fbpx

Salah satu hal utama yang mungkin Mama pikirkan ketika dianugerahi bayi kembar adalah, “bagaimana menyusui dua bayi sekaligus?”. Atau Mama sering dilema dengan pilihan antara menyusui bayi kembar secara terpisah atau menyusuinya secara bersamaan. Oke, kita bahas menyusui secara terpisah dulu yuk, Ma.

Posisi Dasar Menyusui Bayi Kembar Secara Bergantian

Bayi kembar dapat disusui secara bergantian sesuai kebutuhan masing-masing bayi. Hal ini bermanfaat dalam merangsang let down reflex lho, Ma.

Jika salah satu bayi Mama memiliki hisapan yang lebih lemah, maka saudaranya yang memiliki hisapan lebih kuat akan melakukan rangsangan sehingga aliran ASI lebih lancar.

Inilah beberapa posisi dasar menyusui bayi kembar yang bisa Mama lakukan, diantaranya:

1. Cradle Hold

Mama dapat menggendong bayi di lengan sehingga tubuh mereka sepenuhnya berbaring di lengan Mama. Mama dapat menopang bayi pada lengan di sisi yang sama dengan payudara menyusui, Posisikan kepalanya tepat di dada Mama. Ini adalah posisi yang bisa Mama gunakan untuk bayi yang baru lahir.

2. Football Hold

Gendong bayi menghadap ke atas dan letakkan di lengan Mama. Kemudian gunakan telapak tangan Mama untuk menopang lehernya. Mama dapat menyelipkan kaki bayi di dekat siku Mama dan letakkan kepalanya berada di dada Mama. Ini merupakan cara termudah untuk mulai menyusui bayi kembar yang baru lahir.

3. Posisi Santai

Mama perlu berbaring telentang dan si Kecil menyusu sambil berbaring tengkurap.

4. Side-lying Hold atau Posisi Berbaring Samping

Posisikan Mama dan bayi sama-sama berbaring miring dan saling berhadapan. Selanjutnya bayi menyusu di payudara Mama.

Selanjutnya menyusui bayi kembar bisa dilakukan secara bersamaan juga ya, Ma. Menyusui bayi kembar secara bersamaan dapat lebih menghemat waktu daripada menyusui secara bergantian. Menyusui bayi kembar secara bersamaan memiliki banyak manfaat.

Selain manfaat nutrisi, pertumbuhan, dan perkembangan yang diperoleh dari ASI, Mama juga mungkin merasa lebih nyaman dan efektif untuk menyusui bayi kembarnya.

Selain itu, Papa juga dapat berperan memberikan bantuan, contoh kecilnya seperti berdiri untuk menyerahkan bayi satu per satu. Kesabaran dan kerja sama Mama dan Papa sangat dibutuhkan selama proses menyusui bayi kembar ini.

Menyusui dua anak secara bersamaan merupakan tantangan besar bagi orang tua dari bayi kembar. Meski demikian, hal ini patut dicoba, Ma! Berikut beberapa posisi menyusui bayi kembar secara bersamaan yang bisa Mama terapkan.

4 Posisi Praktis Menyusui Bayi Kembar, Mama Pilih yang Mana?

1. Double-Football Hold

Posisi ini dilakukan dengan meletakkan masing-masing bayi di atas bantal di bawah lengan Mama. Mama dapat menopang kedua kepala bayi dengan tangan sambil membantu mengarahkan mereka ke puting. Posisi ini cocok untuk bayi baru lahir lo, Ma.

2. Cross-Cradle Hold

Posisikan bayi kembar berbaring di seberang Mama dengan tubuh dan kaki mengarah ke samping. Letakkan kepala bayi di lekukan lengan di dekat siku Mama. Arahkan tubuh bayi agar berada di pangkuan Mama menghadap ke arah perut Mama. Posisi ini cocok untuk bayi baru lahir dan tidak membutuhkan bantal menyusui.

3. Criss Cross atau Posisi Silang

Dengan posisi duduk, Mama perlu menimang bayi kembar di tangan kanan dan kiri. Kepala bayi bertumpu pada lengan bawah saat tangan Mama menggendong tubuh mereka dari bawah, Mama bisa memosisikan kepala bayi kembar sejajar dengan dada untuk memudahkan pelekatan.

Posisikan tubuh bayi kembar bersilangan di pangkuan Mama, dengan kaki menunjuk ke arah yang berlawanan. Posisi ini disarankan untuk bayi yang sudah besar.

4. Kombinasi Football dan Cradle Hold

Mama bisa menyusui satu bayi dengan posisi football dan bayi lainnya dengan posisi cradle. Posisi ini bisa diaplikasikan ketika si Kecil sudah cukup besar untuk menopang lehernya. Tidak direkomendasikan untuk bayi baru lahir

Posisi menyusui yang harus dihindari

Posisi bayi yang tidak benar saat menyusu memungkinkan si Kecil tidak mendapatkan cukup ASI, selain itu juga mampu mengakibatkan payudara Mama tidak terangsang untuk memproduksi lebih banyak ASI. Mama juga berpotensi mengalami pegal di leher dan sakit punggung.

Sehingga untuk menghindari hal tersebut, Mama sebaiknya menjauhi beberapa posisi menyusui berikut:

1. Membungkuk di atas bayi

Banyak masalah pelekatan terjadi karena Mama membungkuk di atas bayi dan mencoba memasukkan puting ke dalam mulutnya. Hal ini juga dapat menyebabkan sakit punggung yang biasa Mama alami saat sedang menyusui lo. Penting bagi Mama untuk menjaga agar punggung tetap tegak dan menopang tubuh dengan baik.

2. Tubuh bayi terlalu jauh dari payudara

Posisi yang terlalu jauh ini memungkinkan bayi untuk menarik puting Mama dan berpotensi tidak memuaskannya.

3. Tubuh dan kepala bayi menghadap ke arah yang berbeda

Kepala bayi menghadap pada payudara namun tubuhnya tidak menghadap dada dan perut Mama. Posisi ini membuat bayi kesulitan untuk menelan sehingga dikhawatirkan ia tidak mendapatkan cukup ASI.

Mama bisa mempertimbangkan penggunaan bantal menyusui. Bantal ini dirancang khusus untuk bayi kembar agar memudahkan memosisikan bayi Mama.

Mama juga bisa menggunakan dua bantal biasa atau handuk yang digulung. Mama bisa mencoba segala posisi sampai Mama dan bayi kembar merasa nyaman saat menyusui.

Menyusui bayi dengan ASI eksklusif memang tak mudah, terlebih bagi Mama yang dikarunia dua bayi kembar sekaligus. Hal ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi Mama.

Selain masalah posisi, menyusui bayi kembar juga bisa membuat Mama lelah. Jika Mama butuh istirahat, jangan sungkan untuk meminta Papa atau anggota keluarga lainnya untuk membantu merawat bayi kembar ya, Ma!

Dapatkan Informasi seputar ASI dan menyusui dengan mengunjungi Instagram @mamabearid, TikTok @mamabear_id, dan channel YouTube MamaBear Pelancar ASI. Sampai bertemu di artikel edukASI dan inspirASI lainnya!

Sources:

Breastfeeding Twins – Nursing Positions (lansinoh.com)

How to Breastfeed Twins Together (verywellfamily.com)

The Best Positions for Breastfeeding Twins (twiniversity.com)

5 Common Breastfeeding Positions to Try (verywellfamily.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *