Pernahkah Mama menemukan suatu bercak berwarna merah kecoklatan yang keluar dari vagina selama masa kehamilan?
Bercak itulah yang dinamakan flek, Ma. Munculnya flek saat hamil adalah hal yang wajar, 1 dari 4 ibu hamil pasti pernah mengalami hal ini.
Meskipun merupakan hal yang normal terjadi, munculnya flek ini juga bisa jadi tanda adanya masalah kesehatan, baik pada Mama ataupun Si Kecil sehingga tetap perlu diwaspadai yaaa…
Simak informasi selengkapnya tentang flek saat hamil berikut ini!
Apakah Flek saat Hamil Berbeda dengan Perdarahan?
Flek saat hamil adalah suatu kondisi ketika timbul bercak berwarna merah kecoklatan atau perdarahan ringan yang keluar dari vagina.
Flek dapat terjadi kapan saja, sejak Mama mulai hamil hingga menjelang persalinan. Tapi, umumnya lebih sering terjadi pada trimester pertama masa kehamilan. Kalau sama-sama mengeluarkan darah, lalu apa perbedaan flek saat hamil dengan perdarahan yaa?
Flek adalah kondisi keluarnya darah dalam jumlah sedikit, biasanya hanya tampak beberapa tetes darah pada underwear.
Sedangkan, perdarahan adalah keluarnya darah dalam jumlah yang lebih banyak sehingga Mama membutuhkan pembalut untuk menampungnya.
Faktor Penyebab Munculnya Flek saat Hamil
Munculnya flek dapat disebabkan oleh faktor yang berbeda-beda berdasarkan usia kehamilan Mama, antara lain:
1. Trimester awal
Flek saat hamil pada trimester awal masa kehamilan adalah hal yang normal terjadi. Faktor-faktor di bawah ini bisa jadi penyebab timbulnya flek pada usia kehamilan muda, antara lain:
- Hubungan intim;
- Infeksi;
- Implantasi (terjadi saat embrio menempel pada lapisan rahim dan mulai tumbuh);
- Perubahan hormon;
- Pemeriksaan kehamilan oleh tenaga medis, misalnya amniocentesis atau chorionic villus sampling (CVS) untuk memeriksa abnormalitas genetik pada bayi;
- Perubahan serviks.
Perubahan serviks ini biasanya terjadi ketika ada jaringan abnormal yang tumbuh pada serviks karena tingginya kadar hormon estrogen sehingga berpotensi untuk menimbulkan perdarahan saat kehamilan.
Saat Mama hamil, jumlah pembuluh darah di area sekitar rahim akan meningkat sehingga apabila terjadi kontak dengan area tersebut, misalnya ketika tes kehamilan atau berhubungan intim, maka dapat menyebabkan perdarahan.
Flek yang terjadi pada trimester awal masa kehamilan bisa menjadi tanda bahwa kehamilan Mama tidak berkembang dengan baik dan tanda masalah kesehatan, seperti:
- Keguguran: Keguguran pada Ibu hamil diawali dengan munculnya perdarahan atau flek
- Hamil ektopik: Kehamilan yang terjadi ketika embrio menempel dan bertumbuh di luar rahim sehingga dapat menyebabkan masalah serius pada Ibu hamil;
- Hamil molar/ hamil anggur: kondisi yang terjadi akibat ketidaksempurnaan proses pembuahan sel telur oleh sel sperma sehingga menyebabkan plasenta tidak berkembang seperti seharusnya, namun malah membentuk tumor jinak non kanker (kista) yang tampak seperti kumpulan buah anggur di dalam rahim.
2. Trimester akhir
Munculnya flek saat hamil pada trimester akhir masa kehamilan dapat disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini, antara lain:
- Kegiatan fisik atau latihan yang terlalu keras;
- Kontraksi terus-menerus;
- Hubungan intim;
- Pemeriksaan kehamilan oleh tenaga medis;
- Permasalahan pada serviks, seperti infeksi, inflamasi, dan ketidakmampuan serviks untuk menjaga kehamilan.
