Halo, Mama! Apakah Mama sedang mempersiapkan persalinan? Yuk, kita bahas bersama mengenai Aterm ini Ma.
Aterm Adalah
Aterm adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kehamilan yang mencapai usia penuh, yaitu antara 37 minggu hingga 42 minggu. Pada periode ini, bayi sudah matang dan siap untuk dilahirkan. Kehamilan aterm merupakan kondisi yang ideal karena memberikan waktu optimal bagi perkembangan organ bayi, terutama paru-paru dan otak, sehingga mendukung kesehatan bayi setelah lahir.
Gejala Kehamilan Aterm
Kehamilan aterm ditandai dengan beberapa gejala, seperti:
- Kontraksi Braxton Hicks – Kontraksi ringan yang terasa seperti kencangnya perut, tetapi tidak teratur.
- Penurunan posisi janin – Bayi mulai turun ke area panggul. Mama mungkin merasakan lebih banyak tekanan di bagian bawah perut.
- Perubahan serviks – Serviks mulai melunak, memendek, dan membuka untuk persiapan persalinan.
- Keluarnya lendir darah – Lendir serviks bercampur sedikit darah sering menjadi tanda awal persalinan.
Perbedaan Aterm dan Preterm
Aterm | Preterm |
Usia kehamilan 37-42 minggu. | Usia kehamilan kurang dari 37 minggu. |
Organ bayi matang dan siap lahir. | Organ bayi belum matang sepenuhnya. |
Risiko komplikasi lebih rendah. | Risiko komplikasi kesehatan lebih tinggi, seperti gangguan pernapasan. |
Apa Itu Post-Aterm?
Post-aterm adalah kehamilan yang berlangsung lebih dari 42 minggu. Kondisi ini jarang terjadi, tetapi memerlukan perhatian khusus karena dapat meningkatkan risiko komplikasi, seperti penurunan fungsi plasenta dan stres pada bayi. Oleh karena itu, dokter biasanya akan memantau kehamilan dengan cermat jika melewati usia 41 minggu.
Baca Juga: 4 Persiapan Sebelum Melahirkan Normal Tanpa Jahitan
Berapa Usia Kehamilan pada Ibu dengan Aterm?
Usia kehamilan aterm adalah antara minggu ke-37 hingga ke-42. Periode ini dianggap ideal karena organ-organ vital bayi telah berkembang sempurna. Bayi yang lahir pada waktu ini umumnya memiliki berat badan yang sehat dan siap untuk menyusui langsung.
Apa Manfaat Kehamilan Aterm?
Kehamilan aterm memberikan banyak manfaat, baik untuk Mama maupun bayi, antara lain:
- Perkembangan otak maksimal – Bayi yang lahir pada aterm memiliki peluang lebih besar untuk mencapai perkembangan otak yang optimal.
- Risiko komplikasi rendah – Bayi lebih siap untuk beradaptasi dengan kehidupan di luar rahim.
- Dukungan menyusui langsung – Bayi lebih kuat untuk menyusu langsung pada Mama, yang mendukung produksi ASI.
Tips Mendapatkan Kehamilan Aterm
- Rutin kontrol ke dokter kandungan – Pemeriksaan teratur membantu memastikan perkembangan bayi sesuai dengan usia kehamilan.
- Pola makan bergizi – Konsumsi makanan kaya protein, serat, dan zat besi untuk mendukung kesehatan Mama dan bayi.
- Kelola stres – Praktikkan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga khusus kehamilan.
- Hindari aktivitas berat – Kurangi risiko persalinan dini dengan menghindari aktivitas yang terlalu melelahkan.
- Tidur cukup – Istirahat yang cukup membantu tubuh Mama untuk mempersiapkan persalinan.
Baca Juga: 5 Manfaat Buah kelengkeng untuk Ibu Hamil. Catat, Yuk!
Perawatan Kehamilan Aterm
Agar kehamilan aterm tetap optimal, Mama bisa melakukan langkah-langkah berikut:
- Jaga hidrasi tubuh – Minum air putih minimal 8 gelas sehari.
- Pantau gerakan bayi – Perhatikan pola gerakan bayi setiap hari. Jika ada perubahan signifikan, segera konsultasikan dengan dokter.
- Ikuti kelas persiapan persalinan – Kelas ini membantu Mama mempelajari teknik persalinan dan menyusui.
- Bersiap untuk menyusui langsung – Pastikan Mama memahami pentingnya menyusui langsung agar produksi ASI optimal sejak awal.
Jika Mama butuh dukungan lebih lanjut, ingatlah bahwa Mama tidak sendiri. Mama bisa konsultasi dengan tenaga medis mengenai keadaan Mama, atau berbagi cerita dan bertanya kepada komunitas yang mendukung perjalanan menyusui Mama. Semangat terus, ya, Mama!
Sumber Referensi
- American College of Obstetricians and Gynecologists. (2021). Understanding the terms: Preterm, aterm, and post-term. https://www.acog.org
- World Health Organization. (2022). Optimal duration of pregnancy. https://www.who.int