Setelah seharian sibuk mengurus si kecil, bisa dipahami kalau Mama merasa lelah dan kadang sampai kewalahan. Kangen ya, Ma, punya waktu untuk diri sendiri, melakukan hal yang Mama suka, atau sekedar ngobrol dengan teman. Tidak heran, hal ini bisa memicu stres pada Busui.
Nah, kali ini MamaBear akan membahas mengenai hal-hal yang dapat memicu stres pada Ibu menyusui. Teruskan membaca yuk, Ma…
Pemicu Stres pada Busui
Ada beberapa hal yang dapat memicu stres pada Ibu menyusui, antara lain:
1. Peningkatan Hormon Kortisol
Rupanya, Ma, dalam ASI terkandung yang namanya hormon kortisol. Kortisol merupakan hormon stres yang diproduksi tubuh ketika menghadapi situasi mencekam, menyebalkan, atau melelahkan. Hormon ini mempengaruhi metabolisme dan perilaku Mama, seperti meningkatkan produksi gula dalam aliran darah.
Dilansir dari Nautilus, kortisol bekerja pada jalur otak yang bertanggung jawab untuk menumpulkan rasa sakit dan perkembangan sistem respon stres pada pusat tubuh (kelenjar hipotalamus adrenalin. Inilah salah satu penyebab stres pada Busui.
2. Melakukan Kegiatan yang Berpotensi Memicu Stres
Stres pada Busui juga dapat terjadi jika Mama melakukan kegiatan yang berpotensi sebagai sumber stres secara berlebihan. Aktivitas menyusui juga sangat mempengaruhi lho, Ma.
Dilansir dari The International Journal on the Biology of Stress, menyusui dapat menekan respon kelenjar hipotalamus adrenal (hypothalamic-pituitary-adrenal axis) terhadap pemicu stres.
Dalam penelitian tersebut, jeda waktu menyusui dengan aktivitas berat selanjutnya ternyata juga dapat mempengaruhi, baik stres fisik mau pun psikososial. Maka dari itu, disarankan Mama untuk memberikan jeda waktu sebelum melanjutkan aktivitas lainnya, agar mood Mama tetap baik dan terhindar dari stres.
3. Perubahan Bentuk Fisik Pasca Melahirkan
Mama mengalami kenaikan dan penurunan hormon yang luar biasa selama proses hamil, melahirkan, hingga menyusui. Hal ini juga mempengaruhi perubahan fisik Mama secara berkala, baik dari segi penambahan berat badan hingga perubahan bentuk tubuh lainnya.
Ini dia yang biasanya membuat Mama jadi insecure dengan perubahan fisik yang dialami. Kekhawatiran dan ketakutan bentuk fisik tidak dapat kembali ke keadaan semula dapat memicu stres pada Busui.
Tenang, Ma, perasaan kurang nyaman ini bisa Mama hadapi dengan belajar menerima dan mencintai kelebihan maupun kekurangan diri dengan apa adanya. Saat ini fokus memenuhi kebutuhan si kecil merupakan hal yang paling utama. Kalau Mama happy, si kecil pun ikut happy.
Baca juga: Stretch Mark pada Ibu Hamil: Penyebab, Gejala, dan Pencegahan
4. Menghadapi Kendala Menyusui
Mayoritas Mama pernah menghadapi permasalahan dalam proses menyusui. Pertanyaan-pertanyaan seperti “ASIku cukup nggak ya untuk si kecil?” “Hasil produksi ASIku normal nggak, ya?” dan sebagainya mungkin kerap terlintas dalam benak Mama.
Memiliki kekhawatiran tersebut adalah hal yang normal, namun sebaiknya tidak dipikirkan terus menerus ya, Ma. Dilansir dari Verywell Family, Mama selalu memproduksi ASI, selama Mama rutin menyusui si kecil, melakukan pelekatan dengan benar, dan perhatikan juga tanda-tanda kecukupan ASI si kecil, ya Ma.
5. Kurangnya Dukungan Orang Terdekat
Dukungan dari orang-orang di sekitar Mama berperan penting dalam membantu mengurangi potensi stres pada Busui, terutama Papa sebagai partner terdekat Mama. Keterlibatan Papa dalam menemani Mama selama proses menyusui juga sangat penting.
Mama dan Papa bisa berbagi peran selama Mama dalam masa menyusui agar selalu merasa didukung dan tidak sendirian dalam menjalani peran baru sebagai orang tua. Papa bisa menemani Mama ketika menyusui, membantu menyendawakan si kecil setelah menyusu, atau membantu menyuapi Mama yang sedang menyusui.
Mama perlu berbagi cerita ke teman dan keluarga terdekat atau bertukar informasi dengan Mama lain yang juga sedang menyusui. Hal ini dimaksudkan agar Mama selalu bahagia dan tidak merasa sendirian dalam menjalani fase menyusui.
Itulah 5 hal yang berpotensi memicu stres pada Busui. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Mama selama proses menyusui, ya! Semangat terus menyusuinya, Ma.
Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!
Sources :
1. Heinrichs, Markus; Neumann, Inga; Ehlert, Ulrike, 2002, Lactation and Stress: Protective Effects of Breast-feeding in Humans. Stress, The International Journal on the Biology of Stress, 5(3): 195–203. doi:10.1080/1025389021000010530
2. When Stress Comes With Your Mothers Milk. URL: https://nautil.us/when-stress-comes-with-your-mothers-milk-rp-7888/ (diakses 15/09/2023)
3. Lactation and Stress: Protective Effects of Breast-feeding in Humans. URL: https://www.researchgate.net/publication/11200275_Lactation_and_Stress_Protective_Effects_of_Breast-feeding_in_Humans (diakses 15/09/2023)
4. Coping With the Stress of Breastfeeding. URL: https://www.verywellfamily.com/stress-and-breastfeeding-effects-causes-and-coping-4118241#toc-causes-of-stress (diakses 15/09/2023)