fbpx
kantong asi

Kalau Mama baru mulai menyusui atau mungkin sudah berpengalaman, pasti tahu betapa pentingnya kantong ASI dalam menjaga kualitas ASI yang Mama pompa. Kantong ASI bukan hanya sekadar tempat penyimpanan, tapi juga memastikan ASI tetap segar dan siap dipakai kapan saja.

Bagi Mama yang baru ingin menggunakan kantong ASI, penting untuk mengetahui serba-serbi tentang kantong ASI dalam artikel ini.

Apa Itu Kantong ASI?

Kantong ASI adalah alat penyimpanan khusus yang dirancang untuk menjaga Air Susu Ibu (ASI) agar tetap segar dan aman. Biasanya, kantong ini terbuat dari plastik berkualitas tinggi yang bisa tahan suhu dingin, dan yang paling penting, bebas dari bahan kimia berbahaya seperti BPA. Dengan begitu, Mama bisa merasa tenang karena ASI yang disimpan tidak akan terkontaminasi.

Desain kantong ASI ini sangat praktis. Ia dilengkapi dengan penutup rapat dan sistem pengunci yang efektif untuk mencegah kebocoran dan kontaminasi. Beberapa kantong bahkan dilengkapi dengan area khusus untuk mencatat tanggal dan waktu penyimpanan sehingga Mama bisa tahu kapan ASI tersebut dipompa. Selain itu, ada juga kantong ASI yang memiliki fitur ukur, memudahkan Mama untuk melihat berapa banyak ASI yang tersimpan.

Yang membuat kantong ASI semakin istimewa adalah desainnya yang datar dan ringkas. Ini membuatnya mudah disimpan di dalam freezer atau lemari es, dan juga membantu proses pencairan ASI menjadi lebih merata ketika Mama ingin menggunakannya. Jadi, dengan kantong ASI, Mama bisa dengan mudah mengelola ASI dan memastikan si kecil mendapatkan nutrisi yang terbaik kapan saja!

Tips Memilih Kantong ASI

Saat menyimpan ASI, memilih kantong ASI yang tepat sangat penting agar kualitas dan keamanan ASI tetap terjaga ya Ma. Berikut ini beberapa tips memilih kantong ASI yang bisa Mama pertimbangkan:

  1. Pilih Material yang Aman dan Bebas BPA

Pertama-tama, pastikan kantong ASI Mama terbuat dari bahan yang aman untuk makanan dan bebas BPA (Bisphenol-A). BPA adalah bahan kimia yang sering ditemukan dalam plastik dan bisa berdampak negatif pada kesehatan jika bercampur dengan makanan atau minuman. 

Kantong ASI bebas BPA akan menjaga ASI Mama tetap bersih dan terhindar dari kontaminasi bahan kimia berbahaya, sehingga nutrisi dan keamanan ASI tetap optimal untuk si Kecil.

  1. Cari Kantong dengan Segel Ganda

Untuk memastikan ASI Mama tidak bocor atau terkontaminasi, pilihlah kantong ASI yang dilengkapi dengan segel ganda. Segel ganda ini memberikan perlindungan ekstra agar kantong tertutup rapat sehingga menjaga kebersihan dan kualitas ASI saat disimpan di dalam freezer atau kulkas.

  1. Pilih Desain yang Mudah Digunakan

Desain kantong ASI juga penting, lho! Pilih yang memiliki desain ergonomis dan fitur-fitur praktis, seperti corong atau mulut lebar, supaya Mama bisa menuangkan ASI dengan mudah tanpa khawatir tumpah. Kantong yang bisa berdiri sendiri juga memudahkan saat pengisian dan penyimpanan di kulkas atau freezer.

  1. Sesuaikan Kapasitas dengan Kebutuhan

Kantong ASI tersedia dalam berbagai kapasitas, mulai dari 100 ml hingga 350 ml. Pilih kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan harian Mama. Kantong dengan kapasitas lebih kecil bisa digunakan untuk menyimpan ASI dalam jumlah sedikit, sehingga tidak terbuang sia-sia. Sebaliknya, kantong berkapasitas besar cocok untuk menyimpan ASI dalam jumlah banyak.

  1. Pilih yang Memiliki Tempat Penulisan

Terakhir, pastikan kantong ASI yang Mama pilih memiliki area khusus untuk menuliskan tanggal dan jumlah ASI yang disimpan. Ini sangat penting untuk mengatur rotasi penyimpanan dan memastikan ASI yang lebih lama digunakan terlebih dahulu. Dengan menandai tanggal dan jumlah ASI, Mama juga bisa memantau stok ASI dengan lebih mudah.

Baca Juga: Rekomendasi Susu Pelancar ASI Paling Ampuh

kantong asi

Apakah Kantong ASI Dijual di Apotek?

Jika lagi cari kantong ASI, Mama bisa menemukannya di apotek atau toko perlengkapan bayi. Banyak pilihan merek dan ukuran yang bisa Mama pilih sesuai kebutuhan. Selain itu, Mama juga bisa membelinya di supermarket atau melalui situs e-commerce yang jual perlengkapan bayi.

