fbpx
Cara Memanaskan ASI Image MamaBear

Ada beberapa alasan yang membuat Mama perlu tahu cara memanaskan ASI dengan tepat, misalnya ketika Mama adalah seorang working mom yang melakukan pumping secara rutin atau ketika Mama menghadapi over production ASI sehingga Mama perlu pumping lagi dan lagi. Hasil ASI perah ini kemudian harus segera disimpan dalam pendingin supaya nutrisi yang terkandung dalam ASI tetap terjaga. Waah, berarti ASI-nya jadi dingin dan beku dongg? Memangnya boleh diberikan ke Si Kecil? Tentu boleh, Mama! Asalkan ASI yang akan diberikan kepada Si Kecil sudah dipanaskan terlebih dulu yaa… Nah, makannya penting sekali untuk mengetahui cara memanaskan ASI yang tepat agar kandungan dalam ASI tidak rusak dan dapat diterima oleh bayi. Gimana tuhh caranya? Yuk, simak cara memanaskan ASI di bawah ini!

Pentingnya Tahu Cara Memanaskan ASI

Apakah ASI perlu dipanaskan? Sebenarnya, memanaskan ASi itu adalah sebuah pilihan, Mam… Tapi, memberikan ASI yang telah dipanaskan kepada Si Kecil memang lebih dianjurkan. Mengapa begitu? Saat menyusu pada Mama, ASI yang  yang dikeluarkan akan terasa hangat. Jadi, Si Kecil juga akan merasa lebih familiar dan menyukai ASI bertemperatur hangat. Meskipun begitu, bukan berarti Mama bisa langsung memberikan ASI yang telah dipanaskan kepada bayi yaa… Pastikan suhunya telah mencapai batas suhu aman terlebih dahulu, Mam… Yuk, baca sampai habis untuk tahu suhu ASI yang aman!

Saat ASI didinginkan, lemak pada ASI akan terpisah. Kandungan lemak pada ASI akan berada di bagian bawah, sedangkan bagian yang encer akan berada di atas. Dilansir dari Healthline, memanaskan ASI dapat membantu mengembalikan konsistensi ASI ke keadaan semula. Setelah dipanaskan, Mama akan lebih mudah mencampurkan kembali konsistensi ASI yang terpisah sehingga Si Kecil akan mendapatkan manfaat ASI-nya secara lengkap dan menyeluruh. 

Batas Temperatur Aman ASI

Cara Memanaskan ASI Image MamaBear

Bayi yang sehat dapat mengonsumsi ASI yang memiliki temperatur suhu ruang, ataupun dihangatkan sesuai suhu tubuh. Beberapa bayi yang berusia lebih tua sudah mampu untuk mengonsumsi ASI yang dikeluarkan langsung dari kulkas. Lantas, berapa temperatur yang sebaiknya digunakan dalam cara memanaskan ASI? 

Mama dapat meletakkan botol atau kantong berisi ASI yang telah didinginkan ke dalam mangkuk berisi air hangat. Kemudian, biarkan selama beberapa menit hingga ASI memiliki suhu yang sama dengan suhu ruangan (36-37°C). Pastikan agar suhu ASI yang akan diberikan kepada Si Kecil tidak lebih dari 40°C

Daya Tahan ASI setelah Dipanaskan

DIlansir dari Academy of Breastfeeding Medicine (ABM), ASI dingin yang telah diletakkan pada suhu ruang memiliki kemampuan yang rendah untuk membatasi pertumbuhan bakteri dalam ASI, terutama dalam waktu 24 jam setelah dicairkan. Lalu, berapa lama ASI yang telah dipanaskan dapat bertahan? Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ASI yang telah terpapar suhu ruangan, sebaiknya segera digunakan atau dikonsumsi dalam kurun waktu 2 jam. Jadi, batas daya tahan ASI yang telah dipanaskan adalah 2 jam, Mam… 

Sisa ASI Si Kecil yang belum terminum dan dibiarkan pada suhu ruang dapat berisiko tinggi terkena kontaminan bakteri yang berbahaya bagi kesehatan. Selain itu, nutrisi yang terkandung dalam ASI juga bosa jadi rusak. Usahakan untuk langsung menghabiskan ASI yang telah dipanaskan dalam kurun waktu 2 jam tersebut yaa, Mam!

