Memasuki masa menyusui, tidak jarang Mama akan merasa kebingungan saat produksi ASI-nya sedikit, kan? Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh intensitas menyusui dan asupan nutrisi yang Mama dapatkan. Semakin rutin Mama menyusui, maka produksi ASI akan semakin meningkat. Tapi, ternyata tidak hanya sesi menyusui saja yang harus diperhatikan lhoo… Sesi pumping juga tidak kalah pentingnya untuk memastikan suplai produksi ASI tetap terjaga.
Mama mungkin tidak menghadapi kesulitan saat menyusui Si Kecil secara langsung. Tapi di lain sisi, ASI tidak keluar saat pumping. Kira-kira apa ya yang menyebabkan ASI tidak keluar saat pumping? Bagaimana cara mengatasi kondisi ASI tidak keluar saat pumping? Cari tahu lebih lanjut pada artikel MamaBear berikut ini yuk, Mam!
Penyebab ASI Tidak Keluar saat Pumping
ASI tidak keluar saat pumping dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Kurangnya fitur pendukung pada pompa ASI
Penyebab ASi tidak keluar saat pumping yang pertama adalah kinerja pompa ASI yang kurang efektif. Setiap pompa ASI yang beredar di pasaran memiliki fiturnya masing-masing, dengan kualitas dan efektivitas yang tentunya berbeda. Terdapat berbagai opsi pompa ASI yang dapat Mama pilih sesuai kebutuhan, mulai dari pompa ASI dengan harga terjangkau hingga high-end.
Beberapa Mama mungkin sudah mendapatkan hasil pompa yang baik ketika menggunakan pompa ASI dengan kualitas standar dan harga terjangkau. Namun, tidak sedikit juga lhoo Mama yang perlu pompa ASI berkualitas tinggi agar hasil pompa ASI yang didapatkan dapat optimal. Untuk mengetahui apakah pompa ASI yang Mama gunakan adalah faktor ASI tidak keluar saat pumping, cobalah untuk membandingkan kinerja dan hasil pumping dari beberapa jenis pompa ASI. Beberapa rumah sakit menyewakan pompa ASI dengan kualitas tinggi yang dapat Mama. Jika ternyata hasil pumping dari masing-masing jenis pompa ASI menunjukkan hasil yang signifikan, berarti ini adalah waktu yang tepat untuk membeli dan berinvestasi untuk pompa ASI dengan kualitas yang lebih baik agar produksi ASI semakin optimal.
2. Kesulitan dalam penggunaan pompa ASI
Pernahkah Mama merasa kesulitan saat menggunakan pompa ASI? Kesulitan ini biasanya terjadi karena Mama belum percaya diri dan kurang merasa nyaman saat mulai melakukan pumping. Tapi, perlu diingat bahwa hubungan antara mindset dengan tubuh Mama akan sangat memengaruhi keberhasilan pumping. Saat Mama menolak untuk pumping, maka tubuh juga tidak akan meningkatkan produksi ASI-nya. Oleh karena itu, Mama sebaiknya mulai melakukan pumping secara rutin agar mulai terbiasa menjalaninya yaa…
Cobalah untuk pumping di tempat yang tenang dan nyaman sambil ditemani lagu atau camilan kesukaan Mama agar sesi pumping jadi lebih enjoyable. Mama juga bisa menonton video-video tutorial pumping yang tersedia di berbagai media sosial sehingga Mama lebih paham dan skill pumping akan semakin terasah dengan sendirinya.
3. Pengaturan pompa ASI kurang tepat
Mama mungkin tidak mengalami kesulitan apapun saat menyusui Si Kecil secara langsung, tapi kenapa ya ASI tidak keluar saat pumping? Bisa jadi ini karena pengaturan pompa ASI yang digunakan kurang tepat, Mam… Sebelum sesi pumping, pastikan bahwa ukuran corong pompa sudah sesuai dan terasa pas pada payudara Mama. Jika masih pemula, Mama bisa coba menggunakan corong pompa berukuran kecil agar Mama merasa lebih nyaman saat pumping. Ukuran corong pompa yang terlalu besar atau terlalu kecil dapat menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman pada payudara saat pumping sehingga berdampak pada komplikasi kesehatan lainnya. Bagian areola Mama juga bisa tertarik masuk ke dalam corong pompa lhoo, Mama… Proses menyusui efektif terjadi jika bayi tidak hanya melakukan pelekatan pada puting, tapi juga pada areola Mama.
