Produksi ASI memang kerap berubah-ubah jumlahnya. Ada kalanya ASI Mama melimpah dan ada pula masa di mana jumlah ASI sedikit, hingga bahkan tidak keluar.
Hal ini tentu bisa membuat Mama merasa khawatir tidak dapat menyusui Si Kecil secara optimal. Meskipun demikian, Mama sebaiknya tetap tenang dan selalu yakin bahwa ASI Mama selalu menyesuaikan dan mencukupi kebutuhan SI Kecil.
Hmmm, tapi apa saja sih penyebab ASI tidak keluar? Lalu, cara pelancar ASI apa yang bisa Mama lakukan? Yuk, simak artikel ini lebih lanjut untuk temukan jawabannya!
Apakah produksi ASI Mama sedikit?
DIlansir dari Mayo Clinic, pada umumnya, Mama menyusui memproduksi ASI sepertiga lebih banyak dibandingkan kebutuhan ASI bayinya.
Oleh karena itu, kurangnya produksi ASI sebenarnya sangat jarang terjadi. Kebutuhan ASI tiap bayi berbeda. Ketika baru saja dilahirkan, bayi butuh ASI sebanyak 8-12 kali dalam sehari.
Semakin bertambahnya usia, intensitas menyusu bayi akan berkurang karena bayi dapat menyusu secara lebih efisien, bukan berarti mereka mendapatkan ASI yang lebih sedikit.
Selama Mama memberikan ASI sesering mungkin dan menyesuaikan kemauan bayi, kemungkinan besar Mama tidak akan kekurangan produksi ASI.
Tanda Kecukupan Bayi
Selain itu, dilansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, Mama juga bisa mengecek kecukupan ASI bayi melalui tanda-tanda berikut:
- Produksi ASI akan berlimpah pada hari ke-2 sampai ke-4 setelah melahirkan
Hal ini ditandai dengan payudara yang tampak bertambah besar, berat, lebih hangat, serta ASI yang menetes secara spontan
- Bayi menyusu 8 – 12 kali sehari
DIlakukan dengan pelekatan yang benar pada setiap payudara dan menghisap secara teratur selama minimal 10 menit pada setiap payudara
- Bayi akan tampak puas setelah menyusu dan seringkali tertidur pada saat menyusu
- Frekuensi buang air kecil (BAK) bayi > 6 kali sehari.
Urin yang normal ditandai dengan warna jernih, tidak kekuningan. Salah satu tanda kekurangan ASI adalah apabila ditemukan adanya butiran halus kemerahan pada urin
- Frekuensi buang air besar (BAB) > 4 kali sehari
Pada umumnya, bayi yang berusia 4 hari sampai 4 minggu mengeluarkan feses dengan volume setara 1 sendok makan. Apabila bayi Mama BAB setiap kali menyusu, juga termasuk hal yang normal
- Feses berwarna kekuningan dengan butiran berwarna putih susu setelah bayi berumur 4 sampai 5 hari
Bayi dapat dikatakan kekurangan ASI apabila setelah berumur 5 hari, fesesnya masih berupa mekoneum berwarna hitam atau transisi antara hijau kecoklatan
- Puting payudara akan terasa sedikit sakit pada hari-hari pertama menyusui
Produksi ASI dapat dikatakan menurun apabila Mama masih merasakan sakit dan lecet setelah 5 – 7 hari. Hal ini merupakan tanda bahwa bayi tidak melakukan posisi dan pelekatan yang tepat saat menyusui.
- Berat badan bayi tidak turun lebih dari 10% dibanding berat lahir
- Berat badan bayi kembali seperti berat lahir pada usia 10 sampai 14 hari setelah lahir
Mengapa ASI tidak keluar?
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi jumlah produksi ASI Mama. Kurangnya produksi ASI dapat disebabkan oleh hal-hal berikut ini:
1. Faktor emosional
Faktor emosional ternyata berpengaruh besar terhadap produksi ASI. Apabila Mama merasa takut, stres, atau bahkan malu, dapat berdampak pada penurunan let down reflex sehingga Mama menghasilkan ASI yang lebih sedikit.
