebih dahulu apa yang ingin disampaikan pasangan tanpa menyela ataupun memotong pembicaraan.
- Membandingkan dengan Pasangan Lain
Saat bertengkar dengan pasangan, hindari membandingkan pasangan dengan orang lain. Ini karena setiap pasangan memiliki permasalahan yang berbeda dan tidak bisa dibandingkan 100 % satu sama lain.
- Saling Mendiamkan
Tindakan ini tentu saja tidak akan memberikan solusi apapun pada masalah yang ada. Karena pasangan kita tidak memiliki radar untuk membaca isi hati kita tanpa kita mengatakannya dengans jelas. Jika kedua pasangan tidak saling berkomunikasi maka akan sulit menemukan jalan keluar pada masalah yang sedang dihadapi.
Tindakan yang Sebaiknya Dilakukan saat Bertengkar dengan Pasangan
- Menyisihkan Waktu untuk Menyelesaikan Masalah
Agar komunikasi antar pasangan lebih terbuka, akan lebih baik jika menyisihkan sedikit waktu untuk menyelesaikan masalah. Ini memungkinkan kedua pasangan memiliki ruang untuk mengkomunikasikan perasaan mereka dengan cara yang lebih tenang dan rasional. Kedua pasangan bisa membicarakan masalahnya pada saat pillow talk sebab hal ini dapat mendekatkan pasangan secara emosional.
- Melihat dari Perspektif yang Berbeda
Melansir dari The Relationship People, ketika bertengkar dengan pasangan, cobalah untuk melihat segala hal dari perspektif yang berbeda agar dapat membantu untuk mempertimbangkan kebutuhan emosional pasangan sehingga bisa saling memahami perasaan satu sama lain.
- Mendengarkan Penjelasan dengan Pikiran Terbuka
Hal ini dapat meredakan perselisihan dengan pasangan karena sangat penting untuk meluangkan waktu agar dapat mendengar apa yang dikatakan pasangan. Menghadapi perselisihan apapun dengan pola pikir resolusi yang damai dan penuh kasih sayang adalah hal yang tidak kalah penting untuk dilakukan saat bertengkar dengan pasangan.
- Mengutarakan dengan Kalimat Permintaan
Dilansir dari Verywell mind, saat ingin mengomunikasikan pikiran pada pasangan, memilih mengutarakan dengan kalimat permintaan akan terasa lebih baik dibandingkan dengan keluhan. Misalkan daripada mengatakan “Kenapa sih kok nggak mau beresin barang-barangmu sendiri?” akan jauh lebih baik jika mengatakan “Kamar tidur kita berantakan, boleh bantu aku rapikan barang-barangmu?” Ini akan membuat pasangan lebih mengerti akan situasi dan perasaan masing-masing tanpa membuatnya merasa tidak nyaman.
- Memberikan Sentuhan pada Pasangan
Saat bertengkar dengan pasangan, terdapat titik di mana membahas masalah tidak akan membantu meredakan pertengkaran. Ada kalanya pasangan hanya perlu saling memberikan sentuhan seperti pelukan ketika tidak menemukan titik temu dalam menyelesaikan suatu masalah. Menghubungkan kembali hubungan melalui pelukan sangatlah penting. Selain itu, berpelukan dengan pasangan bisa merangsang hormon oksitosin dan serotonin dalam tubuh yang bisa membuat tubuh lebih rileks, dan tenang satu sama lain.
- Saling Meminta Maaf
Setelah pertengkaran terjadi, kedua pasangan biasanya akan dilanda perasaan marah, kesal, dan merasa bersalah. Tindakan tepat yang bisa dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan saling meminta maaf satu sama lain. Kata ‘maaf’ mungkin bisa untuk mewakilkan rasa bersalah pada pasangan dan mengakui kesalahan masing-masing.
Berbagai hal bisa memicu terjadinya pertengkaran dengan pasangan baik itu hal kecil maupun besar. Tetapi, pertengkaran itu tidak selalu dapat berakhir negatif, loh. Banyak hal positif yang bisa dijadikan pembelajaran setelah bertengkar dengan pasangan. Marah dengan pasangan adalah hal yang normal jika ditangani dengan benar. Apa sajakah hal positif tersebut?
Dampak Positif Setelah Pertengkaran
- Memperkuat Hubungan
Selama perselisihan terjadi, pasangan akan bebas mengungkapkan perasaan kecewa atau tidak bahagia tanpa harus memendamnya. Ini akan membantu memperkuat hubungan dalam jangka panjang karena dengan begitu kedua pasangan akan secara aktif ikut serta menyelesaikan permasalahan dengan sikap yang dewasa dan keputusan yang matang.
- Belajar Mengenal Pasangan Lebih Dalam
Pertengkaran dalam suatu hubungan bisa menjadi sebuah pengalaman belajar bagi pasangan untuk membantu meningkatkan hubungan dan mengenal satu sama lain. Saat kedua pasangan berusaha mengkomunikasikan masalah, secara tidak langsung keduanya akan belajar bagaimana cara menghadapi satu sama lain dan mengenal karakter satu sama lain dengan lebih baik.
- Bentuk Kepedulian
Bertengkar dengan pasangan adalah tanda adanya sikap kepedulian pada pasangan. Argumen sesekali ketika bertengkar sebenarnya adalah hal yang baik. Ketika pasangan bertengkar, itu berarti mereka peduli dengan hubungan mereka. Saat keduanya berhasil melewati ketegangan setelah perselisihan maka kelanggengan hubungan juga akan semakin meningkat.
- Meningkatkan Keintiman dengan Pasangan
Bertengkar dengan pasangan dapat meningkatkan keintiman dengan pasangan karena pada akhirnya nanti kedua pasangan akan saling meminta maaf dan menebus kesalahan. Ini akan membangun kepercayaan satu sama lain dan membuat pasangan menjadi lebih dekat.
Jadi, bertengkar dengan pasangan tidak selalu berdampak negatif, ya. Hal tersebut juga bisa berdampak positif pada suatu hubungan dan membuat pasangan bisa lebih saling memahami satu sama lain.
Writer: Fernika Windi
Editor: Mega Pratidina
Source:
How Fighting Can Improve Your Relationship (verywellmind.com)
I can’t seem to stop arguing with my partner. What can we do? | Relate (relate.org.uk)
5 Hal Positif Usai Bertengkar dengan Pasangan (cnnindonesia.com)
How to Stop Fighting: Tips for Married Couples (webmd.com)
This Is the Best Way To Fight With Your Partner, According to Psychologists (time.com)
The 9 Worst Things To Do in an Argument, Per Therapists | Well+Good