fbpx

Menyaksikan si Kecil tumbuh dan berkembang adalah momen yang penuh kebahagiaan bagi setiap Mama. Salah satu tonggak perkembangan yang paling dinantikan adalah saat bayi mulai mengenal makanan padat. Salah satu metode yang kini populer adalah Baby Led Weaning (BLW). Yuk, Mama, kita pelajari lebih dalam tentang metode ini dan bagaimana cara terbaik untuk menerapkannya!

Apa Itu Baby Led Weaning?

Baby Led Weaning adalah metode memperkenalkan makanan padat kepada bayi dengan membiarkan mereka mengambil dan memakan sendiri makanan dalam bentuk potongan kecil (Gill Rapley & Tracey Murkett, 2008). Berbeda dengan metode pemberian makanan halus atau pure, BLW mendorong bayi untuk makan secara mandiri, mengasah keterampilan motorik halus, serta mengenal tekstur dan rasa makanan sejak dini.

Baby Led Weaning Mulai Usia Berapa?

Mama bisa mulai menerapkan BLW saat bayi berusia 6 bulan, ketika mereka sudah bisa duduk dengan stabil, menunjukkan ketertarikan pada makanan, dan memiliki kemampuan menggenggam makanan sendiri. Ingat ya, Ma, kesiapan setiap bayi bisa berbeda, jadi pastikan tanda-tanda kesiapan ini muncul sebelum memulai.

Kelebihan Baby Led Weaning

  1. Mengasah Kemandirian: Bayi belajar makan sendiri tanpa bantuan penuh dari Mama.
  2. Melatih Koordinasi Motorik: Menggenggam makanan dan membawanya ke mulut melatih motorik halus.
  3. Memperkenalkan Berbagai Tekstur: Si Kecil belajar mengenali tekstur makanan asli.
  4. Mengatur Nafsu Makan Sendiri: Bayi cenderung lebih sadar kapan mereka kenyang.
  5. Meningkatkan Keterampilan Mengunyah: Sejak awal, bayi belajar mengunyah bukan hanya menelan.

Kekurangan Baby Led Weaning

  1. Risiko Tersedak: Meskipun jarang, risiko tersedak tetap ada jika tidak diawasi dengan baik.
  2. Lebih Berantakan: Makanan bisa berceceran saat bayi belajar makan sendiri.
  3. Asupan Nutrisi Kurang Terukur: Kadang sulit memastikan apakah bayi mendapatkan cukup nutrisi.

Baca Juga: Intip 4 Manfaat MPASI Daging Kambing Di sini!

Cara Menerapkan Baby Led Weaning

  1. Siapkan Kursi Makan Aman: Pastikan bayi duduk tegak di kursi makan.
  2. Berikan Makanan dalam Potongan Besar: Pilih makanan yang mudah digenggam seperti wortel kukus atau alpukat.
  3. Awasi Setiap Saat: Jangan pernah meninggalkan bayi saat makan.
  4. Biarkan Bayi Memilih: Jangan paksa bayi makan, biarkan mereka bereksplorasi.
  5. Sajikan Makanan Sehat: Pilih makanan segar dan bergizi.

Makanan yang Direkomendasikan untuk Baby Led Weaning

  • Sayuran kukus (wortel, brokoli, kentang)
  • Buah potong lunak (pisang, alpukat, mangga)
  • Sumber protein (telur rebus, ayam suwir, tahu, tempe)
  • Karbohidrat sehat (ubi, nasi kepal, roti gandum)

Makanan yang Kurang Disarankan

  • Makanan keras seperti kacang utuh
  • Makanan kecil dan licin seperti anggur utuh
  • Makanan tinggi garam atau gula
  • Madu (hingga usia 1 tahun karena risiko botulisme)

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menerapkan BLW

  • Konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi jika ragu.
  • Perhatikan risiko alergi makanan.
  • Pastikan bayi tetap mendapatkan ASI atau susu formula sebagai sumber nutrisi utama.
  • Hindari distraksi selama waktu makan.

Tips Sukses Menerapkan BLW

  • Mulai dengan satu jenis makanan dalam satu waktu.
  • Jadikan waktu makan sebagai momen eksplorasi yang menyenangkan.
  • Jangan khawatir jika bayi lebih banyak bermain dibanding makan di awal.

Baca Juga: Daftar Praktis Makanan Pendamping ASI Sesuai Usia Si Kecil!

Pentingnya Menyusui Saat Menerapkan BLW

Meskipun bayi mulai makan makanan padat, ASI tetap menjadi sumber nutrisi utama hingga usia 12 bulan. Makanan padat dalam BLW lebih sebagai pelengkap untuk mengenalkan rasa dan tekstur baru. Jadi, tetap lanjutkan menyusui kapan pun Mama bersama si Kecil, ya!

Video dan Gambar Pendukung

  • Infografis: Makanan Aman dan Tidak Aman untuk BLW

Mengadopsi metode Baby Led Weaning bisa menjadi perjalanan yang penuh tantangan. Kuncinya adalah kesabaran dan pemahaman bahwa setiap bayi berkembang dengan ritmenya sendiri. Tetap pantau perkembangan si Kecil dan pastikan keamanan saat makan. 

Referensi

  • Rapley, G., & Murkett, T. (2008). Baby-led Weaning: The Essential Guide to Introducing Solid Foods. The Experiment.
  • Brown, A. (2018). Baby-Led Weaning: Evidence to Support the Use of a Baby-Led Approach to Introducing Complementary Foods. Current Nutrition Reports, 7(3), 148–156. https://doi.org/10.1007/s13668-018-0246-2
  • Cameron, S. L., Heath, A. L., & Taylor, R. W. (2013). How Feasible is Baby-led Weaning as an Approach to Infant Feeding? A Review of the Evidence. Nutrients, 5(11), 4645–4666. https://doi.org/10.3390/nu5114645