Bagaimana Cara Memanaskan ASI yang Tepat?

Cara Memanaskan ASI Image MamaBear

Pilihan cara memanaskan ASI yang pertama adalah dengan memegang wadah penyimpanan ASI perah di bawah air dingin yang mengalir, kemudian ditambahkan air hangat secara bertahap hingga ASI mencapai suhu ruang.  

Cara memanaskan ASI selanjutnya adalah dengan menyiapkan air yang telah dipanaskan dari teko atau kompor, kemudian dituangkan pada sebuah mangkuk atau baskom. Setelah itu, masukkan wadah penyimpanan ASI perah ke dalam mangkuk berisi air panas tersebut dan biarkan hingga ASI mencapai suhu hangat yang aman. Lalu, kocok wadah ASI untuk meratakan suhunya dan mencampurkan lemak ASI yang sempat terpisah sehingga konsistensinya kembali merata sebelum diberikan kepada Si Kecil. 

Pastikan untuk mengecek suhu ASI sebelum diberikan pada bayi. Teteskan ASI pada pergelangan tangan Mama dan rasakan apakah suhunya sudah sesuai dan aman untuk Si Kecil, biasanya akan terasa hangat kuku. 

“Hmmm, kelamaan ngga sih kalau direndam?” 

“Kalau ASI-nya ngga cair-cair gimana? Panasin pake microwave aja kali ya?”

Tunggu duluuu, Mam… 

Penggunaan microwave sebagai cara memanaskan ASI memang mungkin menggoda karena dapat menginduksi panas lebih cepat. Tapiii, penggunaan microwave ini harus dihindari yaa, Mama… Alasannya kenapa tuh?

Mengapa Penggunaan Microwave Perlu Dihindari?

1. Panas tidak merata

Makanan dan minuman yang akan diberikan kepada Si Kecil tidak dianjurkan untuk dipanaskan dengan microwave. Suhu pada microwave sulit untuk dikontrol sehingga berisiko mengalami overheatingMicrowave menghasilkan panas yang tidak merata sehingga dapat menimbulkan titik panas (hot spot) pada ASI. Hal ini dapat berpotensi membuat mulut bayi Mama melepuh jika terkena panasnya. 

2. Merusak komponen penting dalam ASI

Air Susu Ibu (ASI) merupakan cairan hidup yang memiliki berbagai kandungan nutrisi dan bakteri baik yang bermanfaat bagi proses tumbuh kembang Si Kecil. Cara memanaskan ASI dengan microwave dapat menghancurkan komponen penting bagi sistem imun bayi. Dilansir dari La Leche League International, microwave pada suhu tinggi dapat menyebabkan penurunan fungsi ASI, antara lain:

  • kemampuan ASI sebagai anti-infeksi;
  • Denaturasi (kerusakan struktur) protein bioaktif ASI;
  • Inaktivasi  protein bioaktif ASI;
  • Penurunan kandungan lemak.

Yuk, baca juga artikel Cara Memanaskan ASI dari Kulkas dan Cara Memanaskan ASI dari Freezer untuk informasi lengkap seputar cara memanaskan ASI yang perlu Mama ketahui!

Cara Memanaskan ASI Image MamaBear

Dapatkan juga Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!

Sources:

How to Safely Warm Breast Milk from the Refrigerator and Freezer – Healthline

Proper Storage and Preparation of Breast Milk | Breastfeeding | CDC

ABM Clinical Protocol #8: Human Milk Storage Information for Home Use for Full-Term Infants, Revised 2017

Heating Human Milk – La Leche League International