fbpx
Jamu Ibu Menyusui Image MamaBear

Jamu adalah minuman obat tradisional yang telah lama dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan bagi semua kalangan, termasuk bahkan untuk Mama yang sedang menyusui. Kalau Mama juga penggemar jamu, berarti ini artikel yang paling tepat buat Mama! MamaBear bakalan bahas lebih lanjut tentang khasiat jamu ibu menyusui dan rekomendasi jenis jamu ibu menyusui yang bisa Mama coba selama masa mengASIhi Si Kecil. Simak lebih lanjut yaa, Mam….

Manfaat Jamu Ibu Menyusui

Jamu Ibu Menyusui Image MamaBear

Tidak hanya memberikan efek relaxing, minum jamu ibu menyusui juga bisa memberikan beragam manfaat lainnya, antara lain:

1. Meningkatkan produksi ASI

Jamu mengandung berbagai bahan alami yang telah dikenal luas sebagai bahan galactagogue yang dapat mendukung suplai produksi ASI, misalnya daun katuk, biji fenugreek, dan akar ginseng jawa. Daun katuk memiliki kandungan alkaloid dan sterol, sedangkan biji fenugreek mengandung fitoestrogen. Kandungan-kandungan ini efektif untuk membantu meningkatkan produksi ASI Mama, serta mempercepat keluarnya kolostrum.

2. Meningkatkan nutrisi ASI

Jamu ibu menyusui juga bisa bantu meningkatkan kandungan nutrisi dalam ASI yang tubuh Mama produksi. Rempah-rempah yang digunakan sebagai bahan pembuatan jamu, seperti daun kelor atau biji adas manis dapat memberikan beragam manfaat bagi Mama, maupun Si Kecil. Kandungan dalam daun kelor dapat meningkatkan status gizi dan mempercepat keluarnya kolostrum. Jika kandungan gizi yang diserap oleh tubuh Mama tinggi, maka ASI yang diproduksi juga akan lebih berkualitas dengan kandungan nutrisi lengkap sehingga dapat memberikan beragam manfaat bagi bayi. 

3. Menjaga daya tahan tubuh

Beberapa rempah-rempah, seperti jahe, kunyit, dan temulawak merupakan bahan pembuatan jamu tradisional yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan ibu menyusui. Bahan-bahan ini mengandung antioksidan yang dapat menjaga daya tahan tubuh, membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi peradangan, dan memberikan energi tambahan, serta merangsang produksi ASI.

Rekomendasi Jenis Jamu Ibu Menyusui

Ada berbagai jenis jamu yang dikenal dan tersebar luas di masyarakat. Ada yang rasanya manis, pahit, asam, dan lain-lain. Naahh, Mama bisa pilih jenis jamu ibu menyusui yang paling cocok dengan selera Mama. Berikut ini adalah rekomendasi jenis jamu ibu menyusui yang bisa Mama coba:

1. Jamu beras kencur

Jamu Ibu Menyusui Image MamaBear
Jamu Beras Kencur

Rekomendasi jamu ibu menyusui yang pertama adalah jamu beras kencur. Terbuat dari berbagai campuran bahan rempah yang kaya manfaat, antara lain beras kencur, kunyit, jahe, dan gula merah. Jamu ini dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI, membantu melancarkan kerja sistem pencernaan, dan memberikan kehangatan bagi tubuh Mama.

2. Jamu kunyit asam

Seperti namanya, jamur kunyit asam terbuat dari perpaduan perpaduan kunyit dan asam jawa, kemudian dipadukan dengan jahe dan gula merah. Jamu kunyit asam memiliki beragam manfaatm seperti efek detoksifikasi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. 

3. Jamu temulawak

Jamu Ibu Menyusui Image MamaBear
Jamu Temulawak

Jenis jamu ibu menyusui yang bisa Mama coba selanjutnya adalah jamu temulawak. Jamu ini terbuat dari campuran temulawak, jahe, dan gula merah. Terdapat berbagai manfaat yang ditawarkan dari konsumsi jamu temulawak ini, seperti sebagai anti-inflamasi, meningkatkan produksi ASI, dan membantu menjaga sistem pencernaan.

4. Jamu beras kencur lengkeng 

Sudah pernah coba jamu yang satu ini belum, Mam? Rekomendasi jamu ibu menyusui yang ini terbuat dari beras kencur, buah kelengkeng, dan gula merah sebagai pemanisnya. Kandungan jamu beras kencur lengkeng sangat bermanfaat bagi Mama menyusui dan Si Kecil karena dapat membantu meningkatkan produksi ASI, meredakan perut kembung pada bayi, dan menjaga tubuh Mama terasa hangat sepanjang hari. 

