fbpx
Jerawat Bayi

Halo, Mama! Apakah Mama pernah melihat bintik-bintik kecil yang menyerupai jerawat di kulit si Kecil? Jangan khawatir, jerawat bayi adalah hal yang umum terjadi. Namun, tentu saja Mama ingin tahu lebih banyak tentang penyebab, gejalanya, dan cara terbaik untuk mengatasinya, bukan?

Apa Penyebab Jerawat Bayi?

Jerawat pada bayi, atau dikenal sebagai neonatal acne, biasanya muncul dalam beberapa minggu pertama setelah kelahiran. Meskipun penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami, para ahli menduga bahwa hormon ibu yang masih tersisa dalam tubuh bayi bisa menjadi salah satu penyebabnya. Hormon-hormon ini merangsang kelenjar minyak di kulit bayi, yang kemudian menyebabkan munculnya jerawat.

Gejala dan Jenis Jerawat Bayi

Mama mungkin melihat jerawat muncul di pipi, hidung, atau dahi bayi. Jerawat ini biasanya berwarna merah atau putih, dan kadang-kadang disertai kulit yang tampak kemerahan. Ada beberapa jenis jerawat bayi yang perlu Mama ketahui:

  1. Neonatal Acne: Jerawat ini muncul pada bayi baru lahir, biasanya sekitar usia 2 hingga 4 minggu.
  2. Milia: Bintik-bintik putih kecil yang biasanya muncul di wajah bayi, terutama di hidung, dagu, atau pipi.
  3. Erythema Toxicum: Ruam merah dengan bintik-bintik kecil berisi cairan yang sering muncul pada beberapa hari pertama kehidupan bayi.

Baca Juga: Cara Menaikkan Berat Badan Bayi ASI: Tips dan Trik untuk Mama

Menghilangkan Jerawat Bayi

Bagaimana Cara Penanganan Jerawat Bayi?

Mama, penting untuk diingat bahwa jerawat bayi biasanya tidak memerlukan perawatan khusus dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan. Namun, ada beberapa hal yang bisa Mama lakukan untuk membantu menjaga kulit si Kecil tetap sehat.

1. Jaga Kebersihan Kulit Bayi

Gunakan air hangat dan kain lembut untuk membersihkan wajah bayi setiap hari. Hindari penggunaan sabun yang keras atau produk perawatan kulit yang mengandung bahan kimia.

2. Hindari Memencet Jerawat

Mama mungkin tergoda untuk memencet atau menggosok jerawat, tetapi hal ini bisa menyebabkan iritasi atau infeksi pada kulit bayi.

3. Hindari Penggunaan Produk yang Keras:

Jangan menggunakan sabun atau produk perawatan kulit yang mengandung bahan kimia keras pada kulit bayi. Kulit bayi sangat sensitif, dan produk yang keras bisa memperburuk kondisi jerawat.

4. Gunakan Pelembap Ringan

Jika kulit bayi tampak kering, Mama bisa menggunakan pelembap khusus untuk bayi yang bebas dari pewangi dan bahan kimia keras.

Baca Juga: Jemur Bayi: Pembahasan, Panduan dan Tips untuk Mama

Apakah Jerawat Bayi Berbahaya?

Mama, jerawat bayi pada umumnya tidak berbahaya dan tidak meninggalkan bekas permanen. Ini adalah kondisi sementara yang akan membaik seiring berjalannya waktu. Namun, jika Mama merasa khawatir atau jika jerawat tampak memburuk, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter anak.

Pentingnya Menyusui Langsung

Menyusui langsung tetap menjadi pilihan terbaik untuk memberikan nutrisi optimal dan melindungi bayi dari berbagai penyakit. ASI mengandung antibodi yang membantu melawan infeksi dan mendukung perkembangan sistem kekebalan tubuh bayi.

Mama, jerawat pada bayi adalah kondisi yang umum dan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Dengan perawatan yang lembut dan penuh kasih sayang, jerawat ini akan hilang dengan sendirinya. Jangan lupa untuk selalu memberikan ASI eksklusif sebagai sumber nutrisi utama bagi si Kecil.


Sumber:

  • BabyCenter. (2023). Newborn Skin Conditions. Retrieved from link.
  • American Academy of Dermatology. (2023). Neonatal Acne. Retrieved from link.