4. Jadwal pompa tidak rutin
Mama merasa tidak menghadapi masalah apapun terkait faktor penyebab pada poin-poin sebelumnya, tapi tetap saja ASI tidak keluar saat pumping? Coba cek apakah jadwal pumping Mama sudah terlaksana secara rutin? Jadwal pumping yang rutin sangat berpengaruh lho, Mam… Semakin rutin sesi pumping dilakukan, maka tubuh akan mendapatkan sinyal permintaan ASI ekstra sehingga terjadi peningkatan pada jumlah produksi ASI Mama. Baca artikel Hasil Pumping Sedikit, Mama Eping Harus Gimana? untuk dapatkan referensi pembagian jadwal pumping Mama yaa!
5. Let down reflex
Payudara Mama terasa penuh, tapi tidak keluar apapun saat pumping? Itu artinya, bisa jadi Mama belum mengalami let down reflex atau refleks tubuh untuk mengeluarkan ASI dari saluran susu. Kondisi let down reflex merupakan bentuk respon tubuh pada stimulasi eksternal sehingga hanya dapat terjadi saat Mama menyusui dan pumping secara rutin. Dilansir dari Physician Guide to Breastfeeding, stimulan eksternal bagi Ibu menyusui dapat berupa tangisan atau isapan bayi pada payudara, sedangkan stimulan eksternal bagi ibu pumping dapat berupa suara dan isapan pompa ASI.
Let down reflex juga dapat distimulasi dengan cara-cara berikut ini, antara lain:
- Mengompres payudara dengan air hangat;
- Mendengarkan musik yang relaxing;
- Memerah ASI secara manual.
Tips Mengatasi ASI Tidak Keluar saat Pumping
Kondisi ASI tidak keluar saat pumping dapat diatasi dengan cara-cara berikut ini:
1. Mengatur durasi pumping
Durasi pumping juga ternyata berpengaruh terhadap produksi ASI. Kebutuhan pumping setiap Mama bisa saja berbeda-beda, tergantung aktivitas dan jumlah ASI yang diperlukan bayi. Mama dianjurkan untuk melakukan pumping selama kurang lebih 15 menit setiap 2-3 jam sekali di masa-masa awal menyusui. Hal ini dilakukan agar tubuh dapat beradaptasi untuk memproduksi jumlah ASI yang stabil. Jadi, Mama lebih baik meluangkan waktu untuk rutin pumping dengan durasi sebentar, daripada pumping dengan durasi lama tapi jarang dilakukan.
2. Memilih corong pompa dengan ukuran ideal
Sebelum mulai pumping Mama perlu memastikan kesiapan alat pompa ASI yang akan digunakan. Pilihlah alat pompa yang paling sesuai bagi kebutuhan Mama dan Si Kecil. Mama dianjurkan untuk memilih ukuran corong pompa dengan ukuran minimal 24 mm. Ukuran ini dirasa paling ideal, tidak terlalu kecil atau terlalu besar. Corong pompa ASI yang berukuran terlalu kecil dapat menyebabkan trauma hingga rasa sakit pada puting dan payudara.
3. Mengatur level isapan normal
Pada alat pompa ASI terdapat beberapa tingkat kekuatan isapan pompa yang dapat Mama pilih. Sebelum sesi pumping, Mama dianjurkan untuk mengatur kekuatan isapan pada level normal untuk meminimalkan risiko trauma karena kekuatan isap yang terlalu tinggi.
4. Hindari penggunaan pelumas
Beberapa Mama mengoleskan pelumas saat akan memerah ASI dengan tujuan untuk mempermudah proses pumping. Tapi ternyata, hal ini tidak dianjurkan yaa, Mama… Penggunaan minyak atau pelumas pada bagian alat pompa dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan pada kelenjar montgomery. Penggunaan pelumas juga akan membuat pompa ASI mengisap dengan kekuatan yang terlalu tinggi sehingga dapat berisiko membahayakan Mama.
5. Pilih metode pumping yang paling sesuai
Terdapat beberapa pilihan metode pumping yang dapat Mama lakukan, antara lain regular pumping, cluster pumping, power pumping, dan sebagainya. Pilihlah metode pumping yang paling sesuai dengan aktivitas Mama dan dapat dilakukan secara rutin.
Nahh, itulah beberapa faktor penyebab ASI tidak keluar saat pumping, beserta cara mengatasinya. Bagaimana nih, Mam? Sekarang sudah siap donggg untuk kembali pumping demi penuhi kebutuhan ASI Si Kecil?
Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!
Source:
4 Reasons Milk Is Not Coming Out When You Pump & How to Fix It – Physician Guide to Breastfeeding