Laktasi adalah proses memproduksi ASI. Hal ini normal terjadi pada Mama yang sedang hamil atau baru saja melahirkan bayi. Hormon memberikan sinyal ke kelenjar mammae untuk memproduksi ASI agar bisa menghasilkan makanan untuk si kecil. Namun, bisakah Mama yang tidak hamil dan melahirkan menyusui bayi adopsi?
Proses laktasi bisa saja terjadi pada Mama yang tidak pernah hamil, sehingga Mama bisa saja menyusui bayi adopsi. Kondisi ini disebut galactorrhea. Dikutip dari healthline, menurut Dr. Sherry Ross, OB/GYN di Providence Saint John’s Health Center, galactorrhea diketahui terjadi pada 20-25% wanita. Kondisi ini memiliki beberapa tanda. Tanda pertama dan paling umum terjadi adalah salah satu atau kedua payudara memproduksi ASI. Tanda lainnya dimulai dari adanya kebocoran pada puting yang terjadi pada waktu yang acak, pembesaran jaringan payudara, tidak mengalami menstruasi atau menstruasi menjadi tidak regular, merasa mual, pertumbuhan rambut yang abnormal, sakit kepala, hingga masalah pada penglihatan.
Galactorrhea dapat disebabkan oleh banyak hal, yang pada kebanyakan kasus penyebabnya sulit untuk ditentukan. Beberapa obat seperti antidepresan, birth control, obat-obatan tekanan darah, pereda nyeri tertentu, dan obat-obatan lain juga dapat menyebabkan terjadinya galactorrhea.
Induksi Laktasi
Mama yang ingin menyusui bayi adopsi bisa menstimulasi payudara untuk meningkatkan level prolaktin (hormon yang mendorong produksi ASI) dengan pumping. Teknik ini disebut induksi laktasi, yaitu suatu teknik untuk merangsang keluarnya ASI pada Mama yang belum pernah menyusui atau sudah lama sekali tidak menyusui. Hal ini banyak dilakukan oleh para Mama yang ingin menyusui si kecil atau Mama yang ingin menyusui bayi adopsi.
Induksi laktasi paling baik dipersiapkan jauh sebelum bayi yang akan diadopsi lahir. Mama bisa menstimulasi payudara dengan pijat laktasi atau pumping sebanyak 6-8 kali sehari. Stimulasi ini juga berguna untuk membangun rasa keibuan pada Mama yang akan menyusui bayi adopsi. Setelah itu, Mama dan bayi akan langsung melakukan proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD) begitu bayi lahir. Tetapi, perlu diingat bahwa proses menyusui bayi adopsi berbeda-beda pada setiap Mama. Beberapa Mama hanya membutuhkan waktu satu minggu untuk bisa menyusui bayi adopsi, sedangkan Mama lainnya membutuhkan waktu 4 bulan hingga ASInya keluar dan bisa menyusui bayi adopsi.
Tips Menyusui Bayi Adopsi
MamaBear punya tips untuk Mama yang ingin menyusui bayi adopsi:
- Mama bisa melakukan konsultasi dan meminta pendampingan dari konselor laktasi untuk melakukan induksi laktasi kira-kira enam bulan sebelum calon bayi adopsi lahir atau sebelum Mama mengadopsi si kecil.
- Lakukan stimulasi melalui pijatan, pumping, dan menyusui bayi adopsi sesering mungkin.
- Mama juga bisa menggunakan alat bantu seperti botol yang berisi ASI yang disambungkan dengan selang dan ditempel pada payudara Mama yang akan menyusui bayi adopsi.
Selain itu, penting bagi Mama untuk menjaga dan meningkatkan produksi ASI untuk terus menyusui bayi adopsi. Mama disarankan makan makanan yang seimbang, tetap terhidrasi, konsumsi vitamin, mencoba produk booster ASI, dan menyusui bayi adopsi di payudara secara bergantian.
Dengan melakukan semua hal ini, Mama dapat tetap menyusui bayi adopsi dan memberikan ASI terbaik untuk si kecil. Semangat mengASIhi, Ma!
Writer: Fathiya Rahmah
Editor: Mega Pratidina
Source:
Lactating Not Pregnant: Symptoms and Treatment (healthline.com)
Induksi Laktasi, Mewujudkan Mimpi Ibu Adopsi yang Ingin Menyusui (id.theasianparent.com)
Kenali Lebih Dalam Induksi Laktasi untuk Ibu Adopsi (halodoc.com)