Halo, Mama! Setelah melahirkan, tubuh Mama mungkin mengalami banyak perubahan, termasuk pada area perut. Salah satu kondisi yang sering terjadi namun kurang dibahas adalah diastasis recti. Yuk, kita pelajari lebih dalam apa itu diastasis recti, penyebabnya, cara pemeriksaannya, hingga langkah-langkah untuk memulihkan kondisi ini.
Apa Itu Diastasis Recti?
Diastasis recti adalah kondisi di mana otot perut bagian tengah (rectus abdominis) terpisah akibat adanya tekanan yang besar pada dinding perut. Kondisi ini biasanya terjadi selama kehamilan karena rahim yang membesar memberikan tekanan pada otot perut.
Diastasis recti bisa membuat perut terlihat menonjol seperti masih hamil, meskipun Mama sudah melahirkan. Tapi jangan khawatir, Mama, kondisi ini umum terjadi, dan ada cara untuk memulihkannya.
Penyebab Diastasis Recti
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan diastasis recti, di antaranya:
- Kehamilan: Tekanan dari janin yang berkembang dapat melemahkan jaringan penghubung antara otot perut.
- Faktor genetik: Jika Mama memiliki jaringan ikat yang lemah secara bawaan, risiko diastasis recti bisa lebih tinggi.
- Kehamilan kembar atau berat badan bayi yang besar: Kondisi ini meningkatkan tekanan pada dinding perut.
- Olahraga berat selama kehamilan: Aktivitas yang melibatkan tekanan tinggi pada area perut dapat memperburuk kondisi ini.
Gejala Diastasis Recti
Bagaimana Mama bisa mengenali diastasis recti? Berikut beberapa gejalanya:
- Adanya celah atau tonjolan di bagian tengah perut, terutama saat Mama mengangkat kepala atau tubuh dalam posisi berbaring.
- Perut terlihat buncit meskipun sudah melahirkan.
- Nyeri punggung bawah atau ketidakstabilan postur tubuh.
- Kelemahan pada otot inti yang membuat Mama sulit melakukan aktivitas fisik tertentu.
Apa Risiko Diastasis Recti?
Jika tidak ditangani, diastasis recti dapat menimbulkan beberapa risiko, seperti:
- Masalah postur tubuh.
- Nyeri punggung bawah kronis.
- Kelemahan pada otot inti yang dapat memengaruhi mobilitas.
- Risiko hernia jika otot perut tidak kembali menyatu.
Namun, Mama tidak perlu khawatir! Dengan perhatian dan perawatan yang tepat, kondisi ini bisa ditangani dengan baik.
Baca Juga: Cara Mengatasi Depresi pada Ibu Baru Melahirkan
Cara Pemeriksaan Diastasis Recti
Mama bisa melakukan pemeriksaan sederhana di rumah:
- Berbaringlah telentang dengan lutut ditekuk dan telapak kaki rata di lantai.
- Letakkan satu tangan di perut, tepat di atas pusar.
- Angkat kepala dan bahu sedikit, seperti melakukan crunch ringan.
- Rasakan apakah ada celah atau tonjolan di tengah perut. Jika celahnya lebih dari dua jari, Mama mungkin memiliki diastasis recti.
Jika Mama merasa ragu atau ingin pemeriksaan lebih lanjut, berkonsultasilah dengan dokter atau fisioterapis untuk diagnosis yang akurat.
Cara Memulihkan Perut dari Diastasis Recti
Berikut langkah-langkah pemulihan yang bisa Mama coba:
- Latihan pernapasan diafragma: Membantu mengaktifkan otot inti secara perlahan.
- Latihan otot dasar panggul (Kegel): Berguna untuk memperkuat area panggul dan inti.
- Hindari sit-up atau plank berlebihan: Gerakan ini dapat memperburuk pemisahan otot.
- Gunakan penyangga perut (belly binder): Untuk memberikan dukungan tambahan pada otot perut.
- Konsultasi dengan fisioterapis: Mama bisa mendapatkan program latihan khusus untuk memperbaiki diastasis recti.
Apakah Diastasis Recti Berbahaya?
Diastasis recti umumnya tidak berbahaya, tetapi dapat memengaruhi kualitas hidup Mama, terutama jika disertai nyeri atau kesulitan bergerak. Dengan penanganan yang tepat, kondisi ini bisa membaik.
Kapan Harus ke Dokter?
Mama sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter jika:
- Celah pada perut semakin besar atau terasa nyeri.
- Terjadi hernia (tonjolan yang tidak hilang).
- Mengalami kesulitan bergerak atau nyeri kronis pada punggung.
Baca Juga: Mengenal Onset Laktasi, Fase Penting pasca Melahirkan
Tips untuk Mama
- Luangkan waktu untuk latihan ringan: Mulai dari gerakan sederhana yang tidak memberikan tekanan berlebihan pada perut.
- Jaga asupan nutrisi: Konsumsi makanan yang mendukung pemulihan otot, seperti protein dan sayuran hijau.
- Tetap menyusui langsung saat bersama bayi: Menyusui tidak hanya memberikan manfaat luar biasa bagi bayi, tetapi juga membantu Mama membakar kalori dan mengencangkan otot perut secara alami.
- Jangan ragu minta bantuan: Dukungan dari pasangan atau keluarga sangat penting selama masa pemulihan ini.
Jika Mama memiliki diastasis recti, itu bukan akhir dari segalanya. Tubuh Mama luar biasa karena telah membawa kehidupan baru ke dunia ini. Beri diri Mama waktu untuk pulih, tetap percaya diri, dan ingat bahwa Mama tidak sendirian dalam perjalanan ini. 🌸
Gambar Pendukung
- Ilustrasi otot perut dengan diastasis recti.
- Gerakan latihan sederhana untuk memperbaiki diastasis recti.
Sumber Attributions
- American Pregnancy Association. (2023). Diastasis Recti During and After Pregnancy. https://americanpregnancy.org
- Mayo Clinic. (2023). Diastasis Recti: Causes and Treatment. https://mayoclinic.org
- Physiopedia. (2023). Diastasis Recti in Postpartum Women. https://www.physio-pedia.com