Let down reflex sendiri merupakan kondisi ketika ASI mengalir deras karena hormon prolaktin dan oksitosin dilepaskan ke aliran darah. Jadi, sebisa mungkin luangkan waktu untuk me-time dan merilekskan diri di tengah kesibukan mengurus Si Kecil yaa, Mam…
2. Faktor kesehatan
Dilansir dari Healthline, Mama yang memiliki riwayat penyakit dan kondisi kesehatan tertentu juga dapat mempengaruhi produksi ASI, misalnya kehamilan dengan tekanan darah tinggi, diabetes, dan Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS).
3. Konsumsi obat dan alat kontrasepsi
Terdapat beberapa jenis pengobatan dan alat kontrasepsi yang dapat menurunkan produksi ASI Mama, seperti obat alergi, sinus, dan obat yang mengandung pseudoephedrine
4. Rokok dan minuman beralkohol
Penting bagi Mama untuk menghindari rokok dan konsumsi minuman beralkohol karena mengandung bahan-bahan yang berdampak negatif bagi kesehatan Mama, salah satunya yaitu menurunkan produksi ASI.
5. Riwayat operasi
Mama yang pernah menjalani operasi, terutama pada bagian payudara, akan berpotensi mengalami kekurangan produksi ASI.
Hal ini disebabkan karena sistem saraf dan kelenjar glandular pada payudara terkena dampak ketika melakukan tindakan operasi, misalnya operasi pengangkatan kista, mastectomy, dan lain-lain.
6. Mengenalkan MPASI sebelum bayi berusia 4-6 bulan
Fokuskan untuk memberikan ASI eksklusif pada 6 bulan pertama pasca masa kelahiran. Mengenalkan MPASI sebelum waktu idealnya akan mempengaruhi keinginan bayi untuk menyusu dan berdampak pada berkurangnya produksi ASI Mama.
7. Membatasi sesi menyusui bayi
Pembatasan intensitas menyusui bayi akan berpengaruh terhadap produksi ASI. Mama sebaiknya menyusui Si Kecil sesuai keinginannya. Semakin sering Mama menyusui, maka akan semakin banyak produksi ASI-nya.
5 Rekomendasi Cara Pelancar ASI
1. Perhatikan posisi dan pelekatan menyusui
Memastikan bahwa posisi dan pelekatan menyusui sudah tepat merupakan salah satu faktor penting cara pelancar ASI. Apabila bayi menyusu dengan benar, ASI yang didapatkan oleh Si Kecil akan semakin optimal sehingga kebutuhan nutrisinya tercukupi.
2. Menyusui secara sering dan rutin
Cara pelancar ASI selanjutnua adalah dengan menyusui Si Kecil sesering mungkin secara rutin. Selalu turuti keinginannya setiap SI Kecil ingin menyusu.
Semakin banyak ASI yang dikeluarkan, maka akan semakin banyak pula ASI yang akan dihasilkan oleh kelenjar susu Mama.
3. Memompa ASI
Mama dapat memompa ASI secara menual atau dengan menggunakan pompa elekrik. Memompa ASI setelah menyusui hingga payudara sudah benar-benar terasa kosong, akan memberikan sinyal kepada tubuh untuk memproduksi ASI lebih banyak.
4. Konsumsi makanan bernutrisi
Makanan bernutrisi lengkap dan seimbang merupakan pelancar ASI alami yang paling penting. Beragam bahan makanan mengandung nutrisi baik dapat membantu Mama meningkatkan produksi ASI.
5. Merelaksasi diri
Pola istirahat yang cukup, meluangkan waktu untuk diri sendiri, makan dan minum teratur, berbagi tugas dengan suami, serta bercengkrama dengan orang terdekat dapat membantu Mama lebih menikmati setiap proses selama masa menyusui.
Mama yang selalu bahagia dan rileks akan meningkatkan hormon oksitosin yang berpengaruh terhadap produksi dan pelancar ASI.
Itulah 5 cara pelancar ASI yang bisa Mama coba ketika ASI tidak keluar. Semoga cara pelancar ASI di atas dapat bermanfaat dan membantu Mama selama proses mengASIhi Si Kecil, yaaa…
Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!
(Writer: Khoirunnisa Purwamita)
(Editor: M. Najib Wafirur Rizqi)
Sources:
What causes a low milk supply during breast-feeding? (Mayoclinic,org)
IDAI | ASI Sebagai Pencegah Malnutrisi pada Bayi
How to Increase Breast Milk: Home Remedies, Diet, Supplements (Healthline.com)