Halo Mama! Menyusui adalah salah satu momen penting dalam tumbuh kembang si kecil. Saat Mama menjalani perjalanan menyusui, mungkin ada banyak pertanyaan yang muncul, termasuk mengenai bolehkah bayi minum air putih? Pertanyaan ini sangat wajar, mengingat air putih adalah kebutuhan pokok bagi kita semua. Namun, untuk bayi, ada aturan khusus yang perlu Mama ketahui. Yuk, kita bahas bersama!
Apakah Bayi Boleh Minum Air Putih?
Pada bulan-bulan pertama kehidupan bayi, ASI adalah satu-satunya sumber nutrisi yang diperlukan si kecil. Pada periode ini, memberikan air putih kepada bayi tidak hanya tidak diperlukan, tetapi juga bisa berisiko. Bayi yang usianya di bawah enam bulan sebaiknya tidak diberikan air putih karena tubuh mereka belum siap untuk mencerna cairan selain ASI
Kapan Bayi Boleh Minum Air Putih?
Rekomendasi dari para ahli kesehatan adalah untuk mulai memperkenalkan air putih kepada bayi setelah mereka mencapai usia enam bulan. Pada saat ini, bayi biasanya mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI), dan air putih dapat diberikan dalam jumlah yang sangat kecil untuk membantu mereka belajar minum dari gelas.
Namun, meskipun bayi sudah bisa mulai minum air putih pada usia enam bulan, kebutuhan cairan utama mereka masih terpenuhi dari ASI. Air putih hanya diberikan sebagai tambahan, bukan sebagai pengganti ASI.
Berapa Umur yang Tepat untuk Memberikan Air Putih?
Seperti yang disebutkan sebelumnya, usia enam bulan adalah saat yang tepat untuk mulai memperkenalkan air putih. Namun, penting untuk diingat bahwa jumlah air putih yang diberikan kepada bayi haruslah terbatas. Pada usia ini, satu hingga dua sendok teh air putih sudah cukup untuk membantu bayi belajar minum dari gelas.
Pada usia 12 bulan, kebutuhan cairan bayi mulai beralih secara bertahap dari ASI ke makanan dan minuman lain, termasuk air putih. Pada usia ini, Mama bisa mulai memberikan air putih dalam jumlah yang lebih banyak, namun tetap pastikan ASI tetap menjadi sumber utama nutrisi hingga usia dua tahun.
Baca Juga: Bubur Fortifikasi: Apa Itu dan Apakah Aman untuk Bayi?

Apakah Berbahaya Memberikan Air Putih kepada Bayi?
Memberikan air putih kepada bayi di bawah usia enam bulan bisa berisiko karena beberapa alasan:
1. Keracunan Air
Tubuh bayi yang kecil sangat sensitif terhadap cairan yang masuk. Memberikan terlalu banyak air putih dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh bayi, yang dikenal sebagai keracunan air. Kondisi ini bisa sangat berbahaya dan memerlukan penanganan medis segera.
2. Mengurangi Asupan ASI
Ketika bayi minum air putih, mereka mungkin merasa kenyang dan kurang minum ASI. Ini bisa menyebabkan bayi kekurangan kalori dan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal.
3. Menurunkan Kadar Garam dalam Tubuh
Terlalu banyak air putih dapat menurunkan kadar garam dalam tubuh bayi, yang dapat menyebabkan hiponatremia, kondisi serius yang dapat memengaruhi fungsi otak dan jantung.
Baca Juga: Takaran MPASI Bayi 6 Bulan: Panduan Lengkap Porsi dan Gizi yang Tepat
Berapa Jumlah Air Putih yang Aman untuk Dikonsumsi Bayi?
Setelah bayi mencapai usia enam bulan dan mulai diperkenalkan dengan air putih, berikan dalam jumlah yang sangat kecil. Sebagai panduan umum:
Usia 6-12 bulan
Mama bisa memberikan satu hingga dua sendok teh air putih sekali waktu, beberapa kali sehari, saat bayi mulai makan MPASI. Jangan biarkan bayi minum terlalu banyak air putih.
Usia 12 bulan ke atas
Mama bisa memberikan sekitar 100-150 ml air putih per hari, tergantung kebutuhan bayi dan jumlah ASI yang masih dikonsumsi.
Pastikan untuk selalu memantau asupan air putih bayi agar tidak berlebihan dan tetap memberikan ASI sebagai sumber utama cairan dan nutrisi.

Tips untuk Mama
1. Fokus pada ASI
Tetap prioritaskan ASI sebagai sumber utama nutrisi bayi, terutama dalam enam bulan pertama. ASI sudah mengandung semua cairan yang dibutuhkan bayi, sehingga tidak perlu tambahan air putih.
2. Perkenalkan Air Putih Secara Perlahan
Saat bayi mulai makan MPASI, Mama bisa mulai memperkenalkan air putih sedikit demi sedikit, tetapi pastikan untuk tidak memberikan terlalu banyak.
3. Gunakan Gelas untuk Minum
Ajari bayi minum air putih dari gelas, bukan botol. Ini membantu mereka belajar minum dengan cara yang benar dan mengurangi risiko kerusakan gigi.
4. Konsultasikan dengan Dokter
Jika Mama memiliki kekhawatiran atau pertanyaan mengenai pemberian air putih pada bayi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.
Pentingnya Menyusui Langsung Ketika Bersama Bayi
Menyusui langsung ketika bersama bayi tidak hanya memberikan nutrisi yang dibutuhkan si kecil tetapi juga memperkuat ikatan antara Mama dan bayi. ASI adalah cairan terbaik yang bisa Mama berikan, karena kaya akan nutrisi dan antibodi yang mendukung kesehatan bayi.
Mama, jangan terburu-buru memberikan air putih kepada bayi sebelum waktunya. Ingatlah bahwa ASI adalah yang terbaik untuk bayi dalam enam bulan pertama kehidupannya. Dengan memberikan ASI dan memperkenalkan air putih pada waktu yang tepat, Mama bisa memastikan si kecil tumbuh sehat dan bahagia.
Sumber:
- World Health Organization. (2020). Exclusive breastfeeding for six months best for babies everywhere. Retrieved from https://www.who.int/news/item/15-01-2020-exclusive-breastfeeding-for-six-months-best-for-babies-everywhere
- American Academy of Pediatrics. (2019). Water and Your Baby. Retrieved from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/feeding-nutrition/Pages/Water-and-Your-Baby.aspx