fbpx

Menurut Pregnancy, Birth and Baby, sebagian besar kehamilan berlangsung selama 40 minggu. Bayi sedang berkembang dan mengalami pertumbuhan penting selama kehamilan, termasuk di bulan dan minggu – minggu terakhir sebelum kelahiran.

Kondisi dimana bayi yang lahir sebelum minggu ke-37 dikenal sebagai kelahiran bayi prematur. Lalu, sebenarnya apakah perkembangan bayi prematur dengan bayi normal itu sama saja atau berbeda? Apa saja penyebab kelahiran bayi prematur? Simak ulasan berikut, ya, Ma.

Tanda Bayi Lahir Prematur

Seiring dengan kemajuan medis, 9 dari 10 bayi prematur dapat bertahan hidup dan terus berkembang secara normal. Berikut adalah tanda-tanda yang dialami:

  • Ukuran badan yang kecil
  • Suhu tubuh rendah terutama setelah lahir yang disebabkan kurangnya lemak yang tersimpan dalam tubuh
  • Pernafasan yang sulit. 

Bayi prematur mungkin memiliki lebih banyak masalah kesehatan daripada bayi yang lahir normal.

Perkembangan Janin dengan Kelahiran Prematur

Bayi yang lahir pada usia 36 hingga 37 minggu biasanya terlihat seperti bayi kecil yang lahir cukup bulan. Sedangkan, bayi premature akan terlihat berukuran kecil dan terlihat sangat rapuh.

Pada kelahirannya biasanya memiliki kulit yang tampak mengkilap, tembus cahaya, kering atau bersisik.

Perkembangan janin yang belum matang menyebabkan kelahiran prematur tidak dapat mengatur suhu tubuhnya, pernapasan, atau detak jantungnya.

Baca juga: 4 Hal yang Wajib Mama Ketahui Tentang Bayi Baru Lahir

Terdapat beberapa masalah yang timbul pada bayi yang lahir prematur seperti masalah pernapasan, masalah jantung, masalah di saluran pencernaan, penyakit kuning, anemia, bahkan infeksi.

Namun, Mama sebaiknya tidak terlalu khawatir karena sebagian besar bayi prematur akan berkembang secara normal.

Walaupun tetap memiliki risiko lebih tinggi dalam masalah perkembangan, sehingga memerlukan pemeriksaan kesehatan dan perkembangan secara teratur di rumah sakit atau dengan dokter anak. 

Penyebab Kelahiran Prematur

Penyebab dari kelahiran prematur sulit ditentukan dan mungkin disebabkan oleh banyak faktor yang berbeda pada saat yang sama karena persalinan merupakan proses yang kompleks.

Namun, dilansir menurut Mayoclinic terdapat beberapa alasan mengapa Mama lahir prematur, yaitu:

  • Kehamilan ganda (kembar atau lebih),
  • Masalah dengan rahim atau leher rahim,
  • Kondisi medis yang membuat bayi harus dilahirkan lebih awal,
  • Riwayat kelahiran prematur sebelumnya, dan merokok atau menggunakan obat-obatan terlarang.

Jika Mama hamil kurang dari 37 minggu dan mengalami tanda-tanda persalinan prematur, seperti kontraksi, ketuban pecah, pendarahan, ‘tonjolan’ lendir dari vagina atau penurunan gerakan bayi secara tiba-tiba, lebih baik segera menghubungi dokter ya, Ma. Semoga informasi ini dapat berguna bagi Mama!

Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!

Writer: Anisa Luana

Editor: Mega Pratidina, M. Najib Wafirur Rizqi

Sumber: 

(pregnancybirthbaby.org)

(MayoClinic.org)

(marchofdimes.org)

(cdc.gov)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *