fbpx
Tips Memilih Bubur Fortifikasi

Bubur fortifikasi, atau sering dikenal sebagai bubur fortif, adalah jenis makanan yang telah ditambah dengan berbagai nutrisi penting seperti vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi, terutama saat masa MPASI (Makanan Pendamping ASI). Bubur ini dirancang untuk memberikan asupan gizi tambahan bagi bayi yang mungkin tidak mendapatkan nutrisi yang cukup dari makanan lainnya.

Apa Itu Bubur Fortifikasi?

Bubur fortifikasi adalah makanan yang telah diperkaya dengan berbagai nutrisi penting, seperti zat besi, kalsium, vitamin D, dan asam lemak omega-3. Nutrisi-nutrisi ini esensial bagi perkembangan otak, tulang, dan sistem kekebalan tubuh bayi. Bubur fortifikasi tersedia dalam berbagai variasi rasa dan tekstur, disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi bayi.

Masa MPASI adalah saat yang krusial bagi perkembangan bayi, dan bubur fortifikasi bertujuan untuk menutupi kekurangan nutrisi yang mungkin ada dalam makanan lain. Dengan memberikan bubur fortifikasi, Mama bisa memastikan bahwa bayi mendapatkan asupan gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal.

Baca Juga: Takaran MPASI Bayi 6 Bulan: Panduan Lengkap Porsi dan Gizi yang Tepat

Apakah Bubur Fortifikasi Aman untuk Bayi?

Bubur fortifikasi umumnya aman untuk bayi, terutama jika Mama memilih produk yang sudah teruji kualitasnya dan memiliki izin dari lembaga pengawas makanan yang terpercaya, seperti BPOM di Indonesia. Namun, seperti semua makanan baru yang diberikan kepada bayi, penting untuk memulai dengan porsi kecil dan memantau reaksi bayi terhadap bubur fortifikasi tersebut.

Jika bayi menunjukkan tanda-tanda alergi atau reaksi negatif lainnya, sebaiknya hentikan pemberian bubur tersebut dan konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi. Selain itu, penting untuk memperhatikan kandungan gula dan garam dalam bubur fortifikasi yang Mama pilih, karena beberapa produk mungkin mengandung bahan tambahan yang tidak diinginkan.

Pastikan untuk selalu membaca label pada kemasan dan mengikuti petunjuk penyajian yang dianjurkan.

Apa itu Bubur Fortifikasi

Apakah Bubur Fortifikasi Termasuk Kategori Ultra Processed Food (UPF)?

Ultra Processed Food (UPF) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan makanan yang telah diproses secara intensif dengan berbagai bahan tambahan, seperti pengawet, pewarna, dan perasa buatan. Meskipun bubur fortifikasi diproses untuk menambahkan nutrisi, tidak semua jenis bubur fortifikasi termasuk dalam kategori UPF.

Beberapa bubur fortifikasi yang menggunakan bahan alami dan minim bahan tambahan mungkin tidak dikategorikan sebagai UPF. Namun, beberapa produk yang mengandung banyak aditif, pengawet, atau perasa buatan dapat dianggap sebagai UPF. Sebagai Mama, penting untuk bijak dalam memilih produk yang akan diberikan kepada bayi.

Apa Itu UPF dalam MPASI dan Apa Saja Produknya?

UPF dalam konteks MPASI adalah makanan yang telah melalui berbagai tahap pengolahan dan mengandung banyak bahan tambahan seperti gula, garam, lemak, dan bahan kimia lainnya yang mungkin tidak diperlukan oleh bayi. Contoh produk UPF dalam MPASI antara lain sereal bayi yang mengandung banyak gula, biskuit bayi dengan pewarna buatan, atau makanan instan yang sudah diproses secara intensif.

Mama sebaiknya lebih memilih makanan yang alami dan segar, seperti buah-buahan, sayuran, dan protein hewani atau nabati yang diolah sendiri di rumah. Jika Mama memilih produk yang sudah jadi, pastikan untuk memilih yang kandungannya jelas dan minim bahan tambahan.

Baca Juga: Panduan MPASI Pertama, Tekstur, Porsi, Jadwal, dan Menunya

Apakah Bubur Fortifikasi Aman

Tips Memilih Bubur Fortifikasi untuk Bayi

1. Pilih Produk yang Terdaftar Resmi

Pastikan bubur fortifikasi yang Mama pilih sudah terdaftar di BPOM atau lembaga pengawas makanan lainnya.

2. Perhatikan Kandungan Gizi

Pilih bubur yang kaya akan zat besi, kalsium, vitamin D, dan omega-3, karena ini adalah nutrisi penting untuk bayi.

3. Hindari Produk dengan Banyak Aditif

Sebisa mungkin, pilih bubur yang minim aditif, pengawet, atau pewarna buatan.

4. Kombinasikan dengan Makanan Segar

Jangan hanya mengandalkan bubur fortifikasi; tetap kombinasikan dengan makanan segar seperti buah, sayur, dan protein.

Pentingnya Menyusui Langsung

Meskipun bubur fortifikasi bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, menyusui langsung tetap merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi. ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi, serta memberikan antibodi yang penting untuk melindungi bayi dari penyakit.

Sebagai Mama, memilih makanan yang tepat untuk bayi adalah tanggung jawab besar. Dengan informasi yang tepat, Mama bisa memastikan bayi mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan untuk tumbuh kembang yang optimal. Selalu pilih yang terbaik untuk si kecil, dan jangan lupa bahwa ASI tetap menjadi sumber nutrisi utama yang tidak tergantikan.


Sumber Referensi:

  1. World Health Organization. (2021). Fortified complementary foods. Retrieved from https://www.who.int
  2. American Academy of Pediatrics. (2019). Feeding your baby: Fortified foods. Retrieved from https://www.aap.org
  3. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2022). Panduan memilih makanan fortifikasi. Retrieved from https://bpom.go.id