Baca juga: Kram Perut saat Hamil, Pertanda Apakah Itu?
Flek saat hamil pada trimester akhir masa kehamilan bisa menjadi tanda beberapa masalah kesehatan serius, seperti:
- Persalinan preterm: Kontraksi uterus yang terjadi secara teratur pada usia kehamilan 20 minggu hingga kurang dari 37 minggu sehingga mengakibatkan terbukanya serviks dan membuat janin memasuki jalan lahir.
- Plasenta previa: Kondisi plasenta yang menempel pada bagian bawah rahim dan menutup seluruh atau sebagian area serviks. Kondisi plasenta previa dapat menyebabkan perdarahan yang lebih berat dan berisiko untuk kesehatan bayi. Mama disarankan untuk segera menghubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.
- Plasenta akreta: Kondisi plasenta tumbuh terlalu dalam ke dalam dinding rahim (uterus). Pada umunya, plasenta akan lepas dengan sendirinya dari dinding rahim setelah Mama selesai melahirkan. Tapii, jika Mama mengalami plasenta akreta, maka plasenta tidak terlepas dan tetap berada pada dinding rahim sehingga dapat menyebabkan Mama kehilangan banyak darah setelah persalinan.
- Abruptio plasenta: Kondisi plasenta yang terpisah dari dinding uterus sebelum persalinan
- Ruptur uteri: Kondisi robeknya uterus (rahim) yang dapat terjadi jika Mama memiliki luka bekas operasi caesar atau operasi pada rahim lainnya.
Flek saat hamil pada akhir masa kehamilan bisa jadi masalah yang lebih serius karena dapat menjadi tanda terjadinya komplikasi kesehatan Mama dan bayi.
Jadi, walaupun flek saat hamil merupakan hal yang wajar, Mama tetap perlu menghubungi tenaga medis untuk berdiskusi dan mendapatkan penanganan yang sesuai yaa, Mama…
Bagaimana Cara Menangani Flek saat Hamil?
Pemilihan cara penanganan yang paling tepat bergantung pada penyebab flek saat hamil yang dialami Mama. Berikut ini adalah beberapa langkah penanganan yang dapat Mama lakukan:
- Mencatat intensitas keluarnya flek saat hamil;
- Mengecek warna darah;
- Hindari penggunaan tampon, usahakan untuk menggunakan pembalut;
- Hindari melakukan hubungan intim;
- Beristirahat dengan teratur;
- Mengurangi pekerjaan berat;
- Menjaga hidrasi dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh;
- Hindari mengangkat beban berat;
- Konsumsi obat-obatan sesuai anjuran dokter;
- Memeriksakan diri ke dokter, jika mengalami perdarahan hebat, nyeri perut, keram, pusing, dan nyeri pada perut atau panggul;
- Perawatan medis di rumah sakit atau bahkan tindakan operasi jika kondisi belum membaik.
Ketika muncul flek saat hamil, dokter akan menyarankan Mama melakukan beberapa pemeriksaan fisik. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui kondisi kandungan terkini dan penanganan apa yang paling tepat.
Pemeriksaan fisik awal dilakukan dengan cara memeriksa tekanan darah, detak jantung, dan perut. Setelah itu, akan dilakukan pula tes kesehatan, seperti tes urin untuk mengecek infeksi, tes kehamilan untuk mengecek kondisi kandungan, dan tes darah untuk mengukur kadar hormon hCG dalam darah.
Itulah beberapa informasi penting yang perlu Mama tahu ketika menemui adanya flek saat hamil? Semoga dapat bermanfaat dan menambah informasi tentang kehamilan yaaa, Mama…
Dapatkan juga Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!
Sources:
Spotting during early pregnancy – Health Service Executive
Vaginal bleeding – National Health Service
Bleeding during pregnancy When to see a doctor – Mayo Clinic