Saat membeli, jangan lupa cek tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasannya, ya. Ini penting supaya kantong ASI yang Mama beli dalam keadaan baik dan aman digunakan.

Apakah Kantong ASI Bisa Dipakai Lagi?

Kantong ASI biasanya dirancang untuk sekali pakai, khususnya jika Mama menyimpannya dalam freezer. Ini memang praktis, tapi setelah sekali pakai, sebaiknya Mama buang kantongnya. Kenapa? Karena setelah digunakan, kantong ASI bisa jadi tempat berkembangnya bakteri, yang tentunya bisa mengancam kebersihan dan kualitas ASI.

Kalau Mama berpikir tentang cara penyimpanan ASI yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan, ada baiknya Mama mempertimbangkan menggunakan botol penyimpanan ASI yang bisa dicuci dan dipakai ulang. Botol-botol ini dirancang untuk lebih tahan lama dan bisa dipakai berkali-kali, jadi Mama bisa lebih tenang tentang kebersihan dan kualitas ASI yang disimpan.

Jadi, meskipun kantong ASI sangat praktis untuk sekali pakai, pertimbangkan juga alternatif lain yang bisa lebih ramah lingkungan dan aman untuk ASI si Kecil, ya Mama.

Berapa Lama ASI Bertahan di Dalam Kantong ASI?

Untuk menjaga ASI tetap segar dan aman untuk si kecil, penting banget untuk memperhatikan cara penyimpanan yang tepat. Yuk, kita simak beberapa panduan sederhana berikut ini:

  • Di dalam kulkas: ASI dapat bertahan hingga 4 hari pada suhu 4°C (39°F) atau lebih rendah.
  • Di dalam freezer: ASI dapat disimpan hingga 6-12 bulan pada suhu -18°C (0°F) atau lebih rendah. Kualitas ASI akan lebih baik jika disimpan dalam jangka waktu yang lebih pendek.

Selalu pastikan untuk menandai kantong ASI dengan tanggal dan waktu penyimpanan, ya Ma agar memudahkan pengelolaan dan memastikan ASI digunakan dalam rentang waktu yang aman.

Baca Juga: Bolehkah Mencampur ASI dengan Sufor?

Bolehkah Memanaskan ASI dengan Kantong ASI?

Memanaskan ASI dalam kantong ASI sebenarnya tidak disarankan. Kenapa? Karena kantong ASI biasanya tidak dirancang untuk proses pemanasan. Ketika dipanaskan, kantong ini bisa melepaskan bahan kimia yang tidak baik untuk kesehatan si Kecil. Selain itu, pemanasan yang tidak merata juga bisa mempengaruhi kualitas dan nilai gizi ASI.

Lalu, bagaimana cara yang lebih aman? Yuk, simak dua metode berikut:

  • Rendam dalam Air Hangat: Tempatkan kantong ASI dalam mangkuk berisi air hangat. Biarkan ASI memanas secara perlahan. Hindari menggunakan air panas atau microwave, ya, karena kedua cara ini bisa membuat pemanasan tidak merata dan berisiko merusak ASI.
  • Pemanas Botol: Jika Mama ingin cara yang lebih praktis dan terjamin aman, gunakan pemanas botol khusus yang dirancang untuk memanaskan ASI. Alat ini dapat mengatur suhu dengan tepat sehingga ASI tetap hangat dan aman untuk si kecil.

Berapa Lama Merendam ASI di Air Hangat?

Saat Mama ingin memanaskan kantong ASI dengan merendamnya di air hangat, cukup lakukan selama sekitar 5-10 menit. Ini waktu yang pas untuk memastikan ASI terasa hangat dan siap diberikan tanpa kehilangan kualitasnya. Penting banget untuk memastikan suhu airnya tidak terlalu panas, ya. 

Caranya gampang, Mama, tinggal teteskan sedikit ASI di pergelangan tangan Mama untuk mengecek apakah suhunya nyaman. Jangan biarkan kantong ASI merendam terlalu lama, karena bisa mempengaruhi kualitas ASI.

Salah satu rekomendasi kantong ASI terbaik yang bisa Mama coba, yaitu Mamabear. Kantong ini BPA-Free, jadi aman banget digunakan. Sudah disterilkan dengan Gamma Ray, jadi siap pakai tanpa repot. Ada sensor suhu, catatan volume & waktu pumping, serta notes love letter buat pesan manis Mama. Desainnya self-standing, tebal, anti bocor, dan mudah ditulisi dengan pena apapun. Plus, desainnya lucu banget!

Kantong ASI memang jadi teman setia untuk Mama dalam menyimpan dan mengelola ASI. Memilih kantong yang tepat, tahu cara pakainya, dan mengikuti pedoman penyimpanan serta pemanasan yang benar itu kunci untuk menjaga kualitas ASI dan kesehatan bayi. Semoga informasi ini membantu Mama ya!

Source: