fbpx

Bendungan ASI adalah kondisi di mana payudara terasa penuh, keras, dan nyeri karena produksi ASI yang lebih banyak daripada pengeluaran. Hal ini umum terjadi pada hari-hari awal menyusui atau ketika ada perubahan dalam pola menyusui. Jika tidak ditangani dengan baik, bendungan ASI bisa berkembang menjadi mastitis atau infeksi payudara.

Penyebab Bendungan ASI

Bendungan ASI bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Hisapan Bayi yang Kurang Efektif: Jika pelekatan bayi tidak optimal, ASI tidak bisa dikeluarkan dengan baik.
  • Jadwal Menyusui yang Tidak Teratur: Menunda menyusui atau tidak menyusui sesuai kebutuhan bayi bisa menyebabkan penumpukan ASI.
  • Produksi ASI Berlebih: Beberapa Mama memiliki produksi ASI yang melimpah sehingga bayi tidak mampu menghabiskannya dalam satu kali menyusu.
  • Penggunaan Botol atau Dot: Bayi yang lebih sering diberikan botol atau dot bisa mengalami kebingungan puting dan kurang efektif dalam menyusu langsung.
  • Tekanan pada Payudara: Mengenakan bra yang terlalu ketat atau tidur tengkurap dapat menghambat aliran ASI dan menyebabkan bendungan.

Baca Juga: Kenapa ASI Berkurang? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Bendungan ASI

Jika Mama mengalami bendungan ASI, beberapa langkah berikut dapat membantu:

1. Menyusui Lebih Sering

Menyusui secara langsung adalah cara terbaik untuk mengosongkan payudara. Pastikan bayi melekat dengan benar dan menyusu dengan efektif.

2. Kompres Hangat dan Dingin

  • Kompres hangat sebelum menyusui membantu melancarkan aliran ASI.
  • Kompres dingin setelah menyusui dapat mengurangi pembengkakan dan nyeri.

3. Pijat Payudara

Pijat lembut dengan gerakan melingkar ke arah puting sebelum dan selama menyusui dapat membantu mengeluarkan ASI yang tersumbat.

4. Perah ASI Jika Diperlukan

Jika bayi tidak bisa mengosongkan payudara sepenuhnya, Mama bisa memerah ASI menggunakan tangan atau pompa.

5. Gunakan Posisi Menyusui yang Berbeda

Beberapa posisi seperti “biological nursing” (menyusui dengan posisi bayi tengkurap di atas tubuh Mama) dapat membantu bayi menyusu lebih efektif.

6. Hindari Penggunaan Dot atau Botol

Jika memungkinkan, berikan ASI langsung dari payudara untuk mencegah kebingungan puting dan memastikan aliran ASI tetap lancar.

Baca Juga: Mengenal Breastfeeding Acupressure, Rahasia ASI Ngucur

Pencegahan Bendungan ASI

Untuk mencegah bendungan ASI, Mama bisa melakukan beberapa hal berikut:

  • Susui Bayi Sesuai Kebutuhan: Jangan menjadwalkan menyusui, tetapi ikuti tanda lapar bayi.
  • Pastikan Pelekatan yang Baik: Pelekatan yang benar membantu bayi mengosongkan payudara secara optimal.
  • Gunakan Bra yang Nyaman: Pilih bra menyusui yang tidak terlalu ketat agar tidak menekan saluran ASI.
  • Hindari Stres Berlebihan: Stres dapat mempengaruhi refleks let-down ASI dan menyebabkan masalah menyusui.

Gambar Pendukung

Gambar: Teknik Memijat Payudara untuk Melancarkan ASI

Kesimpulan

Bendungan ASI adalah kondisi yang umum terjadi pada Mama menyusui, tetapi bisa diatasi dengan menyusui lebih sering, kompres, pijatan, dan perawatan yang tepat. Menyusui langsung tetap menjadi solusi utama untuk menghindari masalah ini dan memastikan bayi mendapatkan manfaat ASI secara optimal. Jika bendungan ASI tidak membaik atau disertai demam, segera konsultasikan dengan konselor laktasi atau tenaga medis.


Referensi

  • Kent, J. C., Prime, D. K., & Garbin, C. P. (2012). Principles for maintaining or increasing breast milk production. Journal of Obstetric, Gynecologic & Neonatal Nursing, 41(1), 114-121. https://doi.org/10.1111/j.1552-6909.2011.01313.x
  • Wilson-Clay, B., & Hoover, K. (2017). The Breastfeeding Atlas (6th ed.). LactNews Press.