5. Jamu daun katuk

Jamu Ibu Menyusui Image MamaBear

Daun katuk sudah mulai banyak dikenal sebagai galactagogue atau bahan yang dapat meningkatkan produksi ASI. Naah, ternyata daun katuk juga bisa dijadikan sebagai bahan dasar jamu lhoo, Mam… Jamu daun katuk dibuat dengan cara menyeduh daun katuk segar atau kering dengan air hangat. Jamu daun katuk ini dipercaya dapat meningkatkan suplai ASI.  

6. Jamu uyup-uyup

Rekomendasi jenis jamu ibu menyusui yang terakhir adalah jamu uyup-uyup. Dilansir dari penelitian Nur Hayati, et al. (2019), jamu ini dibuat dari banyak rempah, seperti temu ireng, temulawak, kunyit, kencur, madu, jeruk nipis, dan asam jawa. Bahan rempah dengan manfaat beragam ini membuat ramuan jamu uyup-uyup digolongkan sebagai galactagogue yang dapat bantu meningkatkan produksi ASI. 

Efek Samping Konsumsi Jamu Ibu Menysusui

Meskipun jamu tradisional secara umum dianggap aman, beberapa jenis jamu dapat memiliki potensi efek samping pada ibu menyusui. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi, misalnya:

  • Alergi atau reaksi kulit
Jamu Ibu Menyusui Image MamaBear

Beberapa bahan dalam jamu bisa memicu reaksi alergi pada beberapa individu. Ini dapat termasuk ruam kulit, gatal-gatal, pembengkakan, atau kesulitan bernapas. Jika Mama mengalami gejala alergi setelah mengonsumsi jamu ibu menyusui, segera hentikan penggunaannya dan berkonsultasi dengan dokter yaa, Mama…

  • Gangguan pencernaan

Beberapa jamu dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung, diare, atau sakit perut. Hal Ini umumnya terjadi jika Mama mengonsumsinya dalam jumlah yang berlebihan atau Mama memiliki sensitivitas terhadap beberapa bahan jamu tertentu.

  • Interaksi dengan obat-obatan
Jamu Ibu Menyusui Image MamaBear

Beberapa jenis jamu dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu yang sedang Anda konsumsi. Interaksi obat-jamu dapat mempengaruhi efektivitas obat atau meningkatkan risiko efek samping. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau apoteker mengenai potensi interaksi obat sebelum mengonsumsi jamu.

  • Efek hormonal

Beberapa jenis jamu mengandung bahan-bahan yang dapat memiliki efek hormonal yang dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh Mama yang sedang menyusui. Jika hormon menyusui dalam tubuh terganggu, maka bisa berpotensi  memberikan dampak pada produksi dan nutrisi ASI.

Beberapa jamu mungkin mengandung bahan-bahan aktif yang dapat berinteraksi dengan obat-obatan atau berpotensi memiliki efek samping. Jadi, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi jamu tradisional apa pun selama masa menyusui, apalagi kalau Mama sedang rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu. Mereka dapat memberikan nasihat dan saran yang tepat berdasarkan kondisi kesehatan Mama.

Itulah beberapa manfaat dan rekomendasi jenis jamu ibu menyusui yang bisa Mama coba. Tetap perhatikan potensi efek sampingnya yaa, Mama… Paling suka jamu yang mana nih, Mam? Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!

Sources:

Nur  Hayati,  S.,  Apriyana,  W.,  Rosyida,  V.  T.,  Indrianingsih,  A.  W.,  Nisa,  K.,  Ratih,  D.,  & Indirayati,  N.  (2019).  Pre-Formulation  and  Evaluation  of  Jamu  Uyup -Uyup  (an Indonesian  Herbal  Galactogogue). IOP  Conference  Series:  Earth  and  Environmental Science, 251(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/251/1/012022

Uyup – Uyup untuk Kesehatan Ibu Menyusui: Kajian Pustaka – Jurnal Jamu Kusuma

Efektivitas Minum Jamu (Ramuan Daun Katuk, Kunyit, Lempuyangan, Asem Jawa) terhadap produksi ASI pada Ibu Nifas –  Jurnal Online Universitas